pecinta burung lovebird Indonesia

Jenis jenis Mutasi Pied

Jenis jenis Mutasi Pied
1. Apa sebenar nya pied ? Piedness disebabkan oleh tidak adanya lengkap eumelanin di daerah bulu tertentu, secara acak tersebar di seluruh bulu tersebut. Jika eumelanin di duri bulu telah benar-benar menghilang, hanya psittacine yang tersisa dan bulu hijau menjadi kuning. Jika pada burung biru, di mana psittacine (merah dan pigmen kuning) telah benar-benar hilang dan juga eumelanin tidak ada, hanya bulu-bulu putih akan hasilnya. Jika ini jenis pengurangan eumelanin mempengaruhi seluruh bulu, hasilnya akan burung putih atau kuning murni (dark eyed clear).
Ketika tidak adanya eumelanin dibatasi untuk sejumlah kecil daerah bulu, kita memperoleh pola pied, burung memiliki tempat berpigmen. Dalam pasangan setiap mutasi yang berbeda memiliki pola pied khas sendiri mudah untuk mengenali.
Jenis jenis Mutasi Pied
2 jenis pied di fishceri Dalam fischeri Agapornis kita mengenal tiga jenis pied. Ketika BVA mulai menyelidiki mutasi ini, itu tampaknya sangat membingungkan pada waktu itu. Fakta bahwa fischeris pied dalam permintaan untuk pertunjukan oleh BVA di Belgia dan NPV di Belanda, burung ini hampir dilupakan. Hanya beberapa peternak memberikan perhatian kepada mereka. perdagangan burung pied sering dijual ke toko-toko hewan peliharaan atau pedagang. Dalam fischeri hanya beberapa peternak mampu membuktikan dengan kenyataan hasil yang resesif dan dominan pied tidak benar-benar ada dalam spesies ini. Ada juga laporan dari peternak yang membeli burung pied dan tidak pernah dapat pied pada keturunannya atau kadang-kadang hanya satu dari anak-anak menjadi pied setelah mabung kedua. Sejumlah program pembuktian memberikan kita dengan wawasan yang lebih dalam mutasi pied. Dalam fischeri kami memiliki tiga jenis pieds: pied dominan, resesif pied dan mottle (pied progresif).

3 Dominant pied fischeri Mutasi fishceri ini pertama kali ditemukan pada tahun sembilan puluhan (90) di Portugal di kandang burung Mr Enrique Santos. Dalam jenis ini isi eumelanin dari bulu tubuh hampir sepenuhnya dipengaruhi, oleh karena itu burung menampilkan warna tubuh kuning. Isi eumelanin dari bulu sayap hampir tidak berubah, sehingga area penutup sayap hijau hampir normal. Catatan, saya nyatakan hampir karena burung ini memiliki sejumlah kecil bulu hijau terpengaruh pada bulu tubuh dan beberapa kuning (pied) bulu bulu pada sayap mereka. Mr Santos menduga bahwa jenis pied mewarisi resesif, bagaimanapun, Koos Hammer melahirkan burung-burung ini sudah untuk waktu yang lama (bahkan di seri biru) dan dia sangat jelas tentang hasilnya: Jenis ini dominan. Mr Santos mengadopsi nama sayap hijau pada waktu itu, tapi pied dominan adalah lebih tepat. Sama seperti di roseicollis kita amati pengurangan psittacin merah dalam topeng. Warna kaki dapat bervariasi. Sejauh yang kami tahu tidak ada perbedaan antara SF dan DF burung.

4 pied resesif ini hampir tidak lengkap dari melanin. Juga bagian pada pantat warna biru hampir hilang, hanya apa yang tersisa adalah burung kuning hampir lengkap menunjukkan beberapa jejak hijau secara acak, terutama pada bulu sayap. Kaki tetap abu-abu dalam banyak kasus, bagaimanapun, ada laporan tentang burung memiliki kaki tipis . Ada juga pengurangan psittacine merah di topeng sehingga warna topeng agak lebih kecil. Ketika burung-burung tersebut dipresentasikan kepada saya beberapa tahun yang lalu, orang berpikir kita berurusan dengan jenis hitam bermata jelas, tetapi tidak. Dalam hal ini nama pied resesif lebih tepat

5 mottle (pied progresif) Dalam Fischeris orang tahu fenomena burung menjadi pied dengan cara yang misterius. Dalam kebanyakan kasus bulu pied mulai muncul setelah mabung pertama dan lebih tua ,bulu burung ini tumbuh dan daerah pied diperluas. Peternak sering menyingkirkan burung ini karena penyebab sifat ini diduga menjadi kekurangan gizi. Dalam Budgerigars fenomena mottle itu sudah dikenal dan selama sekitar tiga tahun yang lalu saya mulai mengungkapkan asumsi saya tentang keberadaan mottle di Fishceris dan dugaan ini dikonfirmasi oleh catatan peternakan. Karakteristik untuk jenis pied adalah bahwa burung-burung ini lahir sebagai non pieds, namun, mereka mengeluarkan bulu pied setelah mabung besar pertama. Jenis pied berperilaku sebagai polimorfik (tergantung pada lebih dari satu gen). Setelah sekitar sepuluh bulan burung ini menampilkan beberapa bulu pied, setelah dua tahun pola pied secara acak tersebar di seluruh bulu tersebut. topeng dimuka hampir terpengaruh Mutasi ini terletak pada kromosom autosomal dominan dan mewarisi dan independen dari semua mutasi lain yang dikenal. tidak bisa mutan ini sebagai " SPLIT " untuk pied dominan karena hanya satu lokus gen bermutasi sudah cukup untuk menampilkan fenotipe pied.

Burung-burung pied dapat dibesarkan di SF atau DF tipe. Seseorang tidak bisa melihat perbedaan tetapi ada perbedaan yang signifikan pada keturunannya. Pada dasarnya mutasi ini dapat dibesarkan dalam semua mutasi terkenal lainnya, namun, menurut saya tidak masuk akal untuk menggabungkan jenis pied dengan eumelanin dikenal menipiskan mutasi lainnya (lutino, bermata, encer atau pucat).

ByDirk Van den Abeele(21/09/2001)(revised 14/12/2006)

Sekilas tentang Breeding Lovebird

Sekilas tentang Breeding Lovebird
Mana yang lebih mudah, menjodohkan LB yg sdh pernah produk dibanding LB siapan ?? hanya share dari pengalaman pribadi aja.

Proses penjodohan LB kuncinya adalah ketepatan jenis kelaminnya, benarkah sudah jantan-betina menjadi jaminan 2 ekor LB tsb akan berjodoh (entah cepat atau lambat).  LB yg berpredikat indukan tentu sdh 100% yakin diketahui jantan- betinanya shg kesulitan pertama sdh terurai tinggal melangkah ke bagaimana penjodohannya.
Sekilas tentang Breeding Lovebird
Proses penjodohan paling sederhana dgn mengkolonikan bbrp ekor lobet supaya memilih pasangannya sendiri, pilihan jodohannya hampir selalu tepat jantan-betina dan sgr terlihat berjodoh dlm waktu relatif singkat. akan tetapi metode ini ada kekurangannya, belum tentu pilihan jodoh sesuai yg diharapkan peternak, selain itu ada sisa dlm koloni yg tdk mau berjodoh. Dalam proses koloni ada resiko burung cedera krn perkelahian rebutan jodoh.
Tahab dan usia burung yg dicampur dlm kandang koloni sebaiknya rata2 sama. dan tentu harus mempersiapkan lobet dlm jumlah banyak.

Proses penjodohan yg lain dgn cara paksa (siA dijodokan dgn siB) 2 lobet jantan - betina dipersiapkan dan dipaksa berjodoh, cara yg umum dgn menjejerkan dlm sangkar masing2 bbrp waktu spy saling mengenal, kemudian baru dicampur dlm 1 sangkar dan di mandi jemurkan bbrp hari. 2 lobet tsb bisa sgr berjodoh namun juga bisa tdk terlihat berjodohnya, bahkan sering sekali awalnya mesra bbrp hari kemudian berantem melulu.

Faktor selera masing2 lovebird thd pasangan dan perbedaan umur, termasuk fase kematangan birahi, membuat rumit proses penjodohan. Namun kembali ke kalimat awal diatas, jika sdh benar jantan-betinanya walaupun lama tetap akan berhasil menjodoh. bbrp hal yg perlu diperhatikan dlm penjodohan paksa adalah saat awal dicampur harus diamati terus menerus, jika sudah terlihat tdk akur harus ekstra sabar utk siap2 memisahkan dan dicampur kembali selang 2-3 hr kemudian.

Tips lainnya, sebaiknya kandang tanpa glodok dulu spy ruang gerak cukup luas dan spy tdk terpojok dihajar pasangannya. klo ada glodok biarkan pintu glodok dlm keadaan terbuka.
2 ekor lobet yg dicampur terlihat akur tidur berdampingan sesekali bercumbuan sdh menjadi tanda akan berjodoh. umumnya lovebird segera memasuki glodok dan tidur didalamnya, aktivitas sehari2 akan mesra dan kawin2 pd pagi dan sore hari kemudian lobet akan mulai memasukan bahan sarang. Ini menandakan kemajuan usaha penjodohan telah melangkah ke tahap produksi.

Ada lobet yg keduanya tidak tidur didlm glodok, ada yg seekor diatas glodok seekor didlm saat tidur malam dan ada yg kedua"nya tdr didalam.
Faktor yg menunjang proses penjodohan: yaitu karakter/sifat ,kondisi birahinya, umur, histori (pasangan sbelumnya), habitat penangkarannya dan bbrp trik-nya (by Wisesa LB)


Sumber :
https://www.facebook.com/notes/komunitas-lovebird-blorok-indonesia-klbi/sekilas-tentang-penjodohan-lobet/1478773799008551/

Sharing Berternak Lovebird dengan Kandang Koloni

Sharing Berternak Lovebird dengan Kandang Koloni
Di bawah ini akan diuraikan beberapa tips dan pengalam dari seorang pemiliki love bird farm, semoga bermanfaat bagi anda yg hobi dan memiliki niat untuk memulai breeding.

Mungkin Foto saya ini dapat memotivasi dan menginspirasi Rekan rekan yang berencana untuk breeding lovebird.
Sharing Berternak Lovebird dengan Kandang Koloni
Sejak Feb'10 s/d Mei'11 saya breeding LB menggunakan kandang baterei/soliter(1 pasang, 1 kandang) dengan berjalannya waktu indukan yang saya punya semakin banyak kurang lebih 70 pasang. Cukup merepotkan dan indukan tidak terkontrol dengan memakai 1 tenaga kerja saja.(Saya pikir Menambah tenaga kerja akan menambah masalah).

Akhirnya pada bulan Juni'11 saya putuskan memperluas ruang breeding dan membangun kandang koloni dgn ukuran P 2,5 x L 1,5 x T 3 Mtr sebyk 5 kandang terbuat dari bahan rangka alumunium dgn kawat stenleis, tangkringan dr bahan kayu bengkirai yg cukup keras dan kotak/glodok terbuat dari bahan kayu jati.

Dari awal pengaturan sirkulasi udara dan pencahayaan sudah diatur sedemikian baik agar Lovebird tetap nyaman.

Setiap kandang koloni rencananya akan diisi 20 pasang dari 25 kotak yang tersedia didalam kandang koloni.
Sharing Berternak Lovebird dengan Kandang Koloni
Kandang koloni A : khusus indukan Mix Color yang dari awal sudah berpasangan.(Lokal x Import)
Kandang koloni B : khusus utk Fischery Hijau Standard Import Holland/Belgi
Kandang koloni C : khusus utk Pied/Blorok dan Blackmask Violet Import Holland/Belgi
Kandang koloni D : khusus utk Pastel Kuning dan Pastel Hijau.(Lokal x Import)
Kandang koloni E : khusus utk Lutino dan Lutinem.(Lokal x Import).

Dan tidak lupa saya tetap menyediakan kandang baterei khusus untuk indukan ex Juara dan warna Olive sebanyak 14 kandang.
Sharing Berternak Lovebird dengan Kandang Koloni
Indukan/pasangan mulai dimasukkan ke dlm kdg koloni tgl.22 Juli'11 dan sampai saat ini secara keseluruhan sudah 26 kotak/glodok ada telurnya dan dierami oleh masing masing LoveBird di setiap kandang koloni dan baterei.

Pengecekan kotak/glodok dilakukan seminggu sekali. setelah pembersihan kandang.

Tidak ada kata terlambat daripada tidak melakukan sama sekali.


Sumber :
http://worth-roads.blogspot.co.id/2011/12/farm-lovebird-kandang-koloni-juli-2011.html

Bagaimana Melestarikan Pure Species Lovebird

Bagaimana Melestarikan Pure Species Lovebird
Sebuah Catatan : (terjemahan)
Bagaimana Melestarikan Pure Species
(terjemahan bebas & atas seijin dari Sam Gibbs oleh Kurnia Sutanto KLI KorWil Kal Tim Balikpapan)
Ada orang  yang " mengklaim " mereka memiliki  species murni , non -split tapi bagaimana mereka benar-benar tahu  bahwa burung tsb adalah species murni ?
Bagaimana Melestarikan Pure Species Lovebird
Saya baru punya anakan biru dari induk pasangan Personatus  hijau "murni " yang  sudah  9 generasi dari induk A dan 6 generasi dari induk  lain dan semua hanya  silangan  hijau x hijau  (personatus WT murni !)

Fakta penting nan sederhana adalah split bisa “ada” selama beberapa dekade sebelum muncul  lagi pada generasi “kesekian “ itu dengan  rupa topeng kepala yang jelek (pudar).

Ada banyak burung “wildcolour “ di sini di Eropa saya lihat ada 81 personatus hijau di Kelas A
pada kompetisi  BVA Masters tahun ini (2013) , bayangkan betapa banyaknya  burung hijau !

Di luar Eropa ” wildcolour” kurang populer , bahkan bisa dibilang, tidak eksis  ? Ada beberapa orang di luar sana yang  bersedia untuk melakukan perkuatan genetis &  mulai mengembang biakan burung species murni yang berkualitas

sayangnya permintaan pasar akan  hijau wildcolour terkalahkan oleh permintaan akan  mutasi  warna lain

Sangat sedikit peternak melakukan seleksi untuk  karakter & kualitas species , dibanding  untuk penampilan visual dan mutasi . Saya berharap beberapa peternak akan  berhasil dan orang-orang mulai menyadari betapa pentingnya  Wild Colour .

Peternak /breeder yang “se-aliran pemikiran” harus bekerja bersama-sama!,  Mengapa tidak memulai ber-kelompok saling membantu dalam pencarian  dan memunculkan kembali wildcolour berkualitas  ?

Saya akan akan senang untuk membantu. Menurut pendapat jujur saya tidak ada yang mengalahkan “wildcolour” yang baik keindahan alam itu yang terbaik ! Hanya alam akan menghasilkan burung dengan kepala hitam, kerah kuning dan dada serta tubuh hijau cerah. Kedahsyatan yg murni !

Sumber : Grup Facebook Komunitas Lovebird Indonesia

Mengenal Lovebird Dominan Pied Light Form

Mengenal Lovebird Dominan Pied Light Form
Berbicara tentang mutasi lovebird selalu menjadi hal yang menarik, selain berbicara tentang harga tentunya,, hehehe. Mutasi dan Species adalah dua hal yang berbeda, tetapi kebanyakan dari kita menamai lovebird hanya dari mutasi nya saja dan terkadang melupakan species nya. contoh sederhananya jika ada lovebird berwarna kuning terang dan bermata merah kita pasti langsung menamainya dengan Lutino Mata Merah tanpa tahu sebenarnya Lutino tersebut masuk kedalam Lutino Fichery atau Lutino Personata.
Mengenal Lovebird Dominan Peid Light Form
Lovebird Pied cukup banyak jenisnya, Setelah kita mengenal Dominant Pied Pada Ras Nigrigenis / Blackcheeked dan PROGRESSIVE PIED / MOTTLE PIED / BLOROK MUTASI kali ini kita akan coba seikit membahas tentang Lovebird Domonan Pied Light Form

Tidak semua Dom Pied (blorok dominan) itu harus memiliki warna sayap yg bercorak jelas.
Dalam wujud seperti ini pun (foto dibawah), tetaplah blorok dominan, walaupun terkesan polos pada area sayapnya.
Mengenal Lovebird Dominan Peid Light Form
Pada area punggung atas sampai pangkal ekor, adalah area dimana warna asli si Dom Pied ini tetap tersisa.

Lantas, kita istilahkan apa corak polos yg seperti ini? Istilahnya adalah Light Form Pied.
Bila coraknya tegas, kontras, tebal, mencolok, kita sebut itu Heavy Pied.

Lovebird jenis ini memang sedikit peminatnya tapi bukan berarti lovebird Light Form Pied ini kurang indah. banyak diantara kita yang belum mengenal lovebird jenis ini, maka dari itu harga dipasarannya pun kurang bagus dan terkalahkan oleh Lovebird DomPied dari ras Ficshry apalagi yang berjenis sable yang saat ini menjadi primadona dari kelas Pied.

Tapi jangan pernah remehken lovebird Light Form Pied. untuk para breeder yang ingin mencetak Lovebird Pied Sable ataupun Lovebird Pied Parblu bisa menggunakan Light Form Pied sebagai paket hematnya. karena pada dasarnya Light Form pun tetap membawa mutasi Pied
Mengenal Lovebird Dominan Peid Light Form


sumber : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia dengan beberapa tambahan untuk penyesuaian
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/329936100503626/

Strategi Berternak Lovebird Opalin Non Klep

Strategi Berternak Lovebird Opalin Non Klep
yang dimaksud skenario dalam tulisan ini adalah "cara"
menghasilkan Opaline  hanya dengan salah satu induk Opaline atau split Opaline. Penjabaran ini khusus ditujukan bagi yg mau memulai breed Opaline, Silahkan bisa memulai dengan skenario 1,2 atau 3 semoga bermanfaat

1. Modal awal : Jantan Non Opal x Betina Opal
Anakan betina pada tahap ini tidak dapat dipakai lanjut .
Selanjut-nya lakukan back cross : Anakan jantan split Opal X induk betina Opal :

Akan diperoleh anakan sbb:
= 50% anakan betina Opal,…50% betina non Opal
= 50%  anakan jantan Opal ,…50%  jantan split Opal

“jangan lupa ,..pada mutasi Sex Linked ,..tidak ada betina split Opal “

Bisa dilanjutkan dg skenario (inbreed, jika modal awal di atas hanya satu pasang saja)  :

a  Jantan Opal X Betina Opal ,................akan menghasilkan anakan 100% Opal
b  Jantan Split Opal x Betina Opal,......... akan dihasilkan anakan (lihat diagram di atas ):
              = 50% anakan betina Opal,…...50% betina non Opal
              =50%  anakan jantan Opal ,….50%  jantan split Opal

Selanjutnya, silahkan dilanjut dengan fokus pada Jantan Opal X Betina Opal = anakan akan 100% Opaline

 2.  Modal awal :  Jantan  Opal   x Betina Non  Opal
Pada tahap awal ini sdh langsung diperoleh anakan betina Opaline

Dapat dilanjutkan dg alternatif:
a.   Back Cross (inbreed) : anakan betina Opal x Jantan Opal (bapaknya)
                                         Anakan akan Opal semua  100%...

b.   Inbreed antar anakan : Jantan split Opal  X betina Opal
      Anakan yg dihasilkan :    
= 50% anakan betina Opal,…50% betina non Opal
=50%  anakan jantan Opal ,…50%  jantan split Opal

Tahap breeding  selanjutnya ,…untuk efisiensi produksi
betina Non Opal.& jantan Split Opal,..boleh tidak digunakan

lanjut fokus pada Opal (Jantan & Betina),…agar anakan 100% Opaline

3. Modal Awal :  Jantan Split Opaline  X betina Non Opaline
Ini adalah skenario yg paling murah modal awal Rupiah-nya ,…

Akan dihasilkan anakan sebagai berikut :
Pada tahap pertama kemungkinan menghasilkan opaline = 50%  ( betina Opal)

Alternatif breeding selanjutnya :
a.       Back Cross  : Bapak-Jantan Split Opal X anakan Btina Opal
b.       Inbreed       :  Jantan Split Opal   X Btina Opal

Prediksi anakan yg dihasilkan :
= 50% anakan betina Opal,…..50% betina non Opal
=50%  anakan jantan Opal ,…50%  jantan split Opal

Tahap breed selanjutnya ,…untuk efisiensi produksi,…
betina Non Opal dan jantan split Opal boleh tidak digunakan,..
focus pada Opal jantan dan btina ,..agar anakan 100% Opaline ,…

Dari pola  sifat menurun  Opaline ( SexLinked),
tampak bahwa indikasi "peluang" jumlah individu jantan yg dihasilkan
relatif lebih sedikit dibanding betina ,…

Selamat memulai ,..semoga sukses ,…..Happy Breeding ,..:)


sumber :
https://www.facebook.com/notes/275929915890714/


Tips Berbelanja Burung yang Aman

Tips Berbelanja Burung yang Aman
TIPS BERBELANJA AMAN. By Casper.

Lovebird sudah menjadi salah satu komodity usaha yang tidak bisa dianggap remeh. kenapa bisa dikatakan demikian ?? karena sudah mulai marak modus penipuan dari jual beli lovebird ini. sengaja modus penipuan dijadikan patokan karena jika usaha yang tidak populer pasti jarang ada yang melakukan modus penipuan. hehehe,,

Usahakan membeli dengan menggunakan metode Ada Barang Ada Uang / Ketemuan / Cash On Delivery (COD). Pastikan untuk mengecek LOVEBIRD terlebih dahulu. Jika penjual atau LOVEBIRD berada di luar kota, mintalah bantuan kepada keluarga atau teman yang tinggal di kota tersebut untuk mengecek LOVEBIRD yang akan dibeli.
Jika penjual meminta system pembayaran transfer:
Tips Berbelanja Burung yang Aman
  1. Lakukan pengecekan dokumen penjual terlebih dahulu seperti fotocopy SIM dan nomor rekening penjual. Apakah kedua dokumen tersebut memiliki nama yang sama atau tidak, asli atau tidak (ada data-data di dokumen yang dirubah), apakah diantara dokumen tersebut ada yang meragukan atau tidak.
  2. Jika penjual memiliki account social media, lakukan pengecekan terhadap account penjual, sudah berapa lama dia memiliki account tersebut, berapa banyak teman/koneksi yang dimiliki dan informasi-informasi lain yang bisa meyakinkan anda.
Hati-hati, Jangan mudah terpancing jika penjual memberikan informasi atau janji-janji yang berlebihan (misal: harga terlalu rendah, alasan banyak orang lain yang berminat dan anda diminta harus segera transfer DP, dll).
Keterangan:
  1. Upload gambar/photo yang sesuai dengan LOVEBIRD yang dijual dengan kualitas photo bagus, fokus dan tidak miring/terbalik.
  2. Gunakan photo asli yang diambil langsung dari kamera (tanpa di edit).
  3. Jika posting menjual LOVEBIRD anda harus lengkap
  • JENIS BURUNG LOVEBIRD apa?
  • JENIS KELAMIN
  • USIA
  • MINUS NYA APA / NO MINUS BARANG SEHAT NO CACAT.
  • ALAMAT LENGKAP.
  • HARGA Rp.
  • NOMER TELEPON YANG BISA DI HUBUNGI.
jika memang dalam kondisi tidak bisa COD karena lokasi yang jauh diharapkan menghindari sistem transfer langsung apalagi jika kita belum mengenal sang penjual. manfaatkanlah REKBER (Rekening Bersama) yang telah disediakan oleh beberapa komunitas pecinta lovebird

Salam Breeder Lovebird Lover.

Sumber :
KOMUNITAS LOVEBIRD AREK MALANG (KLA-N)

Sekilas Tentang French Molt (FM) Mabung Prancis

Sekilas Tentang French Molt (FM) Mabung Prancis
Penyakit ini merupakan penyakit yang dapat menular namun masih ada kemungkinan pulih. Dinamakan French Molt karena awal ditemukan penyakit ini adalah dari Budgie yang di Import dari Prancis (French) ke German.
French Molt
Gejala awal dapat terlihat pada burung muda / anakan / piyik usia antara 6-8 minggu. Dimana pada awalnya memiliki bulu normal / hampir sempurna yang kemudian tiba-tiba bulu ekor dan sayap utama (primary flight) rontok secara bersamaan.

Beberapa anakan akan mengalami kerontokan bulu-bulu besar, sebagian beruntung hanya sedikit mengalami kerontokan bulu besar.

Pada Umumnya bulu-bulu kecil pada bagian tubuh, sperti bagian perut tidak terpengaruh oleh FM. Hampir sebagian besar Budgie yang terjangkit FM tidak bisa terbang sepanjang hidupnya karena sayap mereka tidak tumbuh sama skali atau tumbuh namun tidak sempurna (keriting atau rapuh)
Uniknya kebanyakan korban FM ini menjadi Bugie yang bisa berlari dengan cepat atau hanya jadi parkit yang senang melompat.
Mabung Prancis
PENYEBAB DAN PENYEBARAN.
Polyoma Virus adalah penyebab dari penyakit ini dan bentuk lain dari penyakit ini disebut BFD (Budgerigar Fledging Disease).
BFD seringkali menyebabkan kematian namun FM hanya menyebabkan kehilangan kemampuan yang berkaitan dengan pertumbuhan bulu.

Sampai saat INI tidak diketahui secara pasti bagaimana cara virus ini meng-infeksi Budgie. Beberapa ahli mengatakan PENYEBARAN VIRUS dari indukan ke telur. Itulah mengapa JANGAN PERNAH MEMBIARKAN BUDGIE YANG MENDERITA FM MEMPUNYAI ANAK. Resiko untuk diturunkan terlalu besar.

MASALAH LAIN adalah beberapa kasus BUDGIE DEWASA MEMBAWA VIRUS TANPA MENUNJUKKAN GEJALA. Mereka bisa menjadi pemicu mewabahnya FM didalam koloni atau aviary.

PERAWATAN, PENYEMBUHAN FM
Sampai saat ini tidak ada cara untuk mematikan virus, termasuk polyoma virus.
Yang bisa dilakukan hanyalah menunggu siklus hidup polyoma virus berakhir.
Rentang waktu hidup polyoma virus ada dalam kisaran 3-5 bulan (sebagian referensi mengatakan 3-4 bulan). Jika tidak mendapatkan inang (media hidup) baru maka virus akan mati dan hilang dengan sendirinya.

Untuk langkah menghentikan perkembangan siklus hidup polyoma virus ini maka pastikan TIDAK ADA INDUKAN YANG BERTELUR, DAN TIDAK ADA TELUR YANG DITETASKAN DALAM KURUN WAKTU SEKURANGNYA 5 BULAN disekitar parkit yang terjangkit FM.

Asupan Gizi dan nutrisi yang baik mempercepat pulihnya Budgie yang terkena dampak FM.
Namun tidak smua Budgie yang terpapar FM akan kembali sempurna, sebagian ada yang mengalami kebotakan seumur hidup.
Faktor pemicu munculnya efek polyoma virus ini bisa disebabkan oleh :
  • Stress
  • OverCrowdid (terlalu banyak burung dalam 1 kandang)
  • MalNutrisi
  • Over Breeding (terlalu banyak berkembangbiak tanpa istirahat)
FM ini-pun diketahui bisa menjangkiti semua jenis psittasidae (parrot seed eaters) sperti Lovebird, cockatiel, parrotlet dll

Semoga Bermanfaat.
Sulis Haryanto (member of Indonesian Budgie Lovers)

Melatih Lovebird Agar Durasi Maximal untuk Orang yang Sibuk Bekerja

Melatih Lovebird Agar Durasi Maximal untuk Orang yang Sibuk Bekerja
Sharing bareng lurrr gini fungsinya forum ini mari kita ulik2 bareng , sebelum kepokok intinya , pertama si perawat harus bisa sabar dulu,kedua bisa pahami karakter lb, seperti kesukaanya pakai tangringan, apa yang tidak di suka, kl pakan semua sesuai kebiasaan saja, kl saya menyarankan milpit cukup , ingat lurr 100 lovebird pnya 100 karakter, jd buat rawatan ala saya sebagai pembanding saja jangan di makan mentah2, perawat juga perlu sedikit eksperimen. sekarang kita ke pokok intinya rawatan lb untuk max kan durasi, ada banyak cara, tapi saya hanya bahas beberapa aja njeh, insyaAllah kalo cocok dengan lovebird sedulur2 sedoyo bs jd rampok prestasi, heheh itu kata keren saya
Melatih Lovebird Agar Durasi Maximal untuk Orang yang Sibuk Bekerja

  • pagi kalau sempet ngembun kan di embunkan, Catatan lht di luar ada bintang apa gak, krn ternyata pengembunan pas waktu dilangit ada bintang lebih efektif lb lbh segar, krn kelembapannya lebih tiggi, bs di cb, pengembunan kl gak ada bintang lb lbh sering ngembung ketimbang pengembunan yg ada bintang, dan itu sdh sy praktekan, pakan minum biarkan saja di dalam, tp kl gak sempet ngembuni gk apa2
  • jam 6/7 kandang dibersihkan lb di mandikan sesuai kebiasaan lovebird masing, waktu jemur pakan minum br di keluarkan semua, di usahan jemur jangan digantang, posisi di bawah bs atau di atas pager rumah, yang penting aman, dr kucing dan orang jail, jemur jam7-9 saja ckp, tp kl diantara jam 7-9 panasnya menyengat atau lb sdh ngap2pan diambil dan diteduhkan, krn penjemuran lama tdk wajib, kita harus melihat kondisi lovebird, engan kita membuat lovebird nyaman mereka akan selalu berikan yang terbaik.tp khusus untuk lb dewasa penjemuran ckp 30menit - 1 jam kl saya, habis jemur di teduhkan 10-15 menit setelah itu dikrodong dan di masteri , carilah masteran yg mengalun2 kyk lb kusumo, itu cocok untuk melatih lb biar durasinya banyak , ingat lb durasi pendek masih bisa di max kan durasinya jd jangan khawatir, saya sdh mengalaminya sendiri
  • selama di krodong masteran wajib, setelah itu sore kl sempet cukup angin2kan 15 menit saja, lalu krodong lagi masteri lagi, tp kl gak sempet bs langsung malamnya buka krodong, angin2kan 5menit, lb di semprot tipis dada sama pungungnya gak perly basah kuyup, cukup basah saja,catatan mandi malam dr saya ingat jangan sampai kena kepalnya, setelah mandi malam jangan nunggu kering, 3menit cukup langsung krodong lagi tentunya di masteri lagi, lakukan itu secara terus menerus di ulang, inzallah 1mgg bs di cb di trak sm lb lain, ingat harian lb2 jangan sampai saling lht, ckp dengar saja.

allhmdllh mungkin itu sedikit masukan dari saya, artikel ini berdasarkan pengalaman pribadi, cinta, neo Al, dan masih banyak gacok saya sdh biasa jadi perampok prestasi dan yang penting bs buat silahturahmi



Sumber :
https://www.facebook.com/notes/komunitas-lovebird-semarang/melatih-lovebird-agar-durasinya-bisa-maxala-sederhana-dan-bisa-buat-orang-sibuk-/1804050886533047/

Ternak Lovebird dengan Poligami

Ternak Lovebird dengan Poligami
Poligami dalam ternak lovebird
Idealnya 1 jantan dan 3 betina

Meski di alam liar Lovebird dikenal sebagai burung setia alias monogami, bukan berarti seekor lovebird jantan dalam penangkaran tidak bisa dibiakkan dalam kehidupan poligami. Sudah ada beberapa penangkar lovebird yang berhasil menerapkan perkawinan poligami, antara lain Om Joni, pemilik Fiqrillah Farm di Sumenep.
Ternak Lovebird dengan Poligami
Ternak lovebird model poligami harus menggunakan kandang battery / soliter.
Tujuan beternak lovebird model poligami tentu saja untuk menghemat jumlah pejantan yang bakal digunakan untuk mengawini induk betina. Secara teoritis, induk jantan mampu mengawini hingga 4-5 ekor induk betina, dengan persentase fertilitas yang tetap prima.

Bahkan, berdasarkan pengalaman Om Joni, rasio ideal jantan dan betina dalam perkawinan poligami pada lovebird adalah 1 : 3. Jadi, seekor pejantan mengawini tiga induk betina.
Tetapi model poligami di sini tidak seperti peternakan ayam kampung, di mana seekor pejantan akan dicampur dengan beberapa ekor betina dalam satu kandang. Jika model ini dilakukan pada lovebird, maka burung jantan hanya mau mengawini satu betina saja, dan muncul sifat aslinya sebagai burung monogami.

Poligami tidak bisa diterapkan pada kandang kandang koloni.

Seleksi indukan:
  • Induk jantan minimal berumur 8 bulan.
  • Induk betina minimal berumur 1 tahun, atau sudah memasuki masa birahi.
  • Karena induk jantan akan mengawini 3 induk betina, maka kualitasnya mesti bagus terutama untuk lovebird suara.
  • Induk betina juga diusahakan memiliki kualitas suara yang bagus, kalau orientasi ternaknya fokus ke ngekek panjang.
  • Apabila orientasinya mencetak lovebird warna eksotik, lebih baik jika 3 induk betina memiliki warna yang berbeda-beda, sehingga bisa menghasilkan anakan yang makin bervariasi.
Selain menghemat jumlah induk jantan, keuntungan ternak lovebird model poligami adalah kita bisa memprediksi warna anakan lovebird, berdasarkan warna induk jantan dan warna induk betina yang akan dikawinkan.

Persiapan kandang ternak:
  • Persiapkan tiga unit kandang ternak, sesuai dengan jumlah induk betina. Selain itu, siapkan pula 1 unit kandang ternak untuk induk jantan.
  • Kandang induk betina bisa disusun secara berjajar. Adapun kandang induk jantan diletakkan agak jauh dari kandang betina, kalau perlu jangan sampai terlihat.
  • Untuk memudahkan identifikasi, masing-masing kandang betina diberi nomor, misalnya 1, 2, dan 3; atau A, B, dan C.
  • Setiap kandang induk betina dilengkapi dengan wadah pakan, air minum, tenggeran, serta kotak sarang dari bahan triplek.
  • Kotak sarang diletakkan di salah satu sudut kandang. Masukkan bahan sarang ke dalamnya, tetapi secukupnya saja.
  • Tebarkan pula bahan sarang ke dasar kandang induk betina. Bahan sarang dapat berupa ijuk halus, daun cemara kering, atau bahan sarang lainnya. Bahan inilah yang akan diambil induk ketika hendak bertelur, untuk dimasukkan ke kotak sarang.
  • Pakan utama yang diberikan adalah campuran millet putih, gabah, dan canary seed.
  • Pakan tambahan / extra fooding (EF) berupa jagung muda, daun sawi putih, kwaci (biji bunga matahari), dan tulang sotong.
    Ternak Lovebird dengan Poligami
Pergiliran perkawinan poligami
Berikut sistem pergiliran poligami pada ternak lovebird, sebagaimana dilakukan Om Joni selama ini:
  • Setiap pagi, mulai pukul 06.00 hingga 07.00, induk jantan dimasukkan ke kandang betina dan itu dilakukan secara bergiliran.
  • Misalnya, pertama kali dimasukkan ke kandang betina-1 mulai pukul 06.00. Namun satu jam kemudian, induk jantan diangkat dan dimasukkan lagi ke kandangnya sendiri.
  • Keesokan harinya, induk jantan kembali dimasukkan ke kandang betina-1, dalam waktu yang sama pula (06.00 – 07.00). Setelah itu dikembalikan lagi ke kandangnya. Begitu seterusnya, sehingga induk jantan selama 4 hari berturut-turut berada di kandang betina-1, meski hanya selama 1 jam.
  • Hari kelima, induk jantan dimasukkan ke kandang betina-2 dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 07.00. Setelah itu dikembalikan ke kandangnya sendiri. Hal ini berlaku selama 4 hari berturut-turut.
  • Selanjutnya, induk jantan dimasukkan ke kandang betina-3, dalam rentang waktu yang sama dan selama 4 hari berturut-turut pula.
  • Jadi selama 12 hari nonstop, induk jantan akan selalu mendampingi induk betina, meski satu jam saja. Ketika campur dengan induk betina, induk jantan mampu mengawini pasangannya secara sempurna.
  • Beberapa hari atau minggu setelah kawin, masing-masing induk betina akan bertelur. Kalau telur menetas (meski hanya pada 1-2 induk betina saja), berarti perkawinan poligami sukses. Kalau tak ada satu telur pun yang menetas, ada dua kemungkinan yang terjadi: induk jantan tak pernah mengawini betinanya, atau induk jantan memang infertil.


Sumber: Tabloid Agrobur No 757 – Minggu I Desember 2014
Semoga bermanfaat.


Mengenal Lutino Personata

Mengenal Lutino Personata
Selamat Pagi dan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa untuk para Lovebird Lovers yang menjalankannya. Kali ini kita akan mencoba membahas sedikit tentang Lutino dari jenis personata.

Teman - teman sesama Lovebird Lover mungkin sudah tidak asing lagi dengan Lovebird jenis Lutino. Ketika ditanya seperti apa itu Lutino, (hampir) semua serempak menjawab : "Itu lhoo yang kuning ngejreng kepala merah ngalung sampe dada dan bermata merah kaya habis kecolok,, hehehe,,".
Tetapi ketika ditanya : "Lutino jenis / spesies apa itu Bro?...".
Apa jawaban anda ??

Memang kebanyakan yang beredar diantara para breeder adalah mutasi Lutino Sable dari jenis Ficshery. tetapi ternyata mutasi Lutino ini terdapat pula pada jenis personata. kok bisa ?? ya bisa lah....
Lutino Personata
Lutino Personata dan jenis lain pada Lovebird Kacamata mutasinya bersifat resesif, dan bisa diwariskan ke keturunan setelahnya secara genetis (split/trah).

Ngobrol bareng Komunitas Lovebird Lover Indonesia kali ini kita coba mengenal Lutino dari jenis Agapornis Personatus, atau dikenal dengan sebutan Dakocan / Kepala Hitam yang memang spesies Lovebird yang sangat umum di Indonesia.

Tahukah Anda, Lutino yang umum diperjual belikan di kita mayoritas dari jenis Lutino Fischeri ataupun Lutino Hybrid.

Semakin merah, semakin merata ke bawah, semakin dicari.
Tidak demikian dengan CIRI FISIK Lutino Personata.

Bedanya, warna kemerahan di kepala Lutino Personata, tidak setajam warna merah pada Lutino Fischeri, dan areanya pun hanya sebatas di kepala tanpa menyebar ke bagian dada. Di bagian pangkal ekor (tungir, atau disebut juga rump), Lutino Personata berwarna kuning polos, tanpa ada warna putih seperti pada Lutino Fischeri.
Lutino Personata

Lutino Personata

Lutino Personata
Jadi, tidak semua Lutino yang bagus itu merah menyala, menyebar (ngalung) sampai dada. Bila Anda penggemar jenis Personata, maka Si Pucat ini yang terbaik! tapi tetap perlu dicatat dan diingat baik -baik, kalo lutino itu harus lah bermata merah



Sumber : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/305083319655571

Racikan Pakan Lovebird Juara

Racikan Pakan Lovebird Juara
RACIKAN CAMPURAN OLAHAN PAKAN BIJI-BIJIAN LOVEBIRD

Mungkin para LoveBird Lover’s di luaran sana sudah banyak yang tahu juga soal racikan ini, atau mungkin juga ada yang tidak setuju menggunakan racikan ini, karena sempat juga saya ngobrol dengan salah satu Breeder LB kelas Kakap (bermodal gede..he..he).
Racikan Pakan Lovebird Juara
Bahwa bagi dia LB di alam bebasnya memakan makanan apa adanya tanpa di olah terlebih dahulu, nahh.. bagi dia biji-bijian (Milet Merah/Putih, Kwaci, Canary Sheet, dll.) tidak perlu dicuci atau diolah terlebih, biarkan saja apa adanya. Nahh..ya itu tadi kembali ke prinsip dan metode ternak/pemeliharaan LB masing masing serta tentunya
kemampuan masing-masing LoveBird Lover’s. Misal :
  • Yang berkantong tebal, sanggup-sanggup saja membeli pakan/obat-obatan/vitamin yang terkenal bagus dan harga mahal, bahkan yang import sekalipun.
  • Yang berkantong pas-pasan seperti saya ini, selalu ingin mencoba dan mencoba, dengan prinsip selagi ada yang murah dan cocok buat LB saya kenapa tidak saya coba dan sebisa mungkin meminimalisir penggunaan bahan-bahan kimia.
Tanpa ada niatan dari saya untuk menggurui, hanya sekedar sharing saja dan kebetulan ada member KLI yang meminta untuk di share. Maka saya akan mencoba sharing racikan olahan pakan biji-bijian yang selama ini saya gunakan, saya gunakan sejak pertama kali saya memelihara LB sekitar awal tahun 2010 dan sampai sekarang masih saya gunakan. 

Mengingat kondisi hawa di rumah tempat saya memelihara LB, cuacanya agak lembab, dikelilingi oleh pohon dan bambu dan curah hujan di Bogor yang juga cukup tinggi.

Beberapa orang di Bogor pun sudah mencoba racikan pakan yang saya share kepada mereka, yang mungkin juga sudah mereka modifikasi sendiri, disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Biji-bijian yang akan diracik disesuaikan dengan kebutuhan masing, diproses secara tersendiri, dengan maksud agar fleksibel dalam pencampuran nantinya.
Sebagai contoh untuk peracikan 25Kg milet putih, saya biasanya mengunakan bahan dan takaran sbb :
  1. 1 Kg Jahe (dicuci bersih)
  2. ¾ Kunyit (dicuci bersih)
  3. ¾ Kencur (dicuci bersih)
  4. 5 Butir Telur Bebek atau Ayam Kampung (Ambil kuningnya saja)
  5. 1 Box Madurasa (Madu Murni lebih baik)
Cara Pengolahan :
  1. Bahan 1,2 dan 3 diparut, kemudian peras airnya dan buang hampas nya.
  2. Cuci bersih milet, kemudian tiriskan.
  3. Tambahkan air secukupnya pada bahan 1,2 dan 3, kira-kira milet 25Kg terendam semua dan sempurna.
  4. Sebelum air perasan Bahan 1,2 dan 3 di tuangkan ke Milet, tambakan dulu kuning telur dan Madu serta aduk hingga merata.
  5. Rendam milet menggunakan cairan racikan tadi, kemudian tutup wadah rendaman. Waktu pengerjaan sebaiknya mulai direndam sekitar jam 19.00 sampai pagi hari sekitar jam 06.00
  6. Kemudian tiriskan/saring airnya. Kemudian jemur di matahari terik hingga mengering.
  7. Pakan siap digunakan
Hal ini dapat juga dilakukan pada pakan biji-bijian lainnya, seperti Kwaci, Milet Merah, Canary Sheed, dll., dengan porsi bahan racikan disesuaikan.

Sekali lagi, tidak ada maksud dari Saya untuk menggurui, hanya sekedar berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki sebagai titipan dari Allah SWT, wajib bagi saya untuk berbagi kepada orang lain selama mereka membutuhkan. Dan saya tidak berani meng-klaim bahwa racikan yang saya gunakan ini pasti cocok juga jika diterapkan pada orang lain. Silahkan dinilai sendiri nantinya, jika kurang monggo ditambahkan.

SEMOGA BERMANFAAT
Salam KLI,

MGS BF

Sumber : Komunitas Lovebird Indonesia

Mengenal Slaty Blue

Mengenal Slaty Blue
Slaty Blue.

Berbicara tentang mutasi lovebird selalu menjadi hal yang menarik, selain berbicara tentang harga tentunya,, hehehe. Mutasi dan Species adalah dua hal yang berbeda, tetapi kebanyakan dari kita menamai lovebird hanya dari mutasi nya saja dan terkadang melupakan species nya. contoh sederhananya jika ada lovebird berwarna kuning terang dan bermata merah kita pasti langsung menamainya dengan Lutino Mata Merah tanpa tahu sebenarnya Lutino tersebut masuk kedalam Lutino Fichery atau Lutino Personata.

Banyaknya  mutasi warna pada Lovebird menjadi sebuah daya tarik tersendiri untuk kita para Lovebird Lovers. Selain mutasi yang sudah familiar seperti pastel, albino, lutino sebagainya adapula mutasi lain yang jarang dikenal oleh para penghobi. salah satunya adalah mutasi lovebird slaty blue yang kebanyakan terdapat pada lovebird Ficshery dan personata.

Salah satu jenis mutasi pada Lovebird seri biru yang jarang kita lihat dibanding mutasi lainnya selain Misty adalah Slaty.

Dikenal juga dengan sebutan Steel Blue, Slaty merupakan mutasi yang bersifat dominan.
Bila dilihat, sepintas mirip dengan Mauve tetapi nampak nuansa kebiruan. Pada bagian perut pun warnanya bukan kelabu seperti Mauve, tetapi mirip dengan warna cangkang telur bebek atau telur asin.

Lovebird slaty ini masih jarang ditemukan sehingga harganya pun cukup tinggi. Menurut saya pribadi lovebird slaty ini mirip dengan lovebird mauve namun warnanya lebih pudar. Bagian dadanya juga hampir sama yaitu warna biru keabu-abuan. Warna lehernya putih, kalau ngalung putih artinya lebih jelas dan ini terjadi pada lovebird slaty perso.

Warna sayap lovebird slaty juga biru-keabu-abuan. Ada yang bilang kalau lovebird slaty ini seperti lovebird Mauve. Pada bagian perutnya warna kelabu cangkang telur bebek (telur asin). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah.

So, jangan sampai salah indentifikasi ya, antara Slaty, Misty, dengan Mauve.

*Credits to original photo uploader.
Slaty Blue

Slaty Blue

Steel Blue

Steel Blue


Sumber : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia dengan beberapa tambahan untuk penyesuaian
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/330073273823242/

Lutino NSL dan Lutino SL

Lutino NSL dan Lutino SL
Karena yang dibahas memiliki persamaan, yaitu mengenai Albinisme (mutasi Ino), maka artikel mengenai dua mutasi tersebut Saya gabung saja.
Untuk perbedaan antara kedua, silahkan simak penjelasan dibawah.
Namun sebelumnya, secara umum kita bahas dahulu mengenai Albinisme.

1. ALBINISME
Albinisme terjadi ketika kandungan pigmen Eumelanin benar-benar hilang secara total.
Albinisme terbagi dalam 2 golongan, yaitu Sex Linked Ino (SL Ino) dan Non Sex Linked Ino (NSL Ino).
Dampak dari mutasi ini adalah menjadikan tampilan fisik burung nampak "Bule".
Tidak hanya tampilan bulunya saja, namun pada mata, kaki, dan kuku juga turut terkena dampak dari mutasi tersebut.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Hijau, maka terciptalah Lutino.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Biru, maka terciptalah Albino.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Parblue, maka terciptalah Creamino.
Agar lebih menarik dan variatif, Anda dapat mengombinasikan mutasi Ino dengan mutasi lain.

2. NSL INO
NSL Ino pertama kali terjadi pada spesies Nyasa, lalu ditransmutasi ke Personata.
Lalu dari Personata ke Fischeri dan Blackcheeked. Jadi NSL Ino ini mutasinya terdapat pada Lovebird golongan Eyering/kacamata saja.
Mengapa disebut NON SEX LINKED INO?
Penyebabnya adalah karena sifat dari pewarisan mutasi ini adalah resesif dan TIDAK TERKAIT KELAMIN.
Maksudnya? Jantan maupun betina, memiliki kans dan mekanisme mewariskan yang sama kepada keturunannya.
Lutino NSL
Contoh:
  • Jantan Lutino x Betina Hijau (tanpa split) = apapun jenis kelamin anaknya, Hijau split Ino.
  • Jantan Hijau (tanpa split) x Betina Lutino = apapun jenis kelamin anaknya, Hijau split Ino.
Walaupun ditukar, hasilnya sama saja toh? Karena tidak terkait kelamin.

3. SL INO
Mekasime mutasinya hampir sama saja dengan NSL Ino, namun bedanya SL Ino ini terjadi pada spesies Roseicollis (nonklep).
Mengapa disebut SEX LINKED INO?
Penyebabnya adalah karena sifat dari pewarisan mutasi ini adalah resesif dan TERKAIT KELAMIN.
Maksudnya? Jantan dan betina memiliki kans dan mekanisme berbeda dalam mewariskan yang sama kepada keturunannya.
Lutino SL
Contoh:
  • Jantan Lutino x Betina Hijau (tanpa split) = anak JANTAN pasti HIJAU SPLIT INO, dan anak BETINA pasti LUTINO.
  • Jantan Hijau (tanpa split) x Betina Lutino = anak JANTAN pasti HIJAU SPLIT INO, dan anak BETINA pasti HIJAU tanpa split.
Perbedaan dalam penentuan jenis kelamin indukan, bisa sangat berpengaruh pada mutasi anakannya nanti, dan jenis kelaminnya bisa ditebak.
Jadi, pemilihan induk sangat berpengaruh banyak dalam hasil yg didapat nantinya.


Sumber :
https://www.facebook.com/groups/lovebirdsloversindo/permalink/454537361376832/

Deteksi gangguan pernafasan pada burung

Deteksi gangguan pernafasan pada burung
Deteksi gangguan pernafasan pada burung
PEMICU GANGGUAN PERNAFASAN
Deteksi gangguan pernafasan pada burung
AMONIA
Setiap kotoran / feces burung, juga manusia dan mamalia, pasti mengandung amonia. Amonia dalam kotoran burung dipicu oleh kandungan protein dalam pakan serta extra fooding (EF) seperti kroto, jangkrik, ulat hongkong, dan serangga lainnya.

Jika kotoran burung dibiarkan menumpuk dan tidak segera dibersihkan, maka kadar amonia menjadi tinggi. Ketika burung menghirup udara, maka sangat dimungkinkan amonia pun ikut terhirup. Makin tinggi kadar amonia dalam kandang / sangkar, makin banyak pula amonia yang ikut terhirup.

Persoalan makin pelik jika Anda memelihara burung dalam sangkar, dan sangkar dikerodong ketika kotoran masih menumpuk. Akibatnya, makin banyak pula amonia yang terhirup burung. Hal ini juga berlaku pada burung yang dipelihara dalam kandang, apalagi dengan ventilasi udara minim, bahkan jarang terkena sinar matahari, dan kotoran sering dibiarkan menumpuk.

Nah, amonia yang terhirup akan mengiritasi saluran pernafasan burung, menyapu silia, dan merusak mukosa di permukaan saluran pernafasan. Dampaknya, produksi lendir menjadi berlebihan.

Amonia juga dapat mengakibatkan iritasi pada konjungtiva mata, sehingga sistem pertahanan tubuh burung terganggu. Konjungtiva adalah membran / selaput tipis dan bening yang melapisi permukaan bagian dalam kelopak mata dan dan menutupi bagian depan sklera (bagian putih mata) burung.
Jadi burung akan mengalami gangguan pernafasan yang bukan disebabkan bibit penyakit, melainkan akibat menghirup amonia secara berlebihan. Nafasnya akan terdengar (ngorok), sebab banyak lendir di saluran pernafasannya.

Jika burung mengalami kondisi seperti ini, secara fisik ia terlihat sehat. Bahkan ada beberapa burung yang tetap moncer saat berlomba, tetapi pada malam hari terdengar suara ngorok. Burung memang tidak sakit, “hanya” mengalami gangguan pernafasan akibat banyak menghirup amonia dari kotoran yang dibiarkan menumpuk.

Biasanya, kondisi seperti itu tidak berlangsung lama. Sebab, pada dasarnya sistem pertahanan tubuh di saluran pernafasan sudah sangat lemah. Apabila beberapa organ pernafasannya sudah rusak, bibit penyakit yang terbawa udara pun mudah sekali menempel pada saluran pernafasannya.

Akibatnya, burung tidak hanya sekadar mengalami gangguan pernafasan akibat menghirup amonia, tetapi benar-benar terserang salah satu dari tujuh jenis penyakit pernafasan. Maka, selain ngorok, akan muncul gejala lain berupa batuk dan bersin.
Solusi:
  • Jika ada waktu, biasakan membersihkan bagian dasar sangkar dua kali sehari: pagi dan sore.
  • Jika tak sempat, setidaknya kotoran dibersihkan setiap pagi.
UDARA BERDEBU
Udara yang terhirup burung, juga manusia dan mamalia, pasti mengandung partikel debu berukuran super kecil (mikron). Partikel debu yang terkandung dalam udara ketika dihirup rata-rata berukuran 1,0 – 5,0 mikron. Adapun yang mampu disaring bulu getar (silia) pada rongga hidung burung hanya partikel berukuran 3,7 – 7,0 mikron. Jadi, ada beberapa partikel debu yang akan masuk ke saluran pernafasan lebih dalam, mulai dari larynx, trakea, bronkus, bronkiolos, parabronkus, paru-paru, dan kantung udara.

Jika udara sangat berdebu, maka jumlah partikel yang terhirup pun makin banyak. Dampaknya sama seperti amonia, yaitu akan merusak silia dan mukosa pada permukaan saluran pernafasan burung. Akibatnya, produksi lendir menjadi berlebihan sehingga membuat burung mengalami gangguan bernafas, ditandai dengan suara ngorok. Jika terus dibiarkan, sistem pertahanan tubuh burung pada saluran pernafasan juga akan melemah, sehingga penyakit pernafasan yang sesungguhnya akan muncul.

Solusi:
  • Jika memelihara burung dalam kandang, terutama penangkar, cermati kondisi lingkungan di sekitar kandang saat terjadi embusan angin cukup kencang. Jika terlihat banyak debu beterbangan, segera sirami halaman tersebut. Hal ini biasa terjadi pada siang hingga sore hari.
  • Jika burung dipelihara dalam sangkar, yang digantang di dekat lingkungan yang mudah berdebu, hal ini juga bisa disiasati dengan sering-sering menyiram halaman sekitarnya.
SUHU DAN KELEMBABAN
Idealnya, suhu lingkungan di sekitar kandang / sangkar burung sekitar 25 – 28 ºC, atau sekitar satu derajat di bawah suhu kamar (29 ºC).

Salah satu tengara untuk mengamati udara yang terlalu panas bagi burung adalah melihat caranya ia mengambil nafas. Jika udara terlalu panas, maka burung akan lebih sering membuka paruhnya untuk menghirup udara.

Kalau kondisi tidak memungkinkan, misalnya kita tinggal di daerah panas, maka pengaturan ventilasi dapat membantu menciptakan kesejukan pada burung yang ada dalam kandang / sangkar. Apalagi jika di dekat kandang / sangkar terdapat pepohonan yang rindang.

Adapun kelembaban ideal sekitar 60 – 70 %. Anda dapat menggunakan hygrometer yang ditempel di dekat sangkar / kandang. Jika kelembaban menurun hingga di bawah 50%, Anda dapat menyemprot air ke dasar lantai dan dinding kandang, maupun halaman di sekitar kandang.

Jika memelihara burung di dalam sangkar, yang kebetulan digantang di tempat yang kelembabannya kurang dari 50%, segera pindahkan sangkar ke tempat yang lebih teduh. Dapat juga menyemprotkan air dari sprayer ke tubuh burung.

Menjaga kelembaban udara juga sangat penting. Jika kita lalai, dan membiarkan kelembaban udara drop hingga di bawah 50%, dampaknya antara lain menyebabkan membran mukosa saluran pernapasan, termasuk sinus, menjadi kering. Akibatnya aktivitas silia terhambat. Peluang partikel debu dan bibit penyakit masuk pun makin besar.
Semoga bermanfaat.

Sumber : Komunitas Lovebird Indonesia

Hasil Silangan Warna Lovebird

Hasil Silangan Warna Lovebird
PEROLEHAN  WARNA  TERNAK  LOVEBIRD
hasil silangan warna lovebird
Tulisan   ini  saya  buat  sebatas   pengalaman  pribadi  selama  ternak  LB.
INDUK   BETINA  +  PEJANTAN  =  WARNA  ANAKAN  YANG   DI HASILKAN
  1. Hijau  standart  +  hijau  standart  =  1. Hijau  standart (mayoritas),   2. Pastel  hijau.
  2. Hijau  standart  +  biru  dakocan = 1. hijau standart (mayoritas),  2. Hijau  dakocan,  3. pastel  hijau.
  3. Hijau   standart  +  Hijau   Dakocan  = 1. Hijau  standart (mayoritas),  2.  Hijau  dakocan.
  4. Hijau   standart  +  pastel   kuning  =  1. Hijau  standart (mayoritas)  2. pastel   hijau.
  5. Biru   dakocan + Biru  dakocan = 1. Biru  dakocan ( mayoritas ), 2. Pastel biru,    3. Pastel  putih.
  6. Biru  dakocan + Hijau  standart = 1. Hijau  standart (mayoritas),  2. Pastel  hijau  3. Pastel  hijau  kepala  emas,  4.  Hijau   dakocan.  
  7. Biru  dakocan  + hijau  kepala  emas = 1. Hijau  standart,  2.  Hijau  kepala  emas,  3.  hijau  dakocan.
  8. Biru  dakocan  +  Hijau  Dakocan  = 1. Biru dakocan,  2. Hijau  dakocan
  9. Biru  dakocan  +  Pastel  Hijau  =  1. Hijau  standart,  2.  biru  dakocan,   3.  pastel   hijau,  4.  hijau  dakocan.
  10. Biru  dakocan  + pastel   kuning  =  1.  Hijau  standart,  2. Hijau  dakocan.
  11. Biru  dakocan  + violet = 1. Biru   dakocan,  2.  violet
  12. Violet  +  Biru  dakocan  =  1. violet,  2.  Biru  dakocan.
  13. Biru  kepala  elang  +  Pastel  Hijau  =  1.  Biru,   2. pastel  hijau
  14. Hijau  dakocan + hijau   standart = 1. hijau  standart,  2.  hijau  dakocan.
  15. Hijau  dakocan  +  Biru  dakocan  = 1. Biru  dakocan,  2. Hijau  dakocan,  3. Pastel  Kuning,  4. Pastel   hijau,   5.  Pastel  Biru,    6.  Pastel   Putih.
  16. Hijau  dakocan  +  Hijau  dakocan  = 1. Hijau  dakocan,  2. Biru  dakocan,  3. Pastel  hijau,  4. Pastel  biru,   5. biru  dakocan.
  17. Hijau  dakocan  + pastel  Hijau  = 1. Hijau  standart,  2.  Pastel  hijau,  3. Hijau  dakocan.
  18. Pastel  Hijau  +  Pastel   biru  =  1.  Pastel  Hijau,  2.  Pastel  biru.   
  19. Pastel  kuning + Pastel  kuning = 1. Pastel kuning (mayoritas ),  2. Pastel  hijau,  3.  Hijau  standart,   4. LUTINO,  5. Biru  dakocan. 6. Pastel  Putih.
  20. Pastel  kuning  + Pastel  Hijau = 1. Pastel  kuning,  2.  Pastel   hijau,  3. hijau  standart,  4. Biru   dakocan   5. hijau  dakocan,  6. Hitam   7. Pastel  Putih,   8. Pastel   Biru.
  21. Pastel  kuning  +  Biru  Dakocan =  1. Biru  dakocan,  2.  hijau  dakocan.
  22. Pastel  kuning  +  hijau  standart = 1. Hijau  standart
  23. Hitam  +  hitam  =  Hitam
  24. Hitam  +  Hijau   standart =  1.  Hijau  standart,   2.  Hijau  dakocan.
  25. Hitam  +  Pastel  Hijau  =  Pastel   hijau
  26. Hitam  +  Pastel   Putih =  Violet
  27. Hitam  +  Biru  dakocan  =  masih  dalam   proses ( he  he  he  )
  28. Pastel   Putih  +  Hijau  standart = 1. Pastel   kuning,  2. Pastel  Hijau,  3. Hijau  standart.
  29. Pastel Putih + pastel  putih = 1. Pastel  putih,  2. Pastel  kuning,  3. Pastel  hijau,  4.  biru  dakocan. 
Sekali  lagi, tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi. Tetapi uraian diatas tentunya tidak belaku mutlak terhadap setiap pasangan lovebird, karena banyak faktor yang mpengaruhi terjadinya mutasi warna pada anakan. diantaranya adalah faktor dominan dan resesef masing-masing gen yang dibawa oleh setiap pasangan burung, juga faktor riwayat asal muasal warna burung itu sendiri.

Saya ambil contoh warna hijau dakocan ( kepala  hitam ) dan pastel kuning / hijau, warna warna tersebut bisa sangat banyak menghasilkan variasi warna. Karena berdasarkan riwayat seperti uraian di atas, warna - warna tersebut juga banyak dihasilkan oleh berbagai macam pasangan. Kemudian apabila ada rekan-rekan yang memiliki pengalaman lebih, monggo silahkan ditambahkan pengalamannya untuk saling berbagi dan memberi motivasi kepada rekan rekan lain yang berniat untuk beternak  LB

Cara Isolasi dan Karantina Burung Baru

Cara Isolasi dan Karantina Burung Baru
Pada saat membeli/mendapat burung baru, kita selayaknya sadar bahwa hadirnya burung baru dilingkungan ternak kita dapat menimbulkan resiko yang cukup berat bahkan dapat berakibat fatal
Masalah/resiko yang mungkin timbul dengan adanya burung baru  antara lain:
Cara Isolasi dan Karantina Burung Baru
1. (untuk) Burung yg baru :
    a.  Stress karena perjalanan & lingkungan baru.
    b.  Ketularan penyakit  dari unggas laen selama diperjalanan (Cargo)
Stress ini dapat menimbulkan turunnya daya tahan tubuh burung dapat memicu timbulnya sakit baik yang diperoleh dalam perjalanan atau terbawa dari tempat asal atau bahkan sumber penyakit yang telah diidap oleh burung tersebut selama ini (carrier).

2. (untuk) Burung yang sudah ada:
Penularan jenis penyakit dan atau parasit baru yang dibawa burung baru 
Untuk mengatasi hal tersebut perlu  dilakukan tahapan "Isolasi atau Karantina".

Isolasi / Karantina
umumnya dilakukan  pada burung yang baru datang Tujuan :
  1. Memulihkan kondisi burung baru dari 'stress" akibat perjalanan
  2. Mengkondisikan burung baru dengan lingkungan baru
  3. Memastikan burung baru adalah burung "sehat" untuk digabung dengan penghuni lama
  4. menekan kemungkinan penularan     penyakit (patek, snot, mencret dsb)    parasit  (cacing & kutu)   
Yang dilakukan selama karantina umumnya adalah : 

1.  Isolasi lingkungan :   
Biasanya ditempatkan terpisah dari burung lama dengan memperhatikan arah angin  bertiup   
Perlakuan Kerodong  beberapa waktu (1-2 hari ditempat baru) isolasi dengan kerodong dapat mengurangi stress pada burung baru, burung bisa diharapkan beradaptasi secara bertahap sambil menunggu dianggap sehat untuk bergabung

2.  Perlakuan pada makanan / minuman
Makanan       : jika mungkin + Egg Food   
Anti Stress    : vitamin dengan elektrolit   
Anti biotik    : umumnya antibiotik ber-spektrum luas bisa di-sesuaikan dengan kemungkinan jenis penyakit yang pernah ada ditempat sebelumnya atau gejala sakit yg tampak saat burung datang
Anti parasite : Obat cacing

3.  Perlakuan pada tubuh burung :
Penyemprotan /mandi rendam :  Anti parasit (kutu)
Catatan :
  • cara pemberian obat melalui minuman dapat dilakukan sbb : jika besok pagi akan diberi perlakuan obat, magrib hari ini semua tempat minum dicuci bersih besok pagi di-isi air "obat"
  • untuk merk anti stress, anti biotik, anti kutu silahkan tanya lapak burung terdekat
  • pemberian antibiotik, jangan dicampur dengan vitamin yang mengandung Ca (calsium) jika mencampur sendiri diperhatikan  komposisi kandungan vit-nya Ca akan menghambat kemampuan kerja sebagian besar jenis antibiotik sebaiknya menggunakan antibiotik yang sesuai & sudah mengandung vitamin yang dibutuhkan (silahkan tanya sama toko obat burung
  • Mandi rendam obat kutu (bisa juga rebusan air sirih & serai) sebaiknya dilakukan pada saat hari cerah & burung dalam kondisi fit.
  • Lama karantina setidaknya 14 hari atau disesuaikan dengan kondisi burung & keyakinan pemiliknya bahwa burung baru sudah layak digabung bersama burung lama


sumber :
https://www.facebook.com/notes/lovebirds-lover-balikpapan-east-borneo/isolasi-karantina-burung-baru/188388384644868/


Contact Us

Name

Email *

Message *

Copyright © Lovebird lover Indonesia. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design