pecinta burung lovebird Indonesia

Showing posts with label INTERSPECIFIC. Show all posts
Showing posts with label INTERSPECIFIC. Show all posts

HIBRIDA / HYBRID HASIL INTERSPECIFIC BREEDING

HIBRIDA / HYBRID HASIL INTERSPECIFIC BREEDING
HIBRIDA / HYBRID HASIL INTERSPECIFIC BREEDING

Dalam bahasan biologi, hibrida adalah hasil dari perkawinan pasangan hewan atau tumbuhan yang berbeda varietas, spesies, ataupun genus.
Lovebird Hybrid
Secara taksonomi (pengelompokan berdasar tingkatan jenis makhluk hidup), hibrida terbagi menjadi :
1.   Intraspesifik, yaitu antara subspesies dalam satu spesies, misalnya pada burung parbeng Ringneck.
African Ringneck (Psittacula Krameri Krameri) dengan Indian Ringneck (Psittacula Krameri Manillensis).
2.   Interspesifik, yaitu antara spesies dalam satu genus, misalnya pada burung perbeng Lovebird.
Lovebird Kepala Hitam (Agapornis Personatus) dengan Lovebird Muka Salem (Agapornis Roseicollis).
3.   Intergenerik, yaitu antara genus yang berbeda, misalnya pada burung parbeng Macaw.
      Macaw Hyacinth (Anodorhynchus Hyacinthinus) dengan Macaw Blue & Gold (Ara Ararauna).
Berhubung kita dalam ruang lingkup terbatas, mari kita khususkan untuk membahas hibrida interspesifik, sebagaimana banyak kita temui pada burung Lovebird.
Hibrida interspesifik pada Lovebird (ataupun hewan lain), memiliki ciri fisik dan karakteristik gabungan dari kedua induknya.

Sebagian hasil dari persilangan ini menjadikan sistem reproduksi anakannya menjadi steril atau mandul, dan sebagian lagi tidak.

Steril (mandul) apabila terjadi pada persilangan indukan yg berbeda jumlah kromosomnya. Hibrida semacam ini disebut juga hibrida poliploid contohnya anak hasil perkawinan Ag Personatus (kepala hitam) dengan Ag Roseicollis (muka salem).

Mengapa? Karena gamet yang dihasilkan tidak layak. Perbedaan struktur kromosom mencegah dan menggangu pemisahan sel selama proses meiosis.

Apabila proses pembelahan sel tersebut terganggu, sel sperma dan sel telur tidak bisa terbentuk sempurna.

Apabila ada anakan hibrida pada jenis ini bisa berkembang biak (kemungkinan super kecil), maka hal tersebut "tidak normal", karena "normalnya" adalah mandul.
Fertil (subur) apabila terjadi hibridisasi tanpa perubahan jumlah kromosom. Hibrida semacam ini disebut juga hibrida homoploid, contohnya Ag Fischeri (muka merah) dengan Ag Personatus (kepala hitam).

Situasi seperti ini mempertemukan dua bakal induk dengan kromosom yang sangat mirip dan secara karakteristik terkait erat, sehingga pada saat pembelahan sel terjadi dengan sempurna.
Normalnya memang subur, namun tetap ada pengecualian apabila si anak ini mengidap Gynandromorph, suatu kelainan dimana nantinya burung ini tersebut membawa genetik dan fisik antara jantan dan betina dalam satu tubuh.

Salahkah hibrida ini? Tergantung Anda sebagai peternak dan penangkar.
Kalau untuk kepertluan transfer mutasi dari spesies A ke spesies B, tidak masalah (kalau menurut Saya).

Yang agak disayangkan kalau hibrida yg steril. kalau mandul kasihan juga ya, makhluk tersebut tidak bs berkembang biak untuk generasi selanjutnya.
Saya cuma bisa bilang, untung saja dibuat mandul! Kalau tidak, bayangkan makhluk di dunia ini setiap harinya bertambah jenis spesiesnya! Kapan rapinya penggolongan taksonomi kalau terus bertambah.


sumber :
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/370268153137087/

Contact Us

Name

Email *

Message *

Copyright © Lovebird lover Indonesia. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design