pecinta burung lovebird Indonesia

Showing posts with label mutasi. Show all posts
Showing posts with label mutasi. Show all posts

Selamat Datang Mutasi Baru Lovebird

Selamat Datang Mutasi Baru Lovebird
Selamat Datang Mutasi Baru Lovebird

South African orange-fronted turquoise. Mutasi baru!

Fenotipe ini sudah muncul sekitar tahun 2013 tapi diperlukan penelitian lebih dari 4 tahun sebelum terkonfirmasi bahwa South African orange-fronted turquoise adalah mutasi yang berbeda dengan mutasi American turquoise (turquoise yang beredar disini adalah American turquoise).
Selamat datang mutasi baru lovebird
Adalah Dr. Alessandro D'Angieri dari Brazil yang merupakan ahli genetika lovebird yang pertama sekali mengkonfirmasikan keberadaaan mutasi ini secara resmi lewat sebuah publikasi ilimah.

Note: sejauh ini saya hanya mengenal 3 orang ahli genetika lovebird didunia ini:

  1. Dr Terry Martin BVSc, (Australia)
  2. Dirk Van den Abeele (Belgia)
  3. Dr. Alessandro D'Angieri (Brazil)

Selamat datang mutasi baru!

Sumber : Ben KLI - Grup FB KLI

Mengenal Perbedaan Mutasi Pastel dan Dilute

Mengenal Perbedaan Mutasi Pastel dan Dilute

Sobat LovebirdLover mari kita bahas sedikit tentang Perbedaan Mutasi Pastel dan Dilute


1. Warna factor standart adalah warna dasar atau warna aslinya sebelum terjadinya mutasi warna  (bisa disebut warna original).
    Warna factor standart ini terbagi 2 :
     A. Warna standart Double Factor (DF) : warna lebih pekat dari standart nya.
     B. Warna standart Single Factor (SF) : warna sesungguhnya, lebih soft / lembut dari warna DF.
2. Warna pastel adalah mutasi warna yang lebih soft dari warna standart SF.
3. Warna dilute adalah mutasi warna yang lebih soft dari warna pastel.

Untuk lebih jelas nya, mari kita bahas dengan sedikit ilustrasi gambar  dan penjelasannya. Sebagai contoh : kita mengambil mutasi Warna Violet.
Mengenal Perbedaan Mutasi Pastel dan Dilute
FACTOR STANDART VIOLET (DF --> SF), yang lebih soft dari factor  standart violet (setelah SF) kita sebut PASTEL VIOLET, dan yang lebih  soft lagi dari warna pastel violet, dinamakan DILUTE.

Alurnya adalah FACTOR STANDART VIOLET DF --> SF --> PASTEL --> DILUTE.
SALAH KAPRAH :
Sering kali kita mendengar dengan istilah PASTEL PUTIH.
Pertanyaannya adalah :
  1.  Emang ada ya warna pastel putih ?
  2.  Kok bisa ya putih mutasi ke pastel ?? Penjelasannya adalah :
Tidak ada pastel dalam warna putih. Putih merupakan warna dasar netral / bersih. Bagaimana mungkin warna putih bisa bermutasi. Hal tersebut wajar terjadi, terutama pada orang awam yang tidak paham  akan warna terutama di dunia lovebird. Karena dari ketidak tahuan  seseorang tersebut maka berkembang lah istilah pastel putih dan lebih  parah nya lagi tidak sedikit peternak lovebird yang tidak mau (atau  bahkan tidak tahu) meluruskan salah kaprah tersebut.

Pastel putih yang dimaksud adalah sebenarnya warna DILUTE (warna yang paling soft). So, jangan salah kaprah lagi yaa dengan istilah pastel putih! (Kan sudah dijelaskan). Mudah mudahan dengan ada nya ilustrasi gambar dan sedikit penjelasannya ini dapat dengan mudah dipahami.  Informasi ini disampaikan tidak bermaksud untuk menggurui ataupun sok  tau. Disini penulis hanya mencoba menginformasikan apa yang diketahui  nya berdasarkan membaca, mendengar, melihat, dan bertanya kepada narasumber.

sumber :
Grup Facebook Indonesian Lovebirds Fellowship

Perbedaan Lovebird Pale Fallow dan Lutino Mata Merah

Perbedaan Lovebird Pale Fallow dan Lutino Mata Merah
Jika ditanya Lovebird apakah yang sekarang sedang paling banyak dicari para Lovebird Lover ?? pasti jawabannya adalah Lovebird Biola. lovebird jenis ini memang menjadi trend tersendiri dikalangan para penikmat warna burung cinta. tapi jika ditanya Lovebird apakah yang harganya paling mahal dalam kondisi mutasi standart ?? maka jawabannya adalah Lovebird Pale Fallow.

Tapi untuk orang yang awam kadang kita sulit membedakan antara Pale Fallow dan Lutino MM, karena jika dilihat sekilas kedua burung tersebut nyaris serupa namun memiliki harga yang jauh berbeda,, hehehe
Perbedaan Lovebird Pale Fallow dan Lutino Mata Merah

Sedikit penjelasan PERBEDAAN FALLOW DENGAN LUTINO

Apa itu FALLOW ?
Fallow adalah mutasi yang mereduksi sebagian Eumilamin, mengakibatkan warna mata lovebird menjadi merah ruby. Dengan terreduksinya Eumilamin tersebut, menjadikan Dark Factor menjadi lebih muda pada bulunya.
Jenis Fallow sangat lah mahal harga nya karena Fallow didapat dari split maka diperlukan keberuntungan dan dibutuhkan waktu yang cukup  panjang untuk mencetak mutasi warna pada Fallow.
Jenis Fallow ini sangat sulit untuk diproduksi. Dan Fallow bergenetik RECECIVE.

Apa itu LUTINO ?
Lutino adalah mutasi yang menghilangkan Eumilamin secara keseluruhan pada lovebird.  Sehingga mata lovebird menjadi Pink (merah muda). karena hilangnya Eumilamin maka Dark Factor tidak tampak secara Visual.

Note:
Fallow bermata merah ( merah ruby ) tidaklah sama dengan Lutino bermata merah ( merah muda ). PERHATIKAN CONTOH MATA nya.
Perbedaan Lovebird Pale Fallow dan Lutino Mata Merah
Selain perbedaanya ada di mata merah nya, terlihat jelas juga pada warna bulu nya. PERHATIKAN CONTOH BULU nya.
Perbedaan Lovebird Pale Fallow dan Lutino Mata Merah
terlampir foto perbedaan Jenis Fallow dan jenis Lutino ( tolong  pelajari dengan seksama perbedaanya melalui media foto, penulis yakin!  Anda akan belajar dengan sendiri nya dan memahami perbedaan ya ).
Perbedaan Lovebird Pale Fallow dan Lutino Mata Merah

Artikel ini diposting dikarenakan ada beberapa sobat Lovebird Lover yang sering kebingungan tentang perbedaan Fallow dengan Lutino. Penulis tidak bermaksud  untuk menggurui ataupun berkesan sok tau. Jikalau ada sedikit kesalahan  pada artikel yg penulis tulis, dipersilahkan untuk mengkoreksi nya,  karena disini kita sama sama sedang belajar dan saling memahami.

Salam Breeder Lovebird Lover


disadur dari : Grup Facebook Indonesian Lovebirds Fellowship
https://www.facebook.com/notes/indonesian-lovebirds-fellowship/perbedaan-fallow-dengan-lutino/748932605210473/

Sex Linked mutasi (sifat : recessive)

Sex Linked mutasi (sifat : recessive)
Apabila sebuah mutasi terdapat di dalam kromosom sex maka kita akan berhadapan dengan metode pewarisan sifat Sex-Linked (SL) resesif atau Sex-Linked (SL) Dominant. Agar pembahasan tidak terlalu melebar kita tidak akan membahas Sex-Linked (SL) Recessive, dikarenakan mutasi Sex linked (SL) dominat telah dibahas di artikel sebelumnya.

Pada burung, jantan memiliki kromosom X dan X (sepasang), sedangkan pada betina X dan Y (sepasang juga). Jika suatu mutasi SL ingin tampak terlihat (visual) pada anak jantan KEDUA INDUKNYA harus menurunkan gen mutasi SL yang sama di kedua kromosom X anak jantan. Namun apabila anak jantan hanya menerima satu kromosom mutasi SL dari salah satu induknya, maka anak jantan tersebut hanya SPLIT mutasi SL.

Sex linked mutasi biasanya terjadi pada lovebird jenis non klep

(contoh mutasi : Ino, Cinnamon, Pallid  & Opaline (pada A. roseicollis)
Sex Linked mutasi (sifat : recessive)
Ini berarti bahwa :
gen pembawa mutasi terletak di kromosom X.
Love bird  jantan memiliki dua kromosom X-   (XX)
dan betina  memiliki kromosom X    dan kromosom Y
jadi  jadi individu betina memiliki kombinasi : (XY).

Karena mutasi ini  bersifat resesif ,
Love Bird jantan harus memiliki dua gen ino (satu di setiap X-kromosom)
agar karakter mutasi ino tampak secara visual.

Dilain pihak
karena Love Bird betina hanya memiliki satu kromosom X-,
dan jika X-kromosom pasangan nya memiliki gen Ino,
mereka akan tampak secara visual sebagai Ino.

Ini disebabkan karena betina hanya perlu satu gen
untuk mengekspresikan sifat mutasi sex-linked
karenanya Sex Linked Ino lebih sering terjadi pada Love Bird betina.

Jika  kita tuliskan gen ino pada  kromosom X sebagai "Xi"
dan kromosom X dengan gen normal sebagai "X".

Ada tiga kemungkinan genotipe untuk LoveBird  jantan:  

XX - Dua gen yang normal menghasilkan LoveBird  jantan normal.  
XXi - Satu gen normal dan satu gen ino menghasilkan LoveBird jantan normal split Ino.  
XiXi - Dua ino gen yang mengakibatkan jantan LoveBird Ino.

semoga bermanfaat


Sumber: https://www.facebook.com/notes/lovebirds-lover-balikpapan-east-borneo/mutasi-sex-linked-sl-mutasi-/240836876066685

Jenis jenis Mutasi Pied

Jenis jenis Mutasi Pied
1. Apa sebenar nya pied ? Piedness disebabkan oleh tidak adanya lengkap eumelanin di daerah bulu tertentu, secara acak tersebar di seluruh bulu tersebut. Jika eumelanin di duri bulu telah benar-benar menghilang, hanya psittacine yang tersisa dan bulu hijau menjadi kuning. Jika pada burung biru, di mana psittacine (merah dan pigmen kuning) telah benar-benar hilang dan juga eumelanin tidak ada, hanya bulu-bulu putih akan hasilnya. Jika ini jenis pengurangan eumelanin mempengaruhi seluruh bulu, hasilnya akan burung putih atau kuning murni (dark eyed clear).
Ketika tidak adanya eumelanin dibatasi untuk sejumlah kecil daerah bulu, kita memperoleh pola pied, burung memiliki tempat berpigmen. Dalam pasangan setiap mutasi yang berbeda memiliki pola pied khas sendiri mudah untuk mengenali.
Jenis jenis Mutasi Pied
2 jenis pied di fishceri Dalam fischeri Agapornis kita mengenal tiga jenis pied. Ketika BVA mulai menyelidiki mutasi ini, itu tampaknya sangat membingungkan pada waktu itu. Fakta bahwa fischeris pied dalam permintaan untuk pertunjukan oleh BVA di Belgia dan NPV di Belanda, burung ini hampir dilupakan. Hanya beberapa peternak memberikan perhatian kepada mereka. perdagangan burung pied sering dijual ke toko-toko hewan peliharaan atau pedagang. Dalam fischeri hanya beberapa peternak mampu membuktikan dengan kenyataan hasil yang resesif dan dominan pied tidak benar-benar ada dalam spesies ini. Ada juga laporan dari peternak yang membeli burung pied dan tidak pernah dapat pied pada keturunannya atau kadang-kadang hanya satu dari anak-anak menjadi pied setelah mabung kedua. Sejumlah program pembuktian memberikan kita dengan wawasan yang lebih dalam mutasi pied. Dalam fischeri kami memiliki tiga jenis pieds: pied dominan, resesif pied dan mottle (pied progresif).

3 Dominant pied fischeri Mutasi fishceri ini pertama kali ditemukan pada tahun sembilan puluhan (90) di Portugal di kandang burung Mr Enrique Santos. Dalam jenis ini isi eumelanin dari bulu tubuh hampir sepenuhnya dipengaruhi, oleh karena itu burung menampilkan warna tubuh kuning. Isi eumelanin dari bulu sayap hampir tidak berubah, sehingga area penutup sayap hijau hampir normal. Catatan, saya nyatakan hampir karena burung ini memiliki sejumlah kecil bulu hijau terpengaruh pada bulu tubuh dan beberapa kuning (pied) bulu bulu pada sayap mereka. Mr Santos menduga bahwa jenis pied mewarisi resesif, bagaimanapun, Koos Hammer melahirkan burung-burung ini sudah untuk waktu yang lama (bahkan di seri biru) dan dia sangat jelas tentang hasilnya: Jenis ini dominan. Mr Santos mengadopsi nama sayap hijau pada waktu itu, tapi pied dominan adalah lebih tepat. Sama seperti di roseicollis kita amati pengurangan psittacin merah dalam topeng. Warna kaki dapat bervariasi. Sejauh yang kami tahu tidak ada perbedaan antara SF dan DF burung.

4 pied resesif ini hampir tidak lengkap dari melanin. Juga bagian pada pantat warna biru hampir hilang, hanya apa yang tersisa adalah burung kuning hampir lengkap menunjukkan beberapa jejak hijau secara acak, terutama pada bulu sayap. Kaki tetap abu-abu dalam banyak kasus, bagaimanapun, ada laporan tentang burung memiliki kaki tipis . Ada juga pengurangan psittacine merah di topeng sehingga warna topeng agak lebih kecil. Ketika burung-burung tersebut dipresentasikan kepada saya beberapa tahun yang lalu, orang berpikir kita berurusan dengan jenis hitam bermata jelas, tetapi tidak. Dalam hal ini nama pied resesif lebih tepat

5 mottle (pied progresif) Dalam Fischeris orang tahu fenomena burung menjadi pied dengan cara yang misterius. Dalam kebanyakan kasus bulu pied mulai muncul setelah mabung pertama dan lebih tua ,bulu burung ini tumbuh dan daerah pied diperluas. Peternak sering menyingkirkan burung ini karena penyebab sifat ini diduga menjadi kekurangan gizi. Dalam Budgerigars fenomena mottle itu sudah dikenal dan selama sekitar tiga tahun yang lalu saya mulai mengungkapkan asumsi saya tentang keberadaan mottle di Fishceris dan dugaan ini dikonfirmasi oleh catatan peternakan. Karakteristik untuk jenis pied adalah bahwa burung-burung ini lahir sebagai non pieds, namun, mereka mengeluarkan bulu pied setelah mabung besar pertama. Jenis pied berperilaku sebagai polimorfik (tergantung pada lebih dari satu gen). Setelah sekitar sepuluh bulan burung ini menampilkan beberapa bulu pied, setelah dua tahun pola pied secara acak tersebar di seluruh bulu tersebut. topeng dimuka hampir terpengaruh Mutasi ini terletak pada kromosom autosomal dominan dan mewarisi dan independen dari semua mutasi lain yang dikenal. tidak bisa mutan ini sebagai " SPLIT " untuk pied dominan karena hanya satu lokus gen bermutasi sudah cukup untuk menampilkan fenotipe pied.

Burung-burung pied dapat dibesarkan di SF atau DF tipe. Seseorang tidak bisa melihat perbedaan tetapi ada perbedaan yang signifikan pada keturunannya. Pada dasarnya mutasi ini dapat dibesarkan dalam semua mutasi terkenal lainnya, namun, menurut saya tidak masuk akal untuk menggabungkan jenis pied dengan eumelanin dikenal menipiskan mutasi lainnya (lutino, bermata, encer atau pucat).

ByDirk Van den Abeele(21/09/2001)(revised 14/12/2006)

Mengenal Lovebird Dominan Pied Light Form

Mengenal Lovebird Dominan Pied Light Form
Berbicara tentang mutasi lovebird selalu menjadi hal yang menarik, selain berbicara tentang harga tentunya,, hehehe. Mutasi dan Species adalah dua hal yang berbeda, tetapi kebanyakan dari kita menamai lovebird hanya dari mutasi nya saja dan terkadang melupakan species nya. contoh sederhananya jika ada lovebird berwarna kuning terang dan bermata merah kita pasti langsung menamainya dengan Lutino Mata Merah tanpa tahu sebenarnya Lutino tersebut masuk kedalam Lutino Fichery atau Lutino Personata.
Mengenal Lovebird Dominan Peid Light Form
Lovebird Pied cukup banyak jenisnya, Setelah kita mengenal Dominant Pied Pada Ras Nigrigenis / Blackcheeked dan PROGRESSIVE PIED / MOTTLE PIED / BLOROK MUTASI kali ini kita akan coba seikit membahas tentang Lovebird Domonan Pied Light Form

Tidak semua Dom Pied (blorok dominan) itu harus memiliki warna sayap yg bercorak jelas.
Dalam wujud seperti ini pun (foto dibawah), tetaplah blorok dominan, walaupun terkesan polos pada area sayapnya.
Mengenal Lovebird Dominan Peid Light Form
Pada area punggung atas sampai pangkal ekor, adalah area dimana warna asli si Dom Pied ini tetap tersisa.

Lantas, kita istilahkan apa corak polos yg seperti ini? Istilahnya adalah Light Form Pied.
Bila coraknya tegas, kontras, tebal, mencolok, kita sebut itu Heavy Pied.

Lovebird jenis ini memang sedikit peminatnya tapi bukan berarti lovebird Light Form Pied ini kurang indah. banyak diantara kita yang belum mengenal lovebird jenis ini, maka dari itu harga dipasarannya pun kurang bagus dan terkalahkan oleh Lovebird DomPied dari ras Ficshry apalagi yang berjenis sable yang saat ini menjadi primadona dari kelas Pied.

Tapi jangan pernah remehken lovebird Light Form Pied. untuk para breeder yang ingin mencetak Lovebird Pied Sable ataupun Lovebird Pied Parblu bisa menggunakan Light Form Pied sebagai paket hematnya. karena pada dasarnya Light Form pun tetap membawa mutasi Pied
Mengenal Lovebird Dominan Peid Light Form


sumber : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia dengan beberapa tambahan untuk penyesuaian
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/329936100503626/

Mengenal Lutino Personata

Mengenal Lutino Personata
Selamat Pagi dan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa untuk para Lovebird Lovers yang menjalankannya. Kali ini kita akan mencoba membahas sedikit tentang Lutino dari jenis personata.

Teman - teman sesama Lovebird Lover mungkin sudah tidak asing lagi dengan Lovebird jenis Lutino. Ketika ditanya seperti apa itu Lutino, (hampir) semua serempak menjawab : "Itu lhoo yang kuning ngejreng kepala merah ngalung sampe dada dan bermata merah kaya habis kecolok,, hehehe,,".
Tetapi ketika ditanya : "Lutino jenis / spesies apa itu Bro?...".
Apa jawaban anda ??

Memang kebanyakan yang beredar diantara para breeder adalah mutasi Lutino Sable dari jenis Ficshery. tetapi ternyata mutasi Lutino ini terdapat pula pada jenis personata. kok bisa ?? ya bisa lah....
Lutino Personata
Lutino Personata dan jenis lain pada Lovebird Kacamata mutasinya bersifat resesif, dan bisa diwariskan ke keturunan setelahnya secara genetis (split/trah).

Ngobrol bareng Komunitas Lovebird Lover Indonesia kali ini kita coba mengenal Lutino dari jenis Agapornis Personatus, atau dikenal dengan sebutan Dakocan / Kepala Hitam yang memang spesies Lovebird yang sangat umum di Indonesia.

Tahukah Anda, Lutino yang umum diperjual belikan di kita mayoritas dari jenis Lutino Fischeri ataupun Lutino Hybrid.

Semakin merah, semakin merata ke bawah, semakin dicari.
Tidak demikian dengan CIRI FISIK Lutino Personata.

Bedanya, warna kemerahan di kepala Lutino Personata, tidak setajam warna merah pada Lutino Fischeri, dan areanya pun hanya sebatas di kepala tanpa menyebar ke bagian dada. Di bagian pangkal ekor (tungir, atau disebut juga rump), Lutino Personata berwarna kuning polos, tanpa ada warna putih seperti pada Lutino Fischeri.
Lutino Personata

Lutino Personata

Lutino Personata
Jadi, tidak semua Lutino yang bagus itu merah menyala, menyebar (ngalung) sampai dada. Bila Anda penggemar jenis Personata, maka Si Pucat ini yang terbaik! tapi tetap perlu dicatat dan diingat baik -baik, kalo lutino itu harus lah bermata merah



Sumber : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/305083319655571

Mengenal Slaty Blue

Mengenal Slaty Blue
Slaty Blue.

Berbicara tentang mutasi lovebird selalu menjadi hal yang menarik, selain berbicara tentang harga tentunya,, hehehe. Mutasi dan Species adalah dua hal yang berbeda, tetapi kebanyakan dari kita menamai lovebird hanya dari mutasi nya saja dan terkadang melupakan species nya. contoh sederhananya jika ada lovebird berwarna kuning terang dan bermata merah kita pasti langsung menamainya dengan Lutino Mata Merah tanpa tahu sebenarnya Lutino tersebut masuk kedalam Lutino Fichery atau Lutino Personata.

Banyaknya  mutasi warna pada Lovebird menjadi sebuah daya tarik tersendiri untuk kita para Lovebird Lovers. Selain mutasi yang sudah familiar seperti pastel, albino, lutino sebagainya adapula mutasi lain yang jarang dikenal oleh para penghobi. salah satunya adalah mutasi lovebird slaty blue yang kebanyakan terdapat pada lovebird Ficshery dan personata.

Salah satu jenis mutasi pada Lovebird seri biru yang jarang kita lihat dibanding mutasi lainnya selain Misty adalah Slaty.

Dikenal juga dengan sebutan Steel Blue, Slaty merupakan mutasi yang bersifat dominan.
Bila dilihat, sepintas mirip dengan Mauve tetapi nampak nuansa kebiruan. Pada bagian perut pun warnanya bukan kelabu seperti Mauve, tetapi mirip dengan warna cangkang telur bebek atau telur asin.

Lovebird slaty ini masih jarang ditemukan sehingga harganya pun cukup tinggi. Menurut saya pribadi lovebird slaty ini mirip dengan lovebird mauve namun warnanya lebih pudar. Bagian dadanya juga hampir sama yaitu warna biru keabu-abuan. Warna lehernya putih, kalau ngalung putih artinya lebih jelas dan ini terjadi pada lovebird slaty perso.

Warna sayap lovebird slaty juga biru-keabu-abuan. Ada yang bilang kalau lovebird slaty ini seperti lovebird Mauve. Pada bagian perutnya warna kelabu cangkang telur bebek (telur asin). Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah.

So, jangan sampai salah indentifikasi ya, antara Slaty, Misty, dengan Mauve.

*Credits to original photo uploader.
Slaty Blue

Slaty Blue

Steel Blue

Steel Blue


Sumber : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia dengan beberapa tambahan untuk penyesuaian
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/330073273823242/

Lutino NSL dan Lutino SL

Lutino NSL dan Lutino SL
Karena yang dibahas memiliki persamaan, yaitu mengenai Albinisme (mutasi Ino), maka artikel mengenai dua mutasi tersebut Saya gabung saja.
Untuk perbedaan antara kedua, silahkan simak penjelasan dibawah.
Namun sebelumnya, secara umum kita bahas dahulu mengenai Albinisme.

1. ALBINISME
Albinisme terjadi ketika kandungan pigmen Eumelanin benar-benar hilang secara total.
Albinisme terbagi dalam 2 golongan, yaitu Sex Linked Ino (SL Ino) dan Non Sex Linked Ino (NSL Ino).
Dampak dari mutasi ini adalah menjadikan tampilan fisik burung nampak "Bule".
Tidak hanya tampilan bulunya saja, namun pada mata, kaki, dan kuku juga turut terkena dampak dari mutasi tersebut.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Hijau, maka terciptalah Lutino.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Biru, maka terciptalah Albino.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Parblue, maka terciptalah Creamino.
Agar lebih menarik dan variatif, Anda dapat mengombinasikan mutasi Ino dengan mutasi lain.

2. NSL INO
NSL Ino pertama kali terjadi pada spesies Nyasa, lalu ditransmutasi ke Personata.
Lalu dari Personata ke Fischeri dan Blackcheeked. Jadi NSL Ino ini mutasinya terdapat pada Lovebird golongan Eyering/kacamata saja.
Mengapa disebut NON SEX LINKED INO?
Penyebabnya adalah karena sifat dari pewarisan mutasi ini adalah resesif dan TIDAK TERKAIT KELAMIN.
Maksudnya? Jantan maupun betina, memiliki kans dan mekanisme mewariskan yang sama kepada keturunannya.
Lutino NSL
Contoh:
  • Jantan Lutino x Betina Hijau (tanpa split) = apapun jenis kelamin anaknya, Hijau split Ino.
  • Jantan Hijau (tanpa split) x Betina Lutino = apapun jenis kelamin anaknya, Hijau split Ino.
Walaupun ditukar, hasilnya sama saja toh? Karena tidak terkait kelamin.

3. SL INO
Mekasime mutasinya hampir sama saja dengan NSL Ino, namun bedanya SL Ino ini terjadi pada spesies Roseicollis (nonklep).
Mengapa disebut SEX LINKED INO?
Penyebabnya adalah karena sifat dari pewarisan mutasi ini adalah resesif dan TERKAIT KELAMIN.
Maksudnya? Jantan dan betina memiliki kans dan mekanisme berbeda dalam mewariskan yang sama kepada keturunannya.
Lutino SL
Contoh:
  • Jantan Lutino x Betina Hijau (tanpa split) = anak JANTAN pasti HIJAU SPLIT INO, dan anak BETINA pasti LUTINO.
  • Jantan Hijau (tanpa split) x Betina Lutino = anak JANTAN pasti HIJAU SPLIT INO, dan anak BETINA pasti HIJAU tanpa split.
Perbedaan dalam penentuan jenis kelamin indukan, bisa sangat berpengaruh pada mutasi anakannya nanti, dan jenis kelaminnya bisa ditebak.
Jadi, pemilihan induk sangat berpengaruh banyak dalam hasil yg didapat nantinya.


Sumber :
https://www.facebook.com/groups/lovebirdsloversindo/permalink/454537361376832/

Roseicollis Aqua dan Turquoise

Roseicollis Aqua dan Turquoise
Bila pada jenis Lovebird Eyering (lovebird kacamata / klep) dikenal dengan nama Parblue, pada Roseicollis (lovebird muka salem / non klep) dikenal dengan nama mutasi Aqua dan Turquoise.
Pada spesies yang satu ini, tidak ada mutasi Seri Biru (BS), yang ada hanya Seri Hijau dan Seri Parblue.

Dibagi menjadi 3 jenis, definisi dan mekanisme mutasinya adalah sebagai berikut:

1. MUTASI AQUA
Jika pada burung Seri Biru terjadi "kehilangan" total pigmen Psittacin, lain halnya pada mutasi Aqua.
Mutasi Aqua disebabkan oleh menghilangnya pigmen Psittacin sekitar 50%-nya saja.
Hal ini membuat mutasi Aqua memiliki tampilan bulu seperti peralihan antara Hijau ke Biru, seperti warna Hijau rekfleksi cahaya air laut.
Topengnya pun memiliki warna putih dengan sedikit sentuhan oranye di bagian kening.
Sifat pewarisan dari mutasi Aqua sendiri adalah Resesif, dan Multialel dengan Turquoise (dapat dikombinasikan).
Muka Salem Aqua

2. MUTASI TURQUOISE
Bila Hijau memiliki kadar Pssitacin 100%, Biru 0%, Aqua 50%, maka mutasi Turquoise ini memiliki kadar Pssitacin sekitar 60-90%.
Hal tersebut menjadikan tampilan mutasi ini lebih "kebiruan" daripada Aqua, namun tidak juga murni biru seperti Seri Biru. Warna hijau di ujung sayap biasanya masih tersisa.
Memiliki topeng putih, tanpa sentuhan oranye di kening layaknya Aqua.
Sifat mutasi ini Resesif, dan Multialel dengan Aqua (dapat dikombinasikan).
Semakin banyak kadar Pssitacin yg hilang (anggapnya 90%), maka tampilannya akan semakin putih-biru, dan menghilangkan warna kuning-hijau.
Muka salem TURQUOISE

3. MUTASI AQUATURQUOISE
Kombinasi pasangan burung dengan mutasi Aqua dan Turquoise tidak membuat keturunanya saling split satu-sama lain, namun mutasi tersebut seperti digabung dalam suatu tampilan baru.
Hasilnya, adalah kombinasi warna antara keduanya. Misalnya, berbadan kehijauan seperti Aqua namun dengan topeng putih seperti Turquoise, atau sebaliknya.

Keterangan tambahan:
Pssitacin adalah pigmen yang menjadikan tampilan warna Hijau, Merah, Oranye, dan Kuning.

Sangat diperbolehkan untuk menyalin dan menyebarluaskan artikel, selama mencantumkan sumbernya.


Sumber :Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia 
https://www.facebook.com/groups/lovebirdsloversindo/permalink/454160564747845/

Nama Nama Mutasi Roseicollis / Muka Salem

Nama Nama Mutasi Roseicollis / Muka Salem
Standar penamaan internasional jenis2- mutasi lovebird Agapornis Roseicollis:
(istilah-2 lama tidak dipakai disini agar satu bahasa dan seragam)

versi Juli 22, 2013
Ditulis oleh Lawrence Oei utk grup LNKI, dilarang mengkopi sebagian atau seluruh dokumen ini dalam bentuk apapun untuk tujuan komersial.

GREEN = Hijau
Hijau standar, alias wildtype / WT. Terbanyak ditemukan di alam bebas. Topeng berwarna peach (saya tidak tahu Indonesia-nya apa ini, jambon? merah muda tua?), body hijau, sayap terbang hitam dan bulu pantat biru.
Muka Salem hijau
TURQOISE = Biru muka putih
Biru a'la non-klep, dengan muka putih dgn bando oranye minim (10-15% masih ada), dan badan kebanyakan biru dgn sedikit aksen kehijauan. Karena psitacin, penyebab warna oranye/kuning, masih tersisa 10-15%, biru tipe ini disebut"Par-Blue", bukan biru sesungguhnya seperti di tipe kacamata (di mutasi kacamata psitacin hilang 100%)

AQUA = Hijau muka putih
Satu keluarga dengan mutasi biru, tapi dengan muka putih berbando oranye karena psitacin hilang sekitar 50% saja. Juga warna bodi kehijauan.

AQUATURQOISE = Muka putih dengan kombinasi dua diatas
Jika Aqua ditemukan dengan Turqoise, hasilnya adalah AquaTurqoise, yang berwarna diantara kedua mutasi ini, kadang bando oranye ada, kadang tidak ada. Tidak disarankan untuk digabung

DOMINANT PIED = Blorok dominan
Burung dengan pola belang-2, jika pada burung hijau akan keluar hijau dan kuning pada body, hitam dan putih pada sayap. Pada burung biru bisa keluar hijau, biru dan putih pada body dan sayap

RECESSIVE PIED = Blorok recessive
Burung dengan pola belang, meskipun berbeda dengan pola jika jenis dominan. Kebanyakan polanya adalah belang 'besar', jadi satu burung belangnya hanya dua, dengan dominan kuning berbelang kecil2 hijau pada ujung bodinya. Jarang ditemui di Indonesia

INO = Lutino
Burung kuning dengan topeng muka merah, ujung sayap & ekor putih, bermata merah. Terjadi di burung hijau yang kehilangan zat eumelamin 100%

PALLID
Burung kuning semu hijau, terjadi karena hilangnya eumelamin 60% pada seekor burung. Sayap terbang berwarna abu-abu muda. Bulu pantat juga terpengaruh sehingga berwarna biru muda. Topeng muka tetap peach. Kaki dan jari2 kaki dan kuku juga berwarna merah muda. Piyik/anak pallid terlahir dengan mata merah yang akan berubah menjadi coklat setelah kurang lebih seminggu

CINNAMON
Burung hijau bersemu coklat muda, terjadi karena eumelamin yang ada termodifikasi dengan hasil warna yang seharusnya hitam berubah menjadi coklat. Ciri utama adalah sayap terbang yang coklat. Kaki dan jari2 kaki juga berwarna merah muda. Piyik/anak cinnamon terlahir dengan mata merah yang akan berubah menjadi coklat setelah kurang lebih seminggu

BRONZE FALLOW
Burung ini hampir sama penjelasan dengan cinnamon, kecuali dimana cinnamon warna menjadi coklat, di burung ini menjadi coklat ke-abu2-an. Mata burung ini adalah merah, dan kaki berwarna merah muda. Bulu pantat menjadi biru busam

PALE FALLOW
Hampir sama dengan bronze fallow cuman lebih pucat lagi. Dua-dua tipe fallow jarang ditemui di Indonesia.

MARBLED
Di burung marbled terjadi pengurangan melamin di bagian sayap utama dan sayap terbang, yang menjadi belang, sekali di bagian sayap utama, dan sekali di bagian sayap terbang. Juga terjadi pengurangan warna di seluruh tubuh hingga warna tubuh bisa disetarakan dengan warna pastel. Kaki dan kuku berwarna abu2 muda.

ORANGEFACE
Burung hijau yang bertopeng oranye, semua ciri yang lain sama dengan burung hijau standar.

DILUTE
Burung dengan eumelamin yang berkurang 80-90%. Jadinya adalah burung yang hampir kuning dengan pantat biru muda. Kaki, sayap terbang juga menjadi abu2 muda. Jarang ditemui di Indonesia.

PALE HEADED
Di mutasi ini topeng burung menjadi merah muda dengan aksen oranye dan warna hijau di tubuh berubah mendekati warna aqua. Jarang ditemui di Indonesia

OPALINE
Mutasi dimana topeng warna yang sebelumnya hanya ada di bagian depan muka menjadi berputar ke belakang dengan warna yang sama. Di telinga juga ada lingkaran kecil bulu yang keabu2an. Bulu ekor juga berubah warna dimana bagian tengahnya akan mengikuti warna topeng burung yang ada

DARK FACTOR
Mutasi dimana terjadi perubahan struktur pada bulu sehingga warna yang dipantulkan berubah menjadi lebih gelap.

VIOLET
Mutasi dimana warna biru yang ada berubah menjadi violet

Inilah semua mutasi-2 standar dengan nama standar internasional di burung lovebird spesies Agapornis Roseicollis / Peachface Lovebird / Non-klep. Tentunya dari berbagai mutasi standar yang ada ini bisa digabung antara dua atau lebih mutasi sehingga akan menghasilkan berbagai jenis kombinasi mutasi, contoh: OLIVE ORANGEFACE, LUTINO OPALINE, PIED VIOLET, dst dstSemoga bisa membantu dan selamat menikmati. Salam untuk om Yunan Helmi yang mendorong saya untuk menulis ini :P


Sumber :
https://www.facebook.com/notes/lovebird-non-klep-indonesia-lnki/nama2-mutasi-roseicollis/420136911435397

Mutasi blue aqua dan turquoise pada burung lovebird

 Mutasi blue aqua dan turquoise pada burung lovebird
Mutasi blue, aqua dan turquoise pada lovebird
Dipublikasikan di majalah BVA tahun 2014
Oleh Dirk Van den Abeele
MUTAVI, Research & Advice group
Ornitho-Genetics VZW
 Mutasi blue, aqua dan turquoise pada lovebird
Blue
Mutasi blue pada lovebird diyakini berawal dari jenis agapornis personatus. Sedangkan pada jenis fischeri, nigrigenis, dan lilianae, mutasi blue diperoleh lewat hasil transmutasi. Mutasi warna *blue* juga ada pada jenis roseicollis tapi semua hobbies roseicollis tahu bahwa itu adalah hasil pengembangan dari turquoise, jadi secara genetik tidak ada mutasi “true blue” pada jenis roseicollis.  Sifat penurunan blue adalah autosomal recessive dan secara teknis, mutasi blue adalah akibat hilangnya psittacin secara keseluruhan atau dikenal dengan istilah CPR (Complete Psittacin Reduction).

PPR – Partial Psittacine Reduction.
Mutasi blue sudah berkembang menjadi lebih kompleks. Saat ini kita melihat adanya mutasi yang terlihat seperti berwarna antara green dan blue alias tidak murni blue lagi. Warna sepeeti ini pernah disebut dengan istilah “appleblueseagreen” dan seringkali dianggap sebagai true blue.  Bagi beberapa peternak mutasi PPR (Partital Psittacin Reduction) sulit untuk dipahami dan warna mutasi seperti ini sering terlihat seperti warna biru. Padahal sebenarnya warna seperti ini tidak termasuk mutasi blue.  Penjelasannya begini, seperti pada mutasi eumelanin yang terdapat beberapa level pengurangan jumlah eumelanin, pada mutasi psittacin juga terdapat beberapa level pengurangan jumlah psittacin. Pengurangan seluruh psittacin disebut CPR seperti penjelasan diatas sedangkan pengurangan sebagian psittacin disebut PPR. Hingga hari ini tercatat ada dua jenis mutasi PPR yang berbeda pada lovebird, yakni aqua dan turquoise.

Aqua.
Mutasi aqua adalah akibat dari berkurangnya psittacin sebanyak 50% sehingga warna burung terlihat seperti antara hijau dan biru. Mutasi ini dulu dikenal juga dengan sebutan seagreen, seablue, ivory, pastel dan pastel blue. Tapi berdasarkan kesepakatan internasional, mutasi ini akhirnya dilabel dengan nama “aqua”, singkatan dari aquamarine.
Sejauh ini mutasi aqua hanya terdapat pada jenis roseicollis.

Turquoise.
Mutasi turquoise pada jenis roseicollis sudah ada sejak tahun 70an sedangkan pada jenis fischeri dan personatus baru ada beberapa tahun terakhir ini. Berbeda dengan aqua, turquoise mengalami pengurangan psittacin yang bervariasi. Pada bagian tubuh, psittacin berkurang hingga 90% sedangkan bagian sayap “hanya” mengalami pengurangan +/- 65%. Hasilnya adalah tubuh burung berwarna hampir biru sementara sayapnya lebih condong ke warna hijau. Pada jenis roseicollis, warna topengnya berubah menjadi warna krem sedangkan pada jensi fischeri menjadi berwarna kuning. Inilah sebabnya kadang ada peternak yang menyebutnya dengan istilah “yellow face” padahal istilah yang tepat adalah turquoise.  Sementara pada jenis personatus, tubuhnya berubah menjadi berwarna biru dengan bagian sayap cenderung berwarna hijau dan dada berwarna kuning muda.

Aqua dan turquioise kadang disebut dengan istilah parblue (partial blue). Sebenarnya istilah ini tidak jelak tapi secara pribadi saya lebih seuka menyebutnya dengan istilah PPR (partial psittacine reduction). Baik aqua maupun turquoise memiliki sifat penurunan autosomal recessive.

Beberapa hasil ternak yang bisa diperoleh:
aqua x green: (or green x aqua)
100% green/aqua

green/aqua x aqua:
50% chance of green/aqua
50% chance of aqua

green/aqua x green/aqua:
25% chance of green
50% chance of green/aqua
25% chance of aqua

turquoise x green:
100% green/turquoise

green/turquoise x turquoise:
50% chance of green/turquoise
50% chance of turquoise

green/turquoise x green/turquoise:
25% chance of green
50% chance of green/turquoise
25% chance of turquoise

Sejauh ini semuanya terlihat normal. Tapi tidak demikian jika kita sudah mulai memasangkan aqua dengan turquoise atau dengan blue dimana kombinasi ini akan memberikan kita warna menengah dan secara langsung membuktikan bahwa aqua, turquoise dan blue secara genetik adalah alele antara satu dengan yang lain. Dengan kata lain mereka adalah mutasi dari bl-locus yang sama atau variasi dari gen yang juga bertanggung jawab atas mutasi blue murni.

Banyak yang tidak paham akan fenomena multiple alleles. Kali ini saya akan mencoba menjelaskannya tapi bukan secara teori tapi lewat kombinasi pasangan yang sudah dibuktikan hasilnya.
-        Kita tahu bahwa jika memasangkan dua jenis mutasi autosomal recessive yang identik, contoh: blue x blue, maka semua anakan berwarna blue. Artinya kombinasi mutasi autosomal recessive x autosomal recessive yang identik akan menghasilkan burung yang bermutasi (bukan wild colour).
-          Jika kita memasangkan blue x wild type maka hasilnya adalah semua anakan berwarna hijau split blue.
-          Jika kita memasangkan autosomal recessive dengan autosomal recessive yang tidak identik, contoh blue (murni) dengan NSL ino (murni), maka semua anakan berwarna hijau dan split kedua mutasi tersebut.
Dari contoh diatas, bisa disimpulkan bahwa jika kita memasangkan mutasi recessive dengan wild type, atau jika kita memasangkan dua mutasi recessive yang tidak identik, maka hasil yang didapat adalah bentuk wild type alias wild colour yang artinya mutasi tersebut adalah recessive terhadap wild type.

Tapi hal yang berbeda akan terjadi jika yang kita pasangkan adalah mutasi recessive yang merupakan allele satu dengan lainnya. Contoh: jika kita memasangkan aqua dengan turquoise, maka kita tidak akan mendapatkan anakan berwarna hijau split aqua dan turquoise seperti pada kasus diatas (jika kita memasangkan dua mutasi autsomal recessive yang berbeda), tapi hasil yang kita dapatkan burung dengan warna menengah. Artinya, jika kita memasangkan dua mutasi recessive yang berbeda dan hasil yang didapat adalah warna menengah, maka itu merupakan bukti bahwa kedua mutasi tersebut adalah merupakan allele antara satu dengan lainnya. Dulu, banyak yang beranggapan bahwa ini adalah sesuatu yang special sehingga diberikanlah nama yang aneh aneh. Contiohnya bisa kita lihat pada jenis roseicollis, dimana kombinasi aqua dengan turquoise diberi nama “apple green atau seagreen” yang akhirnya malah menyesatkan sebagian peternak karena mereka berpikir nama yang berbeda adalah merupakan mutasi yang berbeda padahal sebenarnya sama. Jika kita memasangkan apa yang disebut “apple green atau seagreen” dengan burung berwarna hijau, maka hasilnya adalah sebagian anakan split for aqua dan sebagian split for turquoise. Tidak pernah ada split for “apple green atau seagreen”.

Untuk meghindari kesalah pahaman ini, maka kita harus menggunakan istlah international yang sudah disepakati.
Untuk tampilan atau fenotipe yang merupakan hasil dari kombinasi dua allele dari gen yang sama, kita tidak menggunakan nama yang terpisah. Kita bisa menjelaskan kombinasi warna ini dengan hanya menuliskan nama kedua mutasi tersebut. Contoh: kombinasi dari aqua dengan turquoise disebut AquaTurquoise.  Perhatikan penggunaan huruf besar pada penulisan AquaTurquoise. Ini gunanya untuk menjelaskan bahwa AquaTurquoise bukanlah merupakan mutasi tunggal juga sebagai indikasi bahwa pada mutasi ini terdapat dua allele yang berbeda, yakni aqua dan turquoise.

Mengapa ditulis AquaTurquoise dan bukan TurquoiseAqua? Berdasarkan kesepakatan, warna yang paling sedikit mengalami mutasi (paling mendekati warna wild type) harus diletakkan didepan. Berapa persen pengurangan psittacin pada aqua dan berapa persen pengurangan psittacin pada turquoise? Silahkan scroll lagi keatas dan baca ulang.

Jika kita memasangkan AquaTurquoise x AquaTurquoise hasilnya adalah:
25% chance of aqua
50% chance of AquaTurquoise
25% chance of turquoise

green/aqua x green/turquoise:
25% chance of green
25% chance of green/turquoise,
25% chance of green/aqua
25% chance of AquaTurquoise.

green/aqua x turquoise:
50% chance of green/turquoise
50% chance of AquaTurquoise.

Berikutnya saya akan memberikan contoh berdasarkan turquoise dan blue.  Blue x turquoise = 100% TurquoiseBleu (TurquoiseBleu yang terlihat seperti turquoise). Kembali, perhatikan penggunaan huruf besar disini. Kombinasi lainnya adalah:

TurquoiseBlue x TurquoiseBlue:
25% chance of blue
50% chance of TurquoiseBlue
25% chance of turquoise

Untuk species dimana bisa ditemukan mutasi blue, aqua dan turquoise, kita bisa melakukan lebih banyak variasi kombinasi pasangan.
blue (homozygote)
turquoise (homozygote)
aqua (homozygote)
TurquoiseBlue
AquaBlue
AquaTurquoise

Salah satu masalah yang kita hadapi saat ini adalah cara untuk membedakan antara mutasi turquoise dan TurquoiseBlue baik pada jenis fischeri maupun personatus. Hipotesa saya, warna paruh bisa memberikan jawaban apakah burung tersebut turquoise atau TurquoiseBlue. Tapi sekali lagi ini hanya hipotesa dan sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya. Tapi jika anda adaah peternak yang bijak, maka anda pasti bisa menjawab pertanyaan tersebut jika burung tersebut adalah hasil ternak anda.  Karena peternak yang bijak pasti menerapkan administrasi yang baik dan memiliki catatan lengkap atas semua hasil ternaknya.

Perlu diperhatkan bahwa diluar pengurangan psittacin, masih ada faktor lain yang mempengaruhi warna dari mutasi blue atau PPR., antara lain:

Perubahan susunan bulu:
– Tingkat kelebaran spongy zone (yang juga berhubungan dengan dark factor)
– Susunan nano keratin pada spongy zone (yang juga bertanggung jawab atas violet factor)

Perubahan kimiawi:
– Jumlah psittacin yang masih tersisa
– Komposisi kimiawi dari psittacin yang ada
– Komposisi kimiawi dari keratin yang membentuk bulu.

Efek genetik yang mempengaruhi warna:
– Jenis kelamin burung (berhubungan dengan hormon)
– Kombinasi dengan allele PPR lainnya
– Kombinasi dengan mutasi lainnya seperti slaty, misty, violet dll.
– Antisipasi atas locus turquoise (contoh pada Agapornis roseicollis, dimana lewat seleksi yang ketat banyak terdapat
   burung yang terlihat nyatis benar benar biru)
– Pindah silang kadang bisa menyatukan berbagai faktor yang berlainan sehingga kita seolah olah melihat mutasi
   yang berbeda.
– Pleiotropy (pengaruh dari beberapa gen pada fenotipe), modifikasi gen (kombinasi gen yang menguatkan atau
   melemahkan), translokasi (mutasi yang terjadi akibat perpindahan segmen dari satu kromosom ke kromosom lain
    yang bukan pasangan homolognya), dll. 

Selain itu juga ada pengaruh dari luar: cahaya, kondisi, dll

Semua proses ini bisa merubah warna tapi tidak menjadikannya sebagai suatu mutasi yang baru. Jadi perlu anda catat bahwa “perbedaan warna secara fenotipe” tidak selalu merupakan sebuah mutasi baru.


Catatan: Sumber artikel adalah web Dirk Van den Abeele dan sudah diedit menjadi lebih ringkas dibanding artikel aslinya. 

PROGRESSIVE PIED / MOTTLE PIED / BLOROK MUTASI

PROGRESSIVE PIED / MOTTLE PIED / BLOROK MUTASI
PROGRESSIVE PIED / MOTTLE PIED / BLOROK MUTASI

1. Istilah, Penamaan.
Progressive Pied ini dikenal juga dengan sebutan Mottle Pied.
Di kita ini, biasanya disebut "Blorok Mutasi", yang sebetulnya salah kaprah kalau menurut saya. Kenapa? Karena semua jenis blorok juga mutasi, tidak hanya yang ini. Bahkan, semua varian warna kecuali hijau murni, itu mutasi juga.
Kita kembali ke definisi mutasi, yaitu ketika wujud (tampilan) dari si burung mengalami perubahan dari wujud aslinya, dalam hal ini Wild Form.
Jadi, mulai sekarang stop dengan istilah Blorok Mutasi karena itu sebuah kesalahan. Kalaupun ingin sedikit memaksa di Indonesia-kan, sebut saja Blorok Mabung.

2. Proses Mutasi.
Biasanya, walaupun tidak semua, bulu blorok muncul pertama kali setelah burung mabung untuk yang pertama kalinya.
Semakin bertambah tua umurnya, semakin bertambah banyak pula pola blorok yang muncul.
Pada burung berwarna hijau misalnya, bulu kuning mulai muncul sedikit demi sedikit karena depigmentasi warna bulu.
Kasusnya hampir mirip dengan Vitiligo pada manusia, yang secara bertahap kulit terdapat bercak putih dan menyebar/meluas ke semua bagian, sampai akhirnya seperti Albino.

3. Ciri-ciri dan Sifat.
Sesuai dengan namanya Mottle yang artinya berbintik, dan Progressive yang artinya bertahap, dapat dicirikan dengan bintik-bintik pada kepala dan punggung, dan meluas bertahap sesuai dengan pertambahan usia. Bila sudah lumayan banyak, coraknya tajam, malah lebih indah dilihat daripa Dom Pied, karena kontras antara bulu warna muda dengan bulu warna tua (warna asal) sangat kentara.
Mutasi ini tidak dapat diturunkan ke anakan. Jadi, apabila Anda memang ingin menernakan jenis Pied yang menghasilkan anakan Pied nantinya, alangkah lebih baik apabila dihat ciri-cirinya dahulu, apa benar Dom Pied ataukah hanya Progresive Pied. Jangan sampai tertipu.
Terkecuali, Anda memang ingin mengoleksi jenis Progressive ini sekedar untuk menikmati warnanya yang eksotis.

TAHUKAH ANDA, DARI 4 FOTO YANG SAYA TAUTKAN DIBAWAH INI ADALAH BURUNG YANG SAMA?





SUMBER : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/314394185391151

Dominant Pied Pada Ras Nigrigenis / Blackcheeked

Dominant Pied Pada Ras Nigrigenis / Blackcheeked
Berbicara tentang mutasi lovebird selalu menjadi hal yang menarik, selain berbicara tentang harga tentunya,, hehehe. Mutasi dan Species adalah dua hal yang berbeda, tetapi kebanyakan dari kita menamai lovebird hanya dari mutasi nya saja dan terkadang melupakan species nya. contoh sederhananya jika ada lovebird berwarna kuning terang dan bermata merah kita pasti langsung menamainya dengan Lutino Mata Merah tanpa tahu sebenarnya Lutino tersebut masuk kedalam Lutino Fichery atau Lutino Personata.

Kali ini sobat Lovebird Lover kita akan mencoba sedikit membahas tentang salah satu mutasi lovebird yaitu Dominant Pied pada Species Nigrigenis / Blackcheeked.


Lovebird jenis ini memang sedikit peminatnya tapi bukan berarti lovebird Dominant Pied (blorok dominan) pada jenis Nigrigenis / Blackcheeked ini kurang indah. banyak diantara kita yang belum mengenal lovebird jenis ini, maka dari itu harga dipasarannya pun kurang bagus dan terkalahkan oleh Lovebird DomPied dari ras Ficshry apalagi yang berjenis sable yang saat ini menjadi primadona dari kelas Pied, maka dari itu marilah sobat Lovebird Lover sedikit mengenal tentang Dominant Pied (blorok dominan) pada jenis Blackcheeked ini.

Dominant Pied Pada Ras Nigrigenis / Blackcheeked
Cara yang paling mudah untuk mengidentifikasi mutasi Dominant Pied (blorok dominan) pada jenis Blackcheeked adalah pada bagian kepala. Ujung kepala paling atas memiliki warna oranye menyala pada seri hijau, dan putih bersih pada seri biru, dikarenakan pigmen tereduksi sempurna pada bagian itu, sehingga kontras dengan bagian pipi yang tetap hitam. Sekalipun warna bagian mantle-nya (punggung dan sayap) tetap hijau polos, bila bagian atas kepalanya sudah seperti itu, maka tetaplah Dom Pied, bukan hijau Wild Color atau Wild Form. Namun, terkadang jenis Personata pun ada yang agak mirip seperti ini. Bila masih meragukan, diperiksa saja bagian tubuh yg lainnya, ataupun dari indukannya sendiri. Perhatikan foto piyik yang sedang bersebelahan, antara Dom Pied Blackcheeked dan Dompied Fischeri
blorok blackcheeked

dominant pied blackcheeked



Sumber : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/323095501187686/



Mengenal Lovebird Misty

Mengenal Lovebird Misty
MISTY

Varian mutasi lovebird semakin banyak jenisnya, mulai dari mutasi yang sudah dikenal secara umum seperti lutino dan albino adapula mutasi yang jarang para Lovebird Lover ketahui, seperti Misty. maka dari itu mari kita sedikit lebih mengenal apa itu sebernarnya Lovebird Misty.

Misty adalah sebuah mutasi dominan (dominan parsial) yang disebabkan oleh pengurangan pigmen eumelanin dalam jumlah yang sedikit.

Sesuai namanya, Mist (kabut), corak pada mutasi ini terlihat agak berkabut, lecek, dan memancarkan sedikit warna kemerahan apabila terpapar sinar.

SF Misty tidak terlalu berbeda jauh dengan Hijau standar, tetap hijau juga cuma sedikit terasa nuansa coklat kemerahan.

DF Misty lebih terkesan "lecek" daripada SF-nya. DF Misty hampir mirip Olive. Kecoklatan cuma warnanya lebih soft plus agak memerah.

Nah untuk varian BS nya, Misty ini juga sama kemiripannya.

Bila pada GS, DF Misty mirip Olive luntur, pada BS mirip Mauve luntur, keduanya sama-sama ada nuansa kemerahan juga.

Sejauh ini cuma Fischer, Blackckeed, dan Taranta yg sudah ada.

Kalau Perso dan Nyasa, sejauh ini belum pernah terlihat, tapi entah ya suatu saat nanti.
Kalau Anda orang Sunda, pasti kenal dengan minuman Bajigur.
Loh? Kenapa loncat kesitu?
Nah, warna Hijau DF Misty ini seperti air Bajigur!

Lovebird Misty

Lovebird Misty

Lovebird Misty

Lovebird Misty
























sumber : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/370964249734144/

LIST MUTASI GRUP LOVEBIRD EYERING BESERTA SIFAT PEWARISANNYA

LIST MUTASI GRUP LOVEBIRD EYERING BESERTA SIFAT PEWARISANNYA
Popularitas lovebird terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga sebagian besar negara di dunia. Makin moncernya lovebird, selain burungnya memang cantik, juga karena ragam warna yang sangat luas akibat perencanaan genetika melalui mutasi warna. Karena itu, jika Anda bisa merencanakan anakan dengan warna tertentu, makin laris produk breeding Anda, meski mau tak mau harus memahami mutasi warna pada lovebird.

Mutasi berasal dari kata mutatus yang berarti perubahan. Mutasi bisa diartikan sebagai perubahan materi genetik (DNA) yang dapat diwariskan secara genetis kepada keturunannya. Makhluk hidup yang mengalami mutasi  disebut mutan.
List Mutasi Lovebird Klep Beserta sifat pewarisannya
Mutasi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan variasi genetik, sehingga bisa diperoleh organisme yang unggul. Dalam konteks lovebird, mutasi khususnya mutasi warna sangat penting untuk menghasilkan puluhan varian warna baru, sebagaimana dijumpai saat ini.

Ruang untuk mencetak varian warna baru pada lovebird paling luas dibandingkan dengan jenis burung lainnya. Sebab ketika semua hasil mutasi warna lovebird disilangkan satu sama lain, termasuk dengan spesies asli seperti lovebird muka salem, maka dapat dihasilkan sekitar 100.000 varian baru dengan kombinasi warna tertentu. Inilah yang akan membuat lovebird akan tetap disukai para penggemarnya. Siapa tahu, kelak Anda akan menghasilkan lovebird dengan kombinasi warna baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Berikut List Mutasi Lovebird Klep Beserta sifat pewarisannya :

Blue - Resesif & Multiallel dgn Parblue
Aqua/Turquoise/Parblue - Resesif & Multiallel dgn Biru
Ino - Resesif & Multiallel dgn Pastel, DEC, dan Bronze Fallow.
DEC - Resesif & Multiallel dgn Ino, Pastel, dan Bronze Fallow.
Pastel - Resesif & Multiallel dgn Ino, DEC, dan Bronze Fallow.
Bronze Fallow - Resesif & Multiallel dgn Ino, DEC, dan Pastel.
Dilute - Resesif
Pale Fallow - Resesif
Dun Fallow - Resesif
Dark Factor - Parsial Dominan
Dom Edge - Parsial Dominan
Dom Pied - Dominan
Recessive Pied - Resesif
Violet Factor - Parsial Dominan
Slaty - Dominan
Misty - Parsial Dominan
Euwing - Parsial Dominan
Opaline/Biola - Resesif Sex Linked (Terkait Seks)
Faded/Pallid - Resesif

Untuk Progressive Pied, HS, Multicolor, dan Crested tidak termasuk ke dalam mutasi karena sifatnya random dan tidak diwariskan.
Untuk definisi dan mekanisme dari Dominan, Resesif, dan SL sendiri bisa Anda baca artikel yang lain tentang "Metode Pewarisan Sifat".


Contact Us

Name

Email *

Message *

Copyright © Lovebird lover Indonesia. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design