pecinta burung lovebird Indonesia

Showing posts with label gen. Show all posts
Showing posts with label gen. Show all posts

Berbagai Jenis Lovebird Kacamata dan Sifat Penurunannya

Berbagai Jenis Lovebird Kacamata dan Sifat Penurunannya
Lovebird adalah burung sejenis beo kecil yang berasal dari genus Agapornis. Burung ini memiliki ukuran kecil berkisar 13 - 17 cm dengan berat sekitar 40 - 60 gram serta memiliki ekor yang pendek dan paruh yang besar melengkung. Lovebird memiliki 9 spesies dengan 8 spesies berasal dari Afrika dan 1 spesies berasal dari Madagaskar. Burung ini bersifat monogami dan sering terlihat mesra jika berpasangan, maka dari itu burung ini dinamakan sebagai Burung Cinta atau Lovebird. Lovebird mampu hidup hingga umur 10-15 tahun.

Lovebird Klep ini ternyata banyak sekali jenisnya, bahkan seringkali kita dibuat bingung dengan penyebutan jenis burung yang sati ini. Nah untuk mengurangi rasa bingung tersebut kali ini Sobat Lovebird Lover akan menjelaskan secara ringkas dan sederhana Jenis - Jenis Lovebird Klep / kaca mata dan Sifat Penurunannya

Berdasarkan warna paruhnya Lovebird Klep dibagi menjadi 3 jenis :
  1. Green Series (GS) atau Paruh merah.
  2. Blue Series (BS) atau Paruh Putih atau Merah Muda.
  3. Parblue (PB) atau Paruh Orange atau Yellow Face atau muka kuning.
Berbagai Jenis Lovebird Kacamata dan Sifat Penurunannya
Berdasarkan bentuk warna di kepala Lovebird Klep  dibedakan menjadi 4 jenis :
  1. Agapornis Fischeri.
  2. Agapornis Personata atau Masked Lovebird.
  3. Agapornis lilliane atau Nyasa Lovebird.
  4. Agaporis nigrigenis atau black-checked Lovebird (BC).
Berbagai Jenis Lovebird Kacamata dan Sifat Penurunannya
Berdasarkan warna mata Lovebird Klep dibedakan menjadi 3 jenis :
  1. Hitam (manik merah dan mata air termasuk didalamnya)
  2. Ino eyes.
  3. Fallow eyes.
 Berdasarkan genetika warna Lovebird Klep  dibagi menjadi 5 jenis :
  1. Dominant
  2. Resesif
  3. Incomplete Dominan / co dominant.
  4. Sex-linked (Biola).
  5. Multifactorial
Genetika adalah ilmu yang berhubungan dengan studi dan pemahaman tentang faktor keturunan, evolusi, perkembangan, ekologi, biologi molekuler dan ilmu forensik. Seorang ilmuwan Jerman dengan nama Gregor Johann Mendel adalah pendiri pertama Genetika, maka ia juga dikenal sebagai bapak genetika.

Yang dimaksud Genetika warna disini adalah warna yang terlihat secara visual  di warna bulu punggung, sayap, dada, Rum (Rawis / tungkir) dan ekor. Warna kaki dan kuku tidak berpengaruh pada Genetika warna.

Salam Breeder Lovebird Lover

Mengenal Love Bird Golden Cherry

Mengenal Love Bird Golden Cherry
Lovebird adalah salah satu burung dari sembilan jenis spesies genus Agapornis (dari bahasa Yunani "agape" yang berarti "cinta" dan "ornis" yang berarti "burung"). Mereka adalah burung yang berukuran kecil, antara 13 sampai 17 cm dengan berat 40 hingga 60 gram, dan bersifat sosial. Delapan dari spesies ini berasal dari Afrika, sementara spesies "burung cinta kepala abu-abu" berasal dari Madagaskar. Nama mereka berasal dari kelakuan yang umum diamati bahwa sepasang burung cinta akan duduk berdekatan dan saling menyayangi satu sama lain. Sifat pasangan burung cinta adalah monogami di alam bebas. Umur hidup rata-rata mereka adalah 10 sampai 15 tahun

Lovebird merupakan burung dari jenis paruh bengkok yang memiliki banyak jenis dan warna. Karena keunikannya tersebut burung lovebird ini semakin diminati oleh kalangan penghobi burung di Indonesia. Kali ini admin akan sedikit membahas tentang Love Bird Golden Cherry
Mengenal Love Bird Golden Cherry
Love Bird Golden Cherry termasuk salah satu jenis Love Bird dengan warna unik dan menarik.
Jenis love Bird Golden  Cherry termasuk  jarang di temukan di pasaran.
Mempunyai perpaduan warna dari beberapa jenis love Bird sebelumnya.
Mengenal Love Bird Golden Cherry
Love Bird Golden Cherry dada nya perpaduan warna antara pastel hijau  & pastel kuning, dengan punggung  seperti pastel hijau / olive dan bulu selat  berwarna seperti  biru cobalt atau hijau standar.
Membuat jenis Love Bird Golden Cherry ini kaya akan warna didalam nya ( gen ). Sehingga banyak diminati oleh Publik karena gen nya banyak  perpaduan warna.

Sumber informasi :
Jenis Love Bird Golden Cherry Foto :
Koleksi pribadi RivRay Lbf.

Sumber tulisan :
https://www.facebook.com/notes/indonesian-lovebirds-fellowship/lovebird-golden-cherry/749418848495182/

Apakah opaline x opaline = 100% opaline

Apakah opaline x opaline = 100% opaline
Apakah opaline x opaline = 100% opaline?
Menurut rumus, opaline x opaline = 100% opaline. Adakah kemungkinan perkawinan opaline x opaline menghasilkan warna hijau alias wild colour alias “josan”? Beberapa kali kita melihat postingan dari rekan rekan yang mengatakan bahwa mereka mendapatkan burung berwarna hijau biasa (non opaline) dari hasil silangan opaline x opaline. Postingan seperti ini biasanya langsung ramai ditanggapi dan terjadi perdebatan berkepanjangan bahkan sering ditanggapi dengan sinis: “anak yang tertukar”, “telor yang tertukar”, “indukannya selingkuh”, “peternaknya kurang piknik” hingga “bakul tukang tipu”.

Kembali ke pertanyaan diatas. Apakah ada kemungkinan perkawinan opaline x opaline menghasilkan warna hijau alias wild colour alias “josan”? Jawabannya ADA! Walaupun sangat jarang tapi kemungkinan itu memang ada. Bagaimana penyimpangan ini bisa terjadi? Berikut penjelasannya.

A.    Jawaban sinis yang mengatakan bahwa “indukannya selingkuh” adalah salah satu faktor penyebab terjadinya penyimpangan diatas. Menurut artikel yang ditulis oleh Dirk Van den Abeele, burung betina memiliki kemampuan menyimpan sperma jantan hingga jangka waktu tertentu dimana sperma tersebut disimpan disebuah saluran kecil yang berada diarea kloaka (sperm-storage tubules). Jangka waktu penyimpanan tersebut berbeda antara spesies yang satu dengan lainnya dan bisa mencapai hingga 30 hari. Jadi bisa saja betina opaline sebelum dikawini oleh jantan opaline sudah pernah “ditiduri” oleh jantan yang bukan opaline dan spermanya disimpan oleh sang betina hingga terjadi pembuahan pada saat dikawinkan dengan jantan opaline. Jadi memang benar terjadi “indukannya selingkuh”.

B.     Kemungkinan kedua adalah pada saat pembentukan sel reproduksi, ada bagian dari Z kromosom yang mengandung informasi mutasi yang bersangkutan mengalami kerusakan atau hilang (jantan memiliki 2 kromosom Z sedangkan betina memiliki 1 kromosom Z dan 1 kromosom W). Perlu anda ketahui bahwa pada saat proses meiosis sedang berlangsung, bisa tedapat beberapa kali kegiatan crossing over. Crossing over ini terjadi pada kromosom Z jantan yang secara keseluruhan memiliki empat kromatid dan pada kromosom Z betina yang memiliki dua kromatid. Istilah crossing over ini sebenarnya lebih rumit dari sekedar pertukaran antara dua kromosom. Jika ada bagian dari Z kromosom yang bermasalah (rusak atau hilang) maka ada dua kemungkinan yang bisa terjadi:
  • Embrio tidak berkembang dan mati dalam cangkang (Dead in Shell).
  • Embrio berkembang dan bertahan hidup tapi tidak mewarisi sifat mutasi dari kedua indukannya (dalam contoh kasus ini opaline) dan terlihat berwarna hijau alias wild colour alias “josan” dan diyakini burung seperti ini mandul.

Dari penjelasan diatas, walaupun kemungkinannya sangat kecil tapi memang bisa terjadi bahwa opaline x opaline = non opaline. Di dunia ini, satu satunya yang konstan hanya perubahan. Jika tidak ada penyimpangan maka dunia genetika bukanlah dunia genetika.
Salam,
Ben KLI

Disadur dari artikel Dirk Van den Abeele di http://www.ornitho-genetics.info/
PS: Jangan tanya saya apa itu kromosom, meiosis, kromatid dan istilah lainnya. Silahkan tanya google. 


Lutino NSL dan Lutino SL

Lutino NSL dan Lutino SL
Karena yang dibahas memiliki persamaan, yaitu mengenai Albinisme (mutasi Ino), maka artikel mengenai dua mutasi tersebut Saya gabung saja.
Untuk perbedaan antara kedua, silahkan simak penjelasan dibawah.
Namun sebelumnya, secara umum kita bahas dahulu mengenai Albinisme.

1. ALBINISME
Albinisme terjadi ketika kandungan pigmen Eumelanin benar-benar hilang secara total.
Albinisme terbagi dalam 2 golongan, yaitu Sex Linked Ino (SL Ino) dan Non Sex Linked Ino (NSL Ino).
Dampak dari mutasi ini adalah menjadikan tampilan fisik burung nampak "Bule".
Tidak hanya tampilan bulunya saja, namun pada mata, kaki, dan kuku juga turut terkena dampak dari mutasi tersebut.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Hijau, maka terciptalah Lutino.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Biru, maka terciptalah Albino.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Parblue, maka terciptalah Creamino.
Agar lebih menarik dan variatif, Anda dapat mengombinasikan mutasi Ino dengan mutasi lain.

2. NSL INO
NSL Ino pertama kali terjadi pada spesies Nyasa, lalu ditransmutasi ke Personata.
Lalu dari Personata ke Fischeri dan Blackcheeked. Jadi NSL Ino ini mutasinya terdapat pada Lovebird golongan Eyering/kacamata saja.
Mengapa disebut NON SEX LINKED INO?
Penyebabnya adalah karena sifat dari pewarisan mutasi ini adalah resesif dan TIDAK TERKAIT KELAMIN.
Maksudnya? Jantan maupun betina, memiliki kans dan mekanisme mewariskan yang sama kepada keturunannya.
Lutino NSL
Contoh:
  • Jantan Lutino x Betina Hijau (tanpa split) = apapun jenis kelamin anaknya, Hijau split Ino.
  • Jantan Hijau (tanpa split) x Betina Lutino = apapun jenis kelamin anaknya, Hijau split Ino.
Walaupun ditukar, hasilnya sama saja toh? Karena tidak terkait kelamin.

3. SL INO
Mekasime mutasinya hampir sama saja dengan NSL Ino, namun bedanya SL Ino ini terjadi pada spesies Roseicollis (nonklep).
Mengapa disebut SEX LINKED INO?
Penyebabnya adalah karena sifat dari pewarisan mutasi ini adalah resesif dan TERKAIT KELAMIN.
Maksudnya? Jantan dan betina memiliki kans dan mekanisme berbeda dalam mewariskan yang sama kepada keturunannya.
Lutino SL
Contoh:
  • Jantan Lutino x Betina Hijau (tanpa split) = anak JANTAN pasti HIJAU SPLIT INO, dan anak BETINA pasti LUTINO.
  • Jantan Hijau (tanpa split) x Betina Lutino = anak JANTAN pasti HIJAU SPLIT INO, dan anak BETINA pasti HIJAU tanpa split.
Perbedaan dalam penentuan jenis kelamin indukan, bisa sangat berpengaruh pada mutasi anakannya nanti, dan jenis kelaminnya bisa ditebak.
Jadi, pemilihan induk sangat berpengaruh banyak dalam hasil yg didapat nantinya.


Sumber :
https://www.facebook.com/groups/lovebirdsloversindo/permalink/454537361376832/

About Par Blue Genetic by Mr Sam Gibb

About Par Blue Genetic by Mr Sam Gibb
It's not possible to truly understand parblue genetics
until one understands how multiple alleles work.
It's a lot to explain in a post.
There's a nice article about the bl locus
in the next 'Agapornis Magazine' from the BVA. 
For the sake of "easier to understand"
I'll call parblue turquoise, which it is.
parblue

Turquoise x turquoise =100% turquoise
Turquoise x green =100% green/turquoise

Turquoise x green/turquoise =
50%chance turquoise
50% chance green/turquoise

Turquoise x green/blue =
50% chance green/turquoise
50% chance TurquoiseBlue

Green/turquoise x green/turquoise =
50% chance green/turquoise
25% chance turquoise
25% chance green 

Green/turquoise x green/blue =
25% chance green/blue
 25% chance green/turquoise
 25% chance TurquoiseBlue
25% chance green

Turquoise x blue =
 100% TurquoiseBlue

TurquoiseBlue x green =
 50% chance green/turquoise
50% chance green/blue
TurquoiseBlue x blue =
50% chance TurquoiseBlue
50% chance blue
TurquoiseBlue x green/blue =
25% chance green/turquoise
25% chance green/blue
25% chance TurquoiseBlue
25% chance blue

TurquoiseBlue x green/turquoise =
25% chance green/turquoise
25% chance green/blue
25% chance TurquoiseBlue
25% chance turquoise

TurquoiseBlue x TurquoiseBlue =
50% chance TurquoiseBlue
25% chance turquoise
25% chance blue

That's virtually all the outcomes possible involving the turquoise(parblue) mutation,
as well as combinations with blue.

Memahami Struktur Bulu pada Lovebird

Memahami Struktur Bulu pada Lovebird
Tahu kah anda seberapa penting memahai feather structure alias struktur bulu pada setiap spesies Lovebird ? Dengan memahami struktur bulu anda akan lebih mudah memahami ciri ciri dari berbagai macam macam ciri lovebird hybrid. Pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017, Komunitas Lovebird Indonesia (KLI) mengundang Dirk Van den Abeele peneliti, penghobi dan penulis buku dari Belgia sebagai pembicara dalam Seminar yang temanya bertajuk Mutasi Opaline dan Fallow pada Lovebird
Memahami Struktur Bulu pada Lovebird
Nah, dari salah satu slide presentasi yang paling bikin saya “melek mata” adalah penjelasan tentang struktur bulu pada burung lovebird Fischeri dan Personatus. Pada struktur bulu Green Fisheri pada bagian muka terdapat pigmen psittacin (Psittacin: Pigmen orange, kuning, merah). Faktanya adalah tidak ada pigmen Psittacin yang berwana merah pada struktur bulu pada bagian muka lovebird Fischeri tetapi yang ada adalah pigment Orange (bukan Merah) . Sedangkan pada lovebird spesies Personatus pada bagian mask atau topeng terdapat pigmen psittacin yang berwana merah dan eumelanin. Nah ,dari sinilah terjawab sudah kenapa Lovebird Fischeri untuk burung show atau beauty contest yang dulu kita mememilih burung burung dengan warna bagian muka, dagu dan dada berwarna merah akhirnya bergeser ke orange pekat pada jidat, dagu dan perlahan mengalami degradasi orange cerah diakhiri batas warna kuning tipis pada bagian dada. Kenapa tidak lagi merah ? karena pigmen merah hanya ada pada mask atau topeng spesies Personatus sedangkan pada Lovebird Fischeri yang ada adalah pigmen Orange.

Pada mutasi Opaline Fisheri alias Biola orang orang cenderung lebih memilih burung berkepala merah dari pada orange. Suka atau tidak ? Percaya atau tidak ? Burung tersebut membawa pigmen merah yang hasil crossing dengan personatus. Yang seharusnya warna kepala Opaline Fischeri itu Orange Pekat. Dan kebanyakan Opaline Fischeri bermuka cemong, warna kepala lebih merah pekat.

Salam Breeder Lovebird Lover

Sumber :
Penulis Lovebird Malang Toko Bagong

Alasan Lutino Sable Merupakan Hybrid

Alasan Lutino Sable Merupakan Hybrid
Beberapa tahun yang lalu atau masa awal lovebird booming di tanah air sempat gempar dengan adanya lovebird lutino mata merah, yaitu lovebird dengan warna kuning menyala serta warna kepala dan leher orange dan memiliki mata merah. lovebird jenis ini sempat menjadi primadona dan banyak dicari para Lovebird Lover, harganya pun lumayan tinggi. untuk jodohan dewasa bisa seharga motor sport saat itu.

Walau saat ini pamor Lutino MM sudah tidak sebooming seperti dahulu tapi tetap saja masih banyak sobat Lovebird Lover yang mencari burung jenis ini. tapi tahukah sobat Lovebird Lover kalau sebenarnya Lutino Sable adalah Lovebird Hybrid ??

Mengapa lutino sable = hybrid?
Mengapa lutino sable = hybrid?
Lutino pada Agapornis fischeri adalah termasuk mutasi NSL ino yang sifat penurunanya adalah autosomal resesif. NSL adalah singkatan dari Non Sex Linked yang artinya keturunan yang didapat tidak bergantung pada indukan jantan atau betina. Jika salah satu indukan baik jantan maupun betina adalah lutino, maka bisa menghasilkan anakan jantan maupun betina yang split lutino. Hal ini berbeda dengan mutasi SL alias sex-linked (contoh opaline dan lutino roseicollis), dimana tidak ada betina split opaline.

Mutasi lutino menyebabkan hilangnya semua eumelanin hitam yang ada pada burung. Efek yang ditimbulkan adalah warna hijau berubah menjadi kuning dan biru menjadi putih. Sementara psittacin tidak terpengaruh (psittacin adalah zat yang mengatur warna merah dan kuning). Jika kita mengambil contoh burung jenis fischeri hijau yang bermutasi menjadi lutino, maka semua warna pada burung ini baik yang berwarna hijau, olive, dan lainnya akan berubah menjadi kuning. Sementara bagian yang berwarna merah tidak terpengaruh.

Ini adalah contoh fischeri wild type dan fischeri lutino. Berdasarkan penjelasan ilimah diatas, silahkan nilai sendiri mana lutino yang hybrid dan mana yang tidak hybrid. Apakah ini berlaku hanya untuk lutino? TIDAK. Ini berlaku untuk SEMUA SABLE

jadi sebenarnya semua Lovebrid Sable adalah Hybrid


Sumber : Komunitas Lovebird Indonesia

Burung split pada Fischeri Opaline (Biola)

Burung split pada Fischeri Opaline (Biola)
Dengan ramainya penggemar Fischeri Opaline (Biola) maka semakin ramai topik “Burung split” menjadi topic pembicaraan akhir akhir ini. Tetapi rupanya banyak juga rekan rekan senior yang belum paham benar soal burung split, meskipun penggunaan burung split itu merupakan ilmu dasar dari beternak Lovebird
split biola
Split di-symbolkan dengan tanda “/”
Contoh: Hijau split Biru bisa dituliskan Hijau/Biru.
Burung split tidak bisa dibedakan dengan burung normal, secara visual bentuk fisik, warna & kondisi nya sama dengan burung2 normal. Hanya secara genetik, burung split membawa genetik mutasi lainnya.

Untuk pemanasan saya akan coba memberikan contoh dari mutasi lovebird yang sudah umum, yaitu Dominant Pied (Blorok). Dengan berawal dari Green Dominant Pied  kita ingin mencetak Blue Dominant Pied. Maka kita memerlukan burung Blue sebagai bahan untuk dicampurkan dengan Green Dominant Pied.

Level 1: Green Dominant Pied (SF) dikawinkan dengan Blue, menghasilkan anakan yang berwarna Green split Blue dan juga Green Dominant Pied split Blue (Level 2). Setelah anakannya menjadi dewasa (usia 1 tahun) siap dikawinkan, maka Green Dominant Pied split Blue dikawinkan dengan Blue akan menghasilkan anakan Blue Dominant Pied (Level 3). Berarti secara total kita membutuhkan waktu 2 generasi (A+B) untuk menciptakan Blue Dominant Pied.
Burung split pada Fischeri Opaline (Biola)

Bagaimana dengan Fischeri Opaline (Biola)?

Karena Fischeri Opaline adalah SexLinked maka lebih rumit proses ternaknya dibandingkan dengan Lovebird kaca mata pada umumnya. Prinsipnya pembentukan burung split pada Fischeri Opaline sama saja dengan Fischeri Dominant Pied seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

Saya coba jelaskan satu per satu, semoga dapat dipahami:
1.0  berarti Jantan. Posisi burung Jantan selalu dituliskan di awal sebuah rumus perkawinan
0.1  berarti Betina. Posisi burung Betina selalu dituliskan setelah posisi Jantan
Burung split pada Fischeri Opaline (Biola)

Level 1: 1.0 Fischeri Opaline Green x 0.1 Fischeri Blue (rumus ini mempunyai arti Jantan Fischeri Opaline Green dikawinkan dengan Betina Fischeri Biru)
Karena Fischeri Opaline adalah SexLink (SL) maka proses A akan menghasilkan burung di Level 2, yaitu: 50% 1.0 Fischeri Green split Opaline Blue & 50% 0.1 Fischeri Opaline Green split Blue.

Bagaimana penulisan yang benar, apakah 1.0 Fischeri Green split Opaline Blue ATAU 1.0 Fischeri Green split Opaline split Blue?
Penulisan KEDUA nya benar, karena split lebih dari pada satu (double split, triple split dll) bisa disingkat dituliskan cukup satu kali saja. Penamaan keduanya itu adalah membicarakan burung yang sama!

Saya sudah konfirmasikan dengan teman saya di Belgia, ahli genetic Dirk Van den Abeele dan beliau menjawab dengan mantap “YES” 

TERJEMAHAN secara ringkas:
Saya mengirimkan email dengan sebuah kasus, apabila saya mengawinkan Fischeri Opaline Hijau Jantan dengan Fischeri Biru Betina akan menghasilkan: anakan jantan Fischeri Hijau split Opaline Biru dan anakan betina Fischeri Opaline Hijau split Biru.

Pertanyaannya: Apakah Fischeri Hijau split Opaline Biru itu mempunyai arti yang sama dengan Fischeri Hijau split Opaline split biru?
Jawabannya: YES
Jadi gak perlu didiskusikan lagi soal penulisan ini. Silakan disanggah kalau Anda merasa lebih pintar dari Dirk Van den Abeele :D

Beberapa orang yang tidak paham akan penulisan yang benar dan berusaha mengartikan sendiri akan tulisan tersebut dan membuat suasana semakin gaduh. Mereka mengartikan 1.0 Fischeri Green split Opaline Blue itu adalah split dari Opaline Blue.

Halooo….. bangun-bangun! Jangan mimpi di siang hari, Kalau seseorang sudah punya Opaline Blue, ngapain seseorang tersebut mengawinkan Opaline Blue nya dengan Hijau standart (Proses C) agar menghasilkan Hijau split Opaline Blue yang harganya lebih murah???
Ilustrasinya begini:
Burung split pada Fischeri Opaline (Biola)

Proses yang wajar adalah dimulai dari Level 1 selama proses A kemudian menjadi Level 2 selama proses B menjadi Level 3. Karena SEMUA mutasi Lovebird diawali dengan warna HIJAU, kemudian dikembangkan ke warna2 yang lainnya, bukan kebalikannya (C+D)!!!

Kalau Anda melihat ilustrasi yang saya buat di atas, maka proses A menghasilkan burung split dan proses C menghasilkan juga burung split.

Proses A: 1.0 Fischeri Opaline Green x 0.1 Fischeri Blue
Anakan Proses A: 50% 1.0 Fischeri Green split Opaline Blue & 50% 0.1 Fischeri Opaline Green split Blue
Proses C: 1.0 Fischeri Opaline Blue x 0.1 Fischeri Green
Anakan Proses C: 50% 1.0 Fischeri Green split Opaline Blue & 50% 0.1 Fischeri Opaline Green split Blue

Apakah anakan dari Proses A dan Proses C adalah burung split tersebut sama???
Maka jawabannya adalah: BENAR2 SAMA, baik anakan Jantan maupun Betina dari proses A maupun proses C mereka semua memiliki sifat genetic mutasi yang sama.

Meskipun Beliau dalam masa liburan masih menyempatkan diri membalas email saya. Itu jawaban Dirk, YES. Singkat, Padat, Jelas. Silakan disanggah kalau Anda merasa lebih pintar dari Dirk Van den Abeele :D

Bagaimana harga seekor Burung split?
Ada aturan tidak tertulis di pasar Lovebird Eropa:

  • Burung Level 1 adalah burung paling murah dikarenakan membutuhkan 2 generasi (A+B) untuk menjadi Burung Level 3
  • Burung Level 2 harganya lebih mahal daripada Burung Level 1, karena Burung Level 2 hanya membutuhkan 1 generasi lagi untuk menjadi Burung Level 3
  • Tetapi Burung Level 2 tetap lebih murah daripada Burung Level 3. Biasanya Burung Level 2 seharga 50% dari harga burung di Level 3 pada mutasi2 terbaru
  • Jadi kalau Level 3 seharga 20 juta maka biasanya Burung Level 2 akan berharga 10 juta dan Burung Level 1 di bawah 10 juta
Sedangkan di Indonesia burung split mulai banyak dicari terutama pada mutasi mutasi yang masih jarang, seperti: Fischeri Opaline Blue, Fischeri Opaline Lutino, Fischeri Pale Fallow

Keuntungan Burung split?

  • Dapat mempersingkat proses di dalam mencetak Burung Level 3 karena hanya membutuhkan 1 generasi saja
  • Harga lebih murah dibandingkan Burung Level 3
Kerugiannya Burung split?

  • Harganya tinggi tetapi bentuk fisiknya tidak sesuai dengan harga yang dibayarkan. Contoh: Hijau split Opaline Blue (bentuk fisik seperti Hijau Standart) harga 10 juta, apakah anda berani membayar 10 juta hanya untuk mendapatkan seekor Hijau standart? :D  
  • Banyak disalahgunakan oleh para pihak yang tidak bertanggung jawab hanya sekedar mengeruk keuntungan. Ngakunya split padahal tidak split
Seperti yang sudah saya pelajari dari peternak peternak Eropa, bahwa transaksi Burung split itu adalah transaksi kepercayaan! Artinya: kalau Anda percaya dengan penjual/peternak tersebut maka silakan dibeli burung split nya, kalau Anda ada sedikit keraguan maka segera lupakan transaksi tersebut.

Penjelasan tulisan ini sudah saya sederhanakan. Proses pembentukan mutasi mutasi Fischeri Opaline sebenarnya lebih rumit & sulit untuk dijelaskan melalui tulisan. Silakan terus dicoba…. Good Luck!
Thanks, semoga bermanfaat
KimmiG House
Maret 2016


sumber : KLI

Mutasi blue aqua dan turquoise pada burung lovebird

 Mutasi blue aqua dan turquoise pada burung lovebird
Mutasi blue, aqua dan turquoise pada lovebird
Dipublikasikan di majalah BVA tahun 2014
Oleh Dirk Van den Abeele
MUTAVI, Research & Advice group
Ornitho-Genetics VZW
 Mutasi blue, aqua dan turquoise pada lovebird
Blue
Mutasi blue pada lovebird diyakini berawal dari jenis agapornis personatus. Sedangkan pada jenis fischeri, nigrigenis, dan lilianae, mutasi blue diperoleh lewat hasil transmutasi. Mutasi warna *blue* juga ada pada jenis roseicollis tapi semua hobbies roseicollis tahu bahwa itu adalah hasil pengembangan dari turquoise, jadi secara genetik tidak ada mutasi “true blue” pada jenis roseicollis.  Sifat penurunan blue adalah autosomal recessive dan secara teknis, mutasi blue adalah akibat hilangnya psittacin secara keseluruhan atau dikenal dengan istilah CPR (Complete Psittacin Reduction).

PPR – Partial Psittacine Reduction.
Mutasi blue sudah berkembang menjadi lebih kompleks. Saat ini kita melihat adanya mutasi yang terlihat seperti berwarna antara green dan blue alias tidak murni blue lagi. Warna sepeeti ini pernah disebut dengan istilah “appleblueseagreen” dan seringkali dianggap sebagai true blue.  Bagi beberapa peternak mutasi PPR (Partital Psittacin Reduction) sulit untuk dipahami dan warna mutasi seperti ini sering terlihat seperti warna biru. Padahal sebenarnya warna seperti ini tidak termasuk mutasi blue.  Penjelasannya begini, seperti pada mutasi eumelanin yang terdapat beberapa level pengurangan jumlah eumelanin, pada mutasi psittacin juga terdapat beberapa level pengurangan jumlah psittacin. Pengurangan seluruh psittacin disebut CPR seperti penjelasan diatas sedangkan pengurangan sebagian psittacin disebut PPR. Hingga hari ini tercatat ada dua jenis mutasi PPR yang berbeda pada lovebird, yakni aqua dan turquoise.

Aqua.
Mutasi aqua adalah akibat dari berkurangnya psittacin sebanyak 50% sehingga warna burung terlihat seperti antara hijau dan biru. Mutasi ini dulu dikenal juga dengan sebutan seagreen, seablue, ivory, pastel dan pastel blue. Tapi berdasarkan kesepakatan internasional, mutasi ini akhirnya dilabel dengan nama “aqua”, singkatan dari aquamarine.
Sejauh ini mutasi aqua hanya terdapat pada jenis roseicollis.

Turquoise.
Mutasi turquoise pada jenis roseicollis sudah ada sejak tahun 70an sedangkan pada jenis fischeri dan personatus baru ada beberapa tahun terakhir ini. Berbeda dengan aqua, turquoise mengalami pengurangan psittacin yang bervariasi. Pada bagian tubuh, psittacin berkurang hingga 90% sedangkan bagian sayap “hanya” mengalami pengurangan +/- 65%. Hasilnya adalah tubuh burung berwarna hampir biru sementara sayapnya lebih condong ke warna hijau. Pada jenis roseicollis, warna topengnya berubah menjadi warna krem sedangkan pada jensi fischeri menjadi berwarna kuning. Inilah sebabnya kadang ada peternak yang menyebutnya dengan istilah “yellow face” padahal istilah yang tepat adalah turquoise.  Sementara pada jenis personatus, tubuhnya berubah menjadi berwarna biru dengan bagian sayap cenderung berwarna hijau dan dada berwarna kuning muda.

Aqua dan turquioise kadang disebut dengan istilah parblue (partial blue). Sebenarnya istilah ini tidak jelak tapi secara pribadi saya lebih seuka menyebutnya dengan istilah PPR (partial psittacine reduction). Baik aqua maupun turquoise memiliki sifat penurunan autosomal recessive.

Beberapa hasil ternak yang bisa diperoleh:
aqua x green: (or green x aqua)
100% green/aqua

green/aqua x aqua:
50% chance of green/aqua
50% chance of aqua

green/aqua x green/aqua:
25% chance of green
50% chance of green/aqua
25% chance of aqua

turquoise x green:
100% green/turquoise

green/turquoise x turquoise:
50% chance of green/turquoise
50% chance of turquoise

green/turquoise x green/turquoise:
25% chance of green
50% chance of green/turquoise
25% chance of turquoise

Sejauh ini semuanya terlihat normal. Tapi tidak demikian jika kita sudah mulai memasangkan aqua dengan turquoise atau dengan blue dimana kombinasi ini akan memberikan kita warna menengah dan secara langsung membuktikan bahwa aqua, turquoise dan blue secara genetik adalah alele antara satu dengan yang lain. Dengan kata lain mereka adalah mutasi dari bl-locus yang sama atau variasi dari gen yang juga bertanggung jawab atas mutasi blue murni.

Banyak yang tidak paham akan fenomena multiple alleles. Kali ini saya akan mencoba menjelaskannya tapi bukan secara teori tapi lewat kombinasi pasangan yang sudah dibuktikan hasilnya.
-        Kita tahu bahwa jika memasangkan dua jenis mutasi autosomal recessive yang identik, contoh: blue x blue, maka semua anakan berwarna blue. Artinya kombinasi mutasi autosomal recessive x autosomal recessive yang identik akan menghasilkan burung yang bermutasi (bukan wild colour).
-          Jika kita memasangkan blue x wild type maka hasilnya adalah semua anakan berwarna hijau split blue.
-          Jika kita memasangkan autosomal recessive dengan autosomal recessive yang tidak identik, contoh blue (murni) dengan NSL ino (murni), maka semua anakan berwarna hijau dan split kedua mutasi tersebut.
Dari contoh diatas, bisa disimpulkan bahwa jika kita memasangkan mutasi recessive dengan wild type, atau jika kita memasangkan dua mutasi recessive yang tidak identik, maka hasil yang didapat adalah bentuk wild type alias wild colour yang artinya mutasi tersebut adalah recessive terhadap wild type.

Tapi hal yang berbeda akan terjadi jika yang kita pasangkan adalah mutasi recessive yang merupakan allele satu dengan lainnya. Contoh: jika kita memasangkan aqua dengan turquoise, maka kita tidak akan mendapatkan anakan berwarna hijau split aqua dan turquoise seperti pada kasus diatas (jika kita memasangkan dua mutasi autsomal recessive yang berbeda), tapi hasil yang kita dapatkan burung dengan warna menengah. Artinya, jika kita memasangkan dua mutasi recessive yang berbeda dan hasil yang didapat adalah warna menengah, maka itu merupakan bukti bahwa kedua mutasi tersebut adalah merupakan allele antara satu dengan lainnya. Dulu, banyak yang beranggapan bahwa ini adalah sesuatu yang special sehingga diberikanlah nama yang aneh aneh. Contiohnya bisa kita lihat pada jenis roseicollis, dimana kombinasi aqua dengan turquoise diberi nama “apple green atau seagreen” yang akhirnya malah menyesatkan sebagian peternak karena mereka berpikir nama yang berbeda adalah merupakan mutasi yang berbeda padahal sebenarnya sama. Jika kita memasangkan apa yang disebut “apple green atau seagreen” dengan burung berwarna hijau, maka hasilnya adalah sebagian anakan split for aqua dan sebagian split for turquoise. Tidak pernah ada split for “apple green atau seagreen”.

Untuk meghindari kesalah pahaman ini, maka kita harus menggunakan istlah international yang sudah disepakati.
Untuk tampilan atau fenotipe yang merupakan hasil dari kombinasi dua allele dari gen yang sama, kita tidak menggunakan nama yang terpisah. Kita bisa menjelaskan kombinasi warna ini dengan hanya menuliskan nama kedua mutasi tersebut. Contoh: kombinasi dari aqua dengan turquoise disebut AquaTurquoise.  Perhatikan penggunaan huruf besar pada penulisan AquaTurquoise. Ini gunanya untuk menjelaskan bahwa AquaTurquoise bukanlah merupakan mutasi tunggal juga sebagai indikasi bahwa pada mutasi ini terdapat dua allele yang berbeda, yakni aqua dan turquoise.

Mengapa ditulis AquaTurquoise dan bukan TurquoiseAqua? Berdasarkan kesepakatan, warna yang paling sedikit mengalami mutasi (paling mendekati warna wild type) harus diletakkan didepan. Berapa persen pengurangan psittacin pada aqua dan berapa persen pengurangan psittacin pada turquoise? Silahkan scroll lagi keatas dan baca ulang.

Jika kita memasangkan AquaTurquoise x AquaTurquoise hasilnya adalah:
25% chance of aqua
50% chance of AquaTurquoise
25% chance of turquoise

green/aqua x green/turquoise:
25% chance of green
25% chance of green/turquoise,
25% chance of green/aqua
25% chance of AquaTurquoise.

green/aqua x turquoise:
50% chance of green/turquoise
50% chance of AquaTurquoise.

Berikutnya saya akan memberikan contoh berdasarkan turquoise dan blue.  Blue x turquoise = 100% TurquoiseBleu (TurquoiseBleu yang terlihat seperti turquoise). Kembali, perhatikan penggunaan huruf besar disini. Kombinasi lainnya adalah:

TurquoiseBlue x TurquoiseBlue:
25% chance of blue
50% chance of TurquoiseBlue
25% chance of turquoise

Untuk species dimana bisa ditemukan mutasi blue, aqua dan turquoise, kita bisa melakukan lebih banyak variasi kombinasi pasangan.
blue (homozygote)
turquoise (homozygote)
aqua (homozygote)
TurquoiseBlue
AquaBlue
AquaTurquoise

Salah satu masalah yang kita hadapi saat ini adalah cara untuk membedakan antara mutasi turquoise dan TurquoiseBlue baik pada jenis fischeri maupun personatus. Hipotesa saya, warna paruh bisa memberikan jawaban apakah burung tersebut turquoise atau TurquoiseBlue. Tapi sekali lagi ini hanya hipotesa dan sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya. Tapi jika anda adaah peternak yang bijak, maka anda pasti bisa menjawab pertanyaan tersebut jika burung tersebut adalah hasil ternak anda.  Karena peternak yang bijak pasti menerapkan administrasi yang baik dan memiliki catatan lengkap atas semua hasil ternaknya.

Perlu diperhatkan bahwa diluar pengurangan psittacin, masih ada faktor lain yang mempengaruhi warna dari mutasi blue atau PPR., antara lain:

Perubahan susunan bulu:
– Tingkat kelebaran spongy zone (yang juga berhubungan dengan dark factor)
– Susunan nano keratin pada spongy zone (yang juga bertanggung jawab atas violet factor)

Perubahan kimiawi:
– Jumlah psittacin yang masih tersisa
– Komposisi kimiawi dari psittacin yang ada
– Komposisi kimiawi dari keratin yang membentuk bulu.

Efek genetik yang mempengaruhi warna:
– Jenis kelamin burung (berhubungan dengan hormon)
– Kombinasi dengan allele PPR lainnya
– Kombinasi dengan mutasi lainnya seperti slaty, misty, violet dll.
– Antisipasi atas locus turquoise (contoh pada Agapornis roseicollis, dimana lewat seleksi yang ketat banyak terdapat
   burung yang terlihat nyatis benar benar biru)
– Pindah silang kadang bisa menyatukan berbagai faktor yang berlainan sehingga kita seolah olah melihat mutasi
   yang berbeda.
– Pleiotropy (pengaruh dari beberapa gen pada fenotipe), modifikasi gen (kombinasi gen yang menguatkan atau
   melemahkan), translokasi (mutasi yang terjadi akibat perpindahan segmen dari satu kromosom ke kromosom lain
    yang bukan pasangan homolognya), dll. 

Selain itu juga ada pengaruh dari luar: cahaya, kondisi, dll

Semua proses ini bisa merubah warna tapi tidak menjadikannya sebagai suatu mutasi yang baru. Jadi perlu anda catat bahwa “perbedaan warna secara fenotipe” tidak selalu merupakan sebuah mutasi baru.


Catatan: Sumber artikel adalah web Dirk Van den Abeele dan sudah diedit menjadi lebih ringkas dibanding artikel aslinya. 

KETERKAITAN ANTARA HALFSIDER dan GYNANDROMORPH

KETERKAITAN ANTARA HALFSIDER dan GYNANDROMORPH
KETERKAITAN ANTARA HALFSIDER dan GYNANDROMORPH

Saya ingin bertanya kepada pemilik burung Halfsider:
Apakah ketika Halfsider tersebut Anda ternakkan, berhasilkan memperoleh keturunan? Saya tidak tanyakan menjadi apa keturunannya, hanya bertanya BERHASILKAH bertelur dan menetas?
Anda pasti kenal kan mutasi Halfsider? Banyak juga pastinya disini pemilik burung dengan kekhususan seperti itu.
lovebird halfsider
Ya, mutasi yg menyebabkan tampilan seekor burung (atau hewan lain) menjadi dwiwarna, side A dan side B, secara vertikal membelah warna menjadi 2 bagian kiri dan kanan tubuh.
Tahukah Anda, bahwa unggas dengan tampilah fisik Halfsider merupakan Gynandromorph?
Gynandromorph adalah suatu kondisi dimana organisme tersebut membawa genetik dan fisik antara jantan dan betina dalam satu tubuh, bisa simetris tampilannya ataupun mosaik (acak).

Pada unggas dimorfik (fisik jantan dan betina dibedakan), sangatlah terlihat jelas Gynandromorph ini seperti gabungan jantan dan betina pada kedua sisi, layaknya konstestan IMB Hansen di TransTV!
Contoh Gynandromorph dimorfik adalah ayam dan burung Cardinal.

Selain kelaminnya, warna dan bentuk badannya pun berbeda! Bila pada ayam biasanya postur jantan lebih besar dan berjengger lebih lebar, maka hal inipun terjadi pada satu sisi tubuhnya.
Begitupun dengan burung Cardinal, jantan memiliki warna bulu merah dah betina kecoklatan.
Namun pada unggas monomorfik (fisik jantan dan betina nyaris sama), mungkin hanya berbeda warna saja.
burung halfsider
Misalkan burung Lovebird dan Parkit, membedakannya hanya dari warnanya saja, karena bentuk tubuh mereka tidak berbeda antara jantan dan betina.
Kelamin ganda? Berkembangbiaknya bagaimana?

Nah, faktanya adalah SEBAGIAN HALFSIDER/GYNANFROMORPH pada unggas adalah mandul.
Ingat, SEBAGIAN, bukan seluruhnya.
Pada sebagian besar jenis unggas, HANYA OVARIUM KIRI YANG BERFUNGSI membawa dan menghasilkan sel telur.

Pada kasus ayam (foto terlampir), Gynandromorph terjadi jantan di sisi kiri (tubuh lebih besar, kaki lebih kekar, jengger lebih lebar), maka dipastikan ayam tersebut adalah mandul bila peran dia menjadi betina.
ayam halfsider

Nah kalau Lovebird? Kiri dan kanan kan tidak berbeda?
Maka dari itu, kita hanya tahu bahwa SEBAGIAN HALFSIDER Lovebird adalah mandul, dan sebagian adalah tidak, tergantung di mana posisi genetis jantan dan betinannya.
Maka jangan heran, bila ada yang tidak bisa menernakan Halfsider, ada juga yang bisa.



sumber :
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/368298520000717/

Apa Itu Lovebird Barong ???

Apa Itu Lovebird Barong ???
LOVEBIRD  BARONG / INFERTILE LOVEBIRD

Sering kali dibeberapa forum sobat Lovebird Lover mendengar istilah Lovebird Barong, sebenarnya apa itu Lovebird Barong?? apakah jenis mutasi baru atau species baru??

Lovebird Barong sebenarnya adalah Lovebird HYBRID  atau Lovebird Silangan dari Lovebird KLEP  (biasanya Ficshery atau personata) dan Lovebird NON KLEP (muka salem)
Menghasilkan keturunan yang disebut Lovebird Semi Klep atau Lovebird BARONG

Adapun Ciri ciri Lovebird Barong adalah sebagai berikut :
Lovebird Barong
  • Klep dimata tipis
  • Paruh berwarna orange
  • Seperti memakai topeng dibagian wajah 
Lovebird Barong
99 % MANDUL (Hasil penelitian  dan pengalaman)
1% (Kuasa Sang Pencipta)

Secara ilmu Genetika
Lovebird Klep memiliki 62 kromosom
Lovebird Non Klep  memiliki 64 Kromosom
Jadi Kalau silangkan Lovebird Klep + Lovebird Non Klep = 31 + 32 = 63 (Ganjil)
Karena jumlah kromosom anaknya 63  mengakibatkan Mandul. Alias Barong

Jadi jelas Lovebird barong merupakan lovebird hybrid yang mandul / infertil karena memiliki kromosom yang ganjil dan bukan merupakan bagian dari Lovebird Klep ataupun Lovebird Non Klep.

Lovebird Barong pun sebenarnya dapat beraktifitas sexual seperti lovebird pada umumnya, lovebird jantan akan tetap mengawini lovebird betina dan lovebird betina pun akan bertelur tapi hasilnya tetap kosong dan tidak memiliki embrio.

Karena hal ini pula lah yang menjadikan Harga Lovebird Barong menjadi rendah dipasaran karena tidak bisa diternakan. walaupun sebenarnya lovebird barong ini masih bisa dilombakan untuk kelas suara.

Jadi sobat Lovebird Lover jangan coba coba ber eksperimen untuk mengawinkan Lovebird Klep dan Non Klep hanya sekedar untuk membuktikan teori ini.

Hanya sekedar saran jika berniat untuk breeding alangkah lebih baik untuk mencari indukan dari species yang sama walaupun berbeda jenis mutasi. seperti ficshery misty masih aman jika disilangkan dengan ficshery violet atau personata wild color disilangkan dengan personata pied. jika kita beruntung tidak menutup kemungkinan untuk mencetak mutasi baru yang memiliki harga jual tinggi.

Tetap Semangat Lovebird Lover
Salam Breeding

Rumus Genetik Lovebird Non Klep Agapornis Roseicollis / Muka Salem

Rumus Genetik Lovebird Non Klep Agapornis Roseicollis / Muka Salem
Banyak diantara kita yang sering menebak nebak hasil anakan dari lovebird muka salem atau yang lebih dikenal dengan lovebird Holland warna A jika disilang dengan warna B akan menghasilkan warna apa?? jika terus menebak nebak hasilnya juga tidak akan memuaskan, berikut adalah rumus genetika dari Rumus genetika Agapornis Roseicollis / Peachface Lovebird / Muka Salem

Cara membaca: semua pasangan adalah cowok x cewek, contoh: ino x green, jadi yang cowok yang ino. Jika ada /xxx, maksudnya adalah split xxx, maksud split adalah membawa gen yang bersangkutan tetapi gen tersebut tidak kelihatan secara visual
Agapornis Roseicollis
Green (Hijau)
  1. Green x Green = 100% Green
  2. Green x Orangeface = 100% Green /Orangeface
  3. Green x Turqoise = 100% Green /Turqoise
  4. Green x Aqua = 100% Gree /Aqua
  5. Green x D Green = 50% Green, 50% D Green
  6. Green x Ino = Anak cowo Green /Ino, anak cewe Green
Orange face (Muka Oranye, body hijau)
  1. Orangeface x Orangeface = 100% Orangeface
  2. Orangeface x Green = 100% Green /Orangeface
  3. Green /Orangeface x Orangeface = 50% Orangeface, 50% Green /Orangeface
  4. Green /Orangeface x Green /Orangeface = 25% Orangeface, 50% Green /Orangeface, 25% Green
  5. Green /Orangeface x Green = 50% Green /Orangeface, 50% Green
Dominant Pied (Blorok) SF berarti Single Factor, DF berarti Double Factor
  1. DF Pied Green x Green = 100% SF Pied Green
  2. SF Pied Green x Green = 50% SF Pied Green, 50% Green
  3. SF Pied Green x SF Pied Green = 25% DF Pied Green, 50% SF Pied Green, 25% Green
  4. DF Pied Green x SF Pied Green = 50% DF Pied Green, 50% SF Pied Green
LutiIno / Ino
  1. Lutino x Green = Anak cowo Green /Lutino, anak cewe Lutino
  2. Lutino x Lutino = Lutino
  3. Green /Ino x Green = Anak cewe 50% Lutino, 50% Green. Anak cowo 50% Green, 50% Green /Lutino


sumber :
https://www.facebook.com/notes/lovebird-non-klep-indonesia-pusat-lnki-center/rumus-genetik-non-klep/620297834752636

PROGRESSIVE PIED / MOTTLE PIED / BLOROK MUTASI

PROGRESSIVE PIED / MOTTLE PIED / BLOROK MUTASI
PROGRESSIVE PIED / MOTTLE PIED / BLOROK MUTASI

1. Istilah, Penamaan.
Progressive Pied ini dikenal juga dengan sebutan Mottle Pied.
Di kita ini, biasanya disebut "Blorok Mutasi", yang sebetulnya salah kaprah kalau menurut saya. Kenapa? Karena semua jenis blorok juga mutasi, tidak hanya yang ini. Bahkan, semua varian warna kecuali hijau murni, itu mutasi juga.
Kita kembali ke definisi mutasi, yaitu ketika wujud (tampilan) dari si burung mengalami perubahan dari wujud aslinya, dalam hal ini Wild Form.
Jadi, mulai sekarang stop dengan istilah Blorok Mutasi karena itu sebuah kesalahan. Kalaupun ingin sedikit memaksa di Indonesia-kan, sebut saja Blorok Mabung.

2. Proses Mutasi.
Biasanya, walaupun tidak semua, bulu blorok muncul pertama kali setelah burung mabung untuk yang pertama kalinya.
Semakin bertambah tua umurnya, semakin bertambah banyak pula pola blorok yang muncul.
Pada burung berwarna hijau misalnya, bulu kuning mulai muncul sedikit demi sedikit karena depigmentasi warna bulu.
Kasusnya hampir mirip dengan Vitiligo pada manusia, yang secara bertahap kulit terdapat bercak putih dan menyebar/meluas ke semua bagian, sampai akhirnya seperti Albino.

3. Ciri-ciri dan Sifat.
Sesuai dengan namanya Mottle yang artinya berbintik, dan Progressive yang artinya bertahap, dapat dicirikan dengan bintik-bintik pada kepala dan punggung, dan meluas bertahap sesuai dengan pertambahan usia. Bila sudah lumayan banyak, coraknya tajam, malah lebih indah dilihat daripa Dom Pied, karena kontras antara bulu warna muda dengan bulu warna tua (warna asal) sangat kentara.
Mutasi ini tidak dapat diturunkan ke anakan. Jadi, apabila Anda memang ingin menernakan jenis Pied yang menghasilkan anakan Pied nantinya, alangkah lebih baik apabila dihat ciri-cirinya dahulu, apa benar Dom Pied ataukah hanya Progresive Pied. Jangan sampai tertipu.
Terkecuali, Anda memang ingin mengoleksi jenis Progressive ini sekedar untuk menikmati warnanya yang eksotis.

TAHUKAH ANDA, DARI 4 FOTO YANG SAYA TAUTKAN DIBAWAH INI ADALAH BURUNG YANG SAMA?





SUMBER : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/314394185391151

SPLIT PEMEGANG KUNCI MUTASI BIOLA

SPLIT PEMEGANG KUNCI MUTASI BIOLA
SPLIT PEMEGANG KUNCI MUTASI BIOLA

Kemarin sore iseng2 main ke rumah guru saya. Tidak lupa bawa ubi cilembu baru keluar dari oven, camilan hangat yang cocok disaat sore yang dingin karena hujan.

G=Guru ; S=Saya
G : Halo, lama ga kelihatan. Dari mana aja?
S : Biasa guru, musim hujan. Dingin, malas keluar. Enak dirumah aja sama Istri. Hahaha...
G : Hahaha... Memang kalau hujan2 gini paling enak dirumah sama istri. Tapi jangan sama istri orang lho ya...
S : Hahaha....
G : Bawa apaan tu?
S : Ini guru, ubi cilembu hangat.
G : Wah tau aja kesukaanku, pasti ada maunya ini?
S : Hahaha... Ngga guru, masa main ke rumah bawa oleh2 dibilang ada maunya.
G : Biasanya kan gitu...
S : Jangan gitu dong guru...
G : Bercanda aja, ayo ngobrol2 didepan. Tak buatin kopi dulu ya...
S : Siap guru...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
10 menit kemudian

G : Ini kopinya, ayo diminum
S : Siap guru...
G : Gimana ternak biolanya? Lancar?
S : Masih belajar guru...
G : Trus gimana ini? Rencana kedepan mau cetak biola jenis apa?
S : Lha itu guru, pingginnya sih cetak biola banyak macam. Rumusnya gimana guru?
G : Kan kemarin sudah diajarin untuk cetak biola PB.
S : Iya guru. Tp kemungkinan kan cuman biola betina keluarnya. Pingginnya biola jantan juga.
G : Kalu pingin keluar biola jantan, hrs kedua indukan Jantan dan Betina memiliki darah Biola. Kalau yang jantan minimal split biola, kalau yang betina harus biola.
S : Iya guru. Cuman gini guru, saya kesulitan mendapatkan split biola. Karena banyak kejadian, orang jualan bilang split biola, ternyata bukan.
G : Betul, memang jual beli split itu sama dengan jual beli kepercayaan. Karena itu harus cari peternak yang dipercaya.
S : Iya guru, saya coba hubungi peternak2 besar, tapi mereka rata2 tidak menjual split-nya. Kalaupun dijual harganya kok mahal sekali ya guru.
G : Hehehe... Lho kalau menurutmu gimana harusnya?
S : Ya harusnya split itu kan murah guru. Masa ada yang jual split harganya diatas harga biola.
G : hahaha.. Ya tergantung yang jual dong. Tapi kamu tau ga, kenapa peternak2 besar jarang mau jual split?
S : Mungkin karena harganya murah guru.
G : Bukan itu... Karena peternak besar tau, KUNCI mutasi biola itu di split
S : Maksudnya gimana guru?
G : Ah kamu ini, cuman bawa ubi cilembu 1 kg aja. Mau tau ilmu kunci mutasi biola.
S : Wah jangan gitu dong guru... Jangan pelit ilmu. Nanti tak kirimin ubi 5kg dah.
G : Hahaha... Cuman bercanda...
S : Nah gitu dong, ayo guru ajarin
G : Gini lho, misal kamu punya indukan Green Biola Jantan dan Green Biola Betina. Dari indukan ini, anakan apa yang bisa kamu dapatkan?
S : Ya anakannya pasti Green Biola Jantan dan Betina.
G : Ya betul, trus kalau dari indukan itu tadi kita mau cetak Biola PB bisa ga?
S : Kalau langsung ya ga bisa guru. Harus dikawinkan dulu dengan PB salah satu induk. Untuk mendapatkan split PB.
G : Ya betul sekali. Inilah kuncinya. Biola, bila ingin mendapatkan mutasi warna lain selain green. Harus melalui split. Memang membutuhkan proses beberapa step. Tapi hasilnya nanti akan luar biasa.
S : Ooo.. gitu ya guru. Seperti yang kita pelajari dulu itu ya guru. Pahe biola PB dari : Green /biola /PB (J) x PB (B)
G : Ya betul sekali, jadi, awal muasal sumber dr mutasi warna di Biola ya itu, Split.
S : Oo.. gitu ya guru. Noted.
G : Lha.. Sudah paham kan?
S : Ya guru paham... Hahaha...
G : Masih mau belajar apa sudah?
S : Lanjut guru...
G : Ya ok, tadi kan udah belajar mencetak mutasi Biola PB pahe dari : Green /biola /PB (J) x PB (B). Sekarang aku tanya ya. Menurut kamu, kemungkinan untuk mencetak PB, lebih besar mana : Green /PB x PB atau PB x PB ?
S : Ya kalau mau mencetak PB jelas besar kemungkinan PB x PB dong guru.
G : Kalau mau cetak Biru. Lebih besar kemungkinan : Green /Blue x Blue atau Blue x Blue ?
S : Ya jelas Blue x Blue dong
G : Berarti bisa disimpulkan ya obrolan kita sore ini.
S : Maksudnya guru? Ga paham
Tiba2 dari dalam rumah, istri guru panggil2
G : Wah udah mau gelap, sudah dipanggil nih, harus mandi dulu. Mau ajak si kecil jalan2
S : Lha.. lho??? Trus lanjutannya gimana guru?
G : Sudah lain kali aja, sambil di cerna pelan2 obrolan kita ini.
S : Siap guru, matur nuwun.
-----------------------------------------------------------------------------------------
Nb. Foto ilustrasi dari FBnya om Yudha Bagus Gunawan



sumber :
https://www.facebook.com/groups/1447836305435634/permalink/1912306308988629/

Ciri ciri Lovebird Dakori / Personatus Wild Color

Ciri ciri Lovebird Dakori / Personatus Wild Color
Personatus Wild Kleur / Personatus Wild Color / Dakori.

Lovebird Dakori kini memang pesonanya sedikit memudar, terkalahkan oleh lovebird parblue dan biola yang saat ini sedang naik daun, tapi untuk para Lovebird Lover jangan khawatir karena lovebird jenis Dakori masih memiliki pecinta setianya, asalkan dakori yang dihasilkan adalah dakori yang berkualitas bukan dakori jadi jadian,, hehehe

Banyak yg bertanya ttg Dakori, seperti apa Dakori yg bagus itu?
Grade A B C D?

Grade hanyalah penggolongan, seperti nilai pada mata kuliah. Grade A yg terbaik, dst dst.
Tetapi jgn terpaku pada hal itu, hanya sebatas istilah. Yang terpenting adalah, Anda mengetahui karakteristik fisik burung Personata Hijau ini.

Banyak penjual yg menawarkan Dakori-nya, melalui sebuah foto tampak depan. Grade A, tembus kuning tanpa bocor.

Cukupkah seperti itu? Tidak. Acuan baik-tidaknya seekor Personatus Wild Color, tidak melulu pada "Bebas Bocor" seperti pembalut.
Maaf, bukannya Saya mendiskreditkan para penjual, hanya saja kita sebagai calon pembeli dapat menimbang dr faktor lainnya, jgn hanya menyalahkan penjual bila terdapat kekurangan.
Lalu harus seperti apa?

Kalau Saya berbicara tentang Show Prospect, untuk terjun ke kelas kontes kecantikan, selain warna, dilihat juga proporsi dan anatomi tubuhnya. Katuranggan kalau orang kita bilang, nanti untuk fisik standar kontes kita bahas lain waktu. Sekarang Saya hanya akan membahas dr segi warnanya saja.
Yang diharuskan :
  1. Bagian kepala harus hitam legam, merata dari bagian depan (muka) hingga bagian belakang kepala seperti helm, dan tanpa aksen keabuan yg dpt mengindikasikan darah hybrid dari spesies lain.
  2. Bagian dada dan leher (kerah) harus berwarna kuning menyala, tanpa flek oranye. Warna kuning melingkar ke bagian belakang leher seperti kerah.
  3. Bagian leher dan perut harus lah kontras antara hitam,kuning dan hijau, proporsinya ideal dari leher hingga perut.

Yang tidak diperbolehkan :
  1. Adanya flek oranye di dada. Biasanya, flek ini letaknya di perbatasan antara topeng hitam dan leher bagian depan.
  2. Kepala biasanya agak pudar, tidak hitam legam.
  3. Bagian belakang kepala yg keabuan, menjalar kebawah hingga menutupi leher bagian belakang, sehingga pada bagian tsb tidak menunjukan warna kuning polos.
Nah sekarang ketika Anda akan membeli, JANGAN hanya melihat foto tampak depan. Coba mintalah tampak samping, tampak belakang.

Org luar menyebut Personatus dengan sebutan Black Masked (Si Topeng Hitam) dan Yellow Collared (Si Kerah Kuning).

Skrg bagaimana Anda tahu berkerah kuning kalau hanya melihat dr depan saja? Kerah kan melingkar.
Saya sertakan 3 buah foto sbg perbandingan.

Foto dengan tanda X mengindikasikan "nilai minus", dan foto dengan tanda V mengindikasikan kriterianya sudah baik.

Silahkan dicermati, dan ingat, membeli Dakori bukanlah membeli pembalut!



sumber :
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/325874157576487/

Lovebird Sable Head

Lovebird Sable Head
Mutasi dalam lovebird banyak sekali jenisnya bahkan akan sangat sulit untuk kita dalam menghapal semua jeins mutasi Lovebird. Tapi tenang saja para Lovebird Lover kali ini kita akan sedikit membahas tentang Lovebird Sable Head atau yang lebih dikenal dikalangan Lovebird Lover sebagai Kepala Elang, untuk menambah wawasan kita terkait per Lovebird an,, hehehe. karena seperti pribahasa sedikit sedikit lama lama menjadi bukit. Semoga bermanfaat.

Lovebird Sable Head adalah sebuah mutasi pada spesies Fischeri yang dikarenakan oleh reduksi (pengurangan) pigmen hitam secara total pada bagian kepala, namun tidak pada bagian lainnya. Jadi, warna bulu yang tereduksi hanya pada bagian kepala, sedangkan pada mantle (punggung dan sayap), perut, ekor, dan bagian lainnya selain bagian kepala tetap sama, kecuali karena pengaruh mutasi lainnya.

Walaupun Sable berkembang pesat pada penangkaran Lovebird di Thailand akhir-akhir ini, awalnya mutasi ini terjadi di Brazil pada tahun 1996.

Berbeda dengan Fischeri Wild Form yang masih menyisakan warna keabuan pada bagian belakang kepala, pada Fischeri dengan mutasi Sable memiliki warna kepala keseluruhan putih (pada golongan paruh putih / Blue Series), dan oranye (pada golongan paruh merah / Green Series), serta kuning pucat (pada golongan paruh oranye / Parblue).

Singkat kata, Sable adalah mutasi Fischeri tanpa bulu gelap di bagian kepala.
Catatan penting :
  1. Pada bagian dibelakang mata, biasanya terlihat sedikit gelap. Hal ini bukan dikarenakan oleh bulunya tidak bersih "sempurna", namun pada bagian dibelakang mata ini terdapat lubang telinga, sehingga bulu yg menutupi bagian tersebut tidaklah tebal seperti bagian kepala lainnya, sehingga menimbulkan bayang-bayang gelap.
  2. Pada golongan paruh merah (kecuali Lovebird Lutino), Sable tidaklah harus merah menyala secara menyeluruh. Credits to original photos uploader.
  3. foto yang diunggah:  
Dom Pied Sable D Blue Fischeri
lovebird sable head

Dom Pied Sable Turqoise YF Fischeri
lovebird sable head

Edge D Green Sable Fischeri.
lovebird sable head



sumber : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/325568517607051/
Copyright © Lovebird lover Indonesia . All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design