pecinta burung lovebird Indonesia

Showing posts with label hybrid. Show all posts
Showing posts with label hybrid. Show all posts

Mengenal Lutino Personata

Mengenal Lutino Personata
Selamat Pagi dan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa untuk para Lovebird Lovers yang menjalankannya. Kali ini kita akan mencoba membahas sedikit tentang Lutino dari jenis personata.

Teman - teman sesama Lovebird Lover mungkin sudah tidak asing lagi dengan Lovebird jenis Lutino. Ketika ditanya seperti apa itu Lutino, (hampir) semua serempak menjawab : "Itu lhoo yang kuning ngejreng kepala merah ngalung sampe dada dan bermata merah kaya habis kecolok,, hehehe,,".
Tetapi ketika ditanya : "Lutino jenis / spesies apa itu Bro?...".
Apa jawaban anda ??

Memang kebanyakan yang beredar diantara para breeder adalah mutasi Lutino Sable dari jenis Ficshery. tetapi ternyata mutasi Lutino ini terdapat pula pada jenis personata. kok bisa ?? ya bisa lah....
Lutino Personata
Lutino Personata dan jenis lain pada Lovebird Kacamata mutasinya bersifat resesif, dan bisa diwariskan ke keturunan setelahnya secara genetis (split/trah).

Ngobrol bareng Komunitas Lovebird Lover Indonesia kali ini kita coba mengenal Lutino dari jenis Agapornis Personatus, atau dikenal dengan sebutan Dakocan / Kepala Hitam yang memang spesies Lovebird yang sangat umum di Indonesia.

Tahukah Anda, Lutino yang umum diperjual belikan di kita mayoritas dari jenis Lutino Fischeri ataupun Lutino Hybrid.

Semakin merah, semakin merata ke bawah, semakin dicari.
Tidak demikian dengan CIRI FISIK Lutino Personata.

Bedanya, warna kemerahan di kepala Lutino Personata, tidak setajam warna merah pada Lutino Fischeri, dan areanya pun hanya sebatas di kepala tanpa menyebar ke bagian dada. Di bagian pangkal ekor (tungir, atau disebut juga rump), Lutino Personata berwarna kuning polos, tanpa ada warna putih seperti pada Lutino Fischeri.
Lutino Personata

Lutino Personata

Lutino Personata
Jadi, tidak semua Lutino yang bagus itu merah menyala, menyebar (ngalung) sampai dada. Bila Anda penggemar jenis Personata, maka Si Pucat ini yang terbaik! tapi tetap perlu dicatat dan diingat baik -baik, kalo lutino itu harus lah bermata merah



Sumber : Grup Facebook Lovebird Lover Indonesia
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/305083319655571

Mengenal Lovebird Sable Head Lebih Dalam

Mengenal Lovebird Sable Head Lebih Dalam
Akhir akhir ini banyak diskusi di media sosial mengenai sable head (selanjutnya kita sebut sable). Lalu apa sebenarnya sable itu? Berikut adalah artikel dari Dirk Van den Abeele yang berjudul “Witkop fischeri - white headed fischeri”. Disini kita lebih mengenalnya dengan sebutan kepala putih (kepala elang). Artikel ini sudah melalui proses editing.
Lovebird Sable
Sebelum kita melangkah lebih jauh, satu hal penting yang harus anda ketahui adalah bahwa sable itu BUKAN mutasi, tapi merupakan suatu bentuk seleksi yang tidak bisa diterima dan tidak iinginkan (red: sesuai standard lomba BVA). Berdasarkan penelitian ilmiah, sekali lagi penelitian ilmiah, pada burung normal wild type Agapornis fischeri memang terdapat psittacin merah dikepala bagian belakangnya tapi hanya dalam jumlah yang sangat sangat sedikit. Selain itu, dari observasi langsung dilapangan terhadap burung yang hidup dialam liar diketahui bahwa 90% warna topengnya bukan berwarna merah tapi orange kemerahan.

Beberapa tahun yang lalu memang banyak yang lebih menyukai Agapornis fischeri yang memiliki topeng berwarna merah solid termasuk para juri. Untuk mendapatkan burung dengan penampilan seperti ini, maka para peternak lalu berlomba lomba mencari dan menyilangkan burung yang memiliki warna topeng paling merah. Sayangnya, tanpa mereka sadari bahwa dengan membuat topengnya menjadi merah, maka kepala bagian belakangnya juga ikut menjadi merah tapi tidak ada yang memperhatikan (tdak peduli) hal tersebut. Ketika mutasi NSL ino muncul ada spesies

Agapornis personatus, maka kembali banyak yang menginginkan topeng pada burung tersebut berwarna merah semerah merahnya. Untuk medapatkan warna merah itu, mereka menggunakan burung generasi F3 dan bahkan F2 hibrid (supaya anda mengerti, lutino pada A.personatus adalah hasiil transmutasi) sebagai indukan. Supaya kesalahan ini tidak berlanjut maka dibuatlah sebuah aturan yang menjelaskan bagaimana seharusnya bentuk yang sesuai dengan standard.

Warna merah yang berlebihan ini adalah efek dari menghilangnya eumelanin (pigmen gelap) dan digantikan oleh kehadiran psittacin sehingga membuat penampilan burung (fenotipe) menjadi tidak sesuai lagi dengan bentuk wild form. Yang terlihat adalah burung berwarna hijau yang bagian kepalanya nyaris semuanya berwarna merah. Jika burung ini disilang dengan burung seri biru, maka akan menghasilkan burung yang bagian kepalanya sudah kehilangan psittacin dan eumelanin. Yang terlihat adalah burung berwarna biru yang seluruh kepalanya berwarna putih.

Diakhir tahun 1990, untuk pertama kalinya ada peternak yang menjual burung berkepala putih ini saat berlangsungnya acara BVA Masters. Kemudian kami memberikan penjelasan kepada peternak tersebut mengenai burung yang ingin dia jual. Akhirnya burung tersebut memang terjual tapi pembelinya adalah orang luar negeri. Dan dinegeri barunya, burung tersebut diberi nama “sable” dan menurut mereka ini adalah mutasi baru. Ini adalah sejarah nama sable. Jadi anda harus paham apa yang dimaksud dengan sable. Padahal sable sama sekali BUKAN mutasi. Ada juga yang mengaitkan sable dengan pied (blorok). Pada mutasi pied dan juga beberapa tipe mutasi fallow memang terjadi reduksi eumelanin tapi itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan sable.

Sekitrar enam tahun yang lalu, ada beberapa orang yang melihat burung “sable” ini di internet dan ingin mengimportnya ke Belanda. Saya berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan mereka agar tidak membeli burung tersebut. Tapi tentu saja saya tidak bisa meyakinkan semua orang. Tetap saja ada peternak yang tertarik untuk membeli burung sable ini karena katanya dia suka melihat penampilannya. Oleh peternak tersebut burung sable kepala merah ini kemudian dipasangkan dengan fischeri. Sungguh sangat disayangkan.

Oleh karena adanya standard baru yang mengatakan bahwa topeng fischeri green tidak boleh terlalu merah maka mereka lalu mengkombinasikannya dengan burung seri biru dan hasilnya dijual dengan nama white-heads (kepala putih atau kepala elang). Ini adalah sebuah nama yang bagus untuk fenotipe yang tidak bagus. Tapi harus kita akui bahwa ini semuanya berawal dari kesalahan penjurian dalam menilai burung fischeri hijau dimasa lalu yang sebenarnya bisa dihindari.

Jika anda masih ragu dengan apa yang saya ulas disini, anda bisa melakukan experimen. Coba pasangkan burung biru sable ini dengan fischeri wild form dan lihat apa hasil yang anda dapatkan. Bisa dipastikan anda akan mendapatkan hasil burung yang memiliki warna merah belebihan dibagian kepala dan tidak jarang karakteristik hibridnya kembali akan muncul. Mengapa harus kembali dipasangkan dengan burung seri hijau? Ini adalah untuk pembuktian. Untuk mempelajari dan meneliti sebuah mutasi, harus selalu dimulai dengan burung seri hijau agar anda tahu apa mutasi yang anda hadapi termasuk semua karakteristiknya. Jika anda bisa mentoleransi warna merah yang berlebihan dikepala fischeri, apakah selanjutnya anda juga bisa menerima personatus dengan dada merah dan bukan kuning?
Sumber: https://www.ornitho-genetics.info/?p=3481

Berdasarkan artikel diatas, ada beberapa point yang perlu anda perhatikan:
  1. Pahami dengan baik apa yang dimaksud dengan sable. 
  2. Sable adalah hibrid dan BUKAN mutasi. 
  3. Opaline adalah mutasi jadi jangan membandingkan opaline dengan sable yang bukan mutasi. 
  4. Sebagian mutasi pied (blorok) dan sebagian mutasi fallow mengalami reduksi eumelanin sehingga terlihat seperti sable tapi tidak ada hubungannya dengan sable karena pied dan fallow adalah mutasi sedangkan sable bukan. Sekali lagi, jangan membandingkan atau menghubung hubungkan mutasi dengan non mutasi. 
  5. Tulisan yang berdasarkan penelitian ilmiah ini hanya bertujuan sebagai pembelajaran dan bukan aturan. Jika menurut anda sable adalah burung bagus, silahkan anda teruskan proyek anda. Tidak ada yang melarang anda untuk beternak sable dan saya sangat menghormati pilihan anda.

Sumber :
Komunitas Lovebird Indonesia

Alasan Lutino Sable Merupakan Hybrid

Alasan Lutino Sable Merupakan Hybrid
Beberapa tahun yang lalu atau masa awal lovebird booming di tanah air sempat gempar dengan adanya lovebird lutino mata merah, yaitu lovebird dengan warna kuning menyala serta warna kepala dan leher orange dan memiliki mata merah. lovebird jenis ini sempat menjadi primadona dan banyak dicari para Lovebird Lover, harganya pun lumayan tinggi. untuk jodohan dewasa bisa seharga motor sport saat itu.

Walau saat ini pamor Lutino MM sudah tidak sebooming seperti dahulu tapi tetap saja masih banyak sobat Lovebird Lover yang mencari burung jenis ini. tapi tahukah sobat Lovebird Lover kalau sebenarnya Lutino Sable adalah Lovebird Hybrid ??

Mengapa lutino sable = hybrid?
Mengapa lutino sable = hybrid?
Lutino pada Agapornis fischeri adalah termasuk mutasi NSL ino yang sifat penurunanya adalah autosomal resesif. NSL adalah singkatan dari Non Sex Linked yang artinya keturunan yang didapat tidak bergantung pada indukan jantan atau betina. Jika salah satu indukan baik jantan maupun betina adalah lutino, maka bisa menghasilkan anakan jantan maupun betina yang split lutino. Hal ini berbeda dengan mutasi SL alias sex-linked (contoh opaline dan lutino roseicollis), dimana tidak ada betina split opaline.

Mutasi lutino menyebabkan hilangnya semua eumelanin hitam yang ada pada burung. Efek yang ditimbulkan adalah warna hijau berubah menjadi kuning dan biru menjadi putih. Sementara psittacin tidak terpengaruh (psittacin adalah zat yang mengatur warna merah dan kuning). Jika kita mengambil contoh burung jenis fischeri hijau yang bermutasi menjadi lutino, maka semua warna pada burung ini baik yang berwarna hijau, olive, dan lainnya akan berubah menjadi kuning. Sementara bagian yang berwarna merah tidak terpengaruh.

Ini adalah contoh fischeri wild type dan fischeri lutino. Berdasarkan penjelasan ilimah diatas, silahkan nilai sendiri mana lutino yang hybrid dan mana yang tidak hybrid. Apakah ini berlaku hanya untuk lutino? TIDAK. Ini berlaku untuk SEMUA SABLE

jadi sebenarnya semua Lovebrid Sable adalah Hybrid


Sumber : Komunitas Lovebird Indonesia

HIBRIDA / HYBRID HASIL INTERSPECIFIC BREEDING

HIBRIDA / HYBRID HASIL INTERSPECIFIC BREEDING
HIBRIDA / HYBRID HASIL INTERSPECIFIC BREEDING

Dalam bahasan biologi, hibrida adalah hasil dari perkawinan pasangan hewan atau tumbuhan yang berbeda varietas, spesies, ataupun genus.
Lovebird Hybrid
Secara taksonomi (pengelompokan berdasar tingkatan jenis makhluk hidup), hibrida terbagi menjadi :
1.   Intraspesifik, yaitu antara subspesies dalam satu spesies, misalnya pada burung parbeng Ringneck.
African Ringneck (Psittacula Krameri Krameri) dengan Indian Ringneck (Psittacula Krameri Manillensis).
2.   Interspesifik, yaitu antara spesies dalam satu genus, misalnya pada burung perbeng Lovebird.
Lovebird Kepala Hitam (Agapornis Personatus) dengan Lovebird Muka Salem (Agapornis Roseicollis).
3.   Intergenerik, yaitu antara genus yang berbeda, misalnya pada burung parbeng Macaw.
      Macaw Hyacinth (Anodorhynchus Hyacinthinus) dengan Macaw Blue & Gold (Ara Ararauna).
Berhubung kita dalam ruang lingkup terbatas, mari kita khususkan untuk membahas hibrida interspesifik, sebagaimana banyak kita temui pada burung Lovebird.
Hibrida interspesifik pada Lovebird (ataupun hewan lain), memiliki ciri fisik dan karakteristik gabungan dari kedua induknya.

Sebagian hasil dari persilangan ini menjadikan sistem reproduksi anakannya menjadi steril atau mandul, dan sebagian lagi tidak.

Steril (mandul) apabila terjadi pada persilangan indukan yg berbeda jumlah kromosomnya. Hibrida semacam ini disebut juga hibrida poliploid contohnya anak hasil perkawinan Ag Personatus (kepala hitam) dengan Ag Roseicollis (muka salem).

Mengapa? Karena gamet yang dihasilkan tidak layak. Perbedaan struktur kromosom mencegah dan menggangu pemisahan sel selama proses meiosis.

Apabila proses pembelahan sel tersebut terganggu, sel sperma dan sel telur tidak bisa terbentuk sempurna.

Apabila ada anakan hibrida pada jenis ini bisa berkembang biak (kemungkinan super kecil), maka hal tersebut "tidak normal", karena "normalnya" adalah mandul.
Fertil (subur) apabila terjadi hibridisasi tanpa perubahan jumlah kromosom. Hibrida semacam ini disebut juga hibrida homoploid, contohnya Ag Fischeri (muka merah) dengan Ag Personatus (kepala hitam).

Situasi seperti ini mempertemukan dua bakal induk dengan kromosom yang sangat mirip dan secara karakteristik terkait erat, sehingga pada saat pembelahan sel terjadi dengan sempurna.
Normalnya memang subur, namun tetap ada pengecualian apabila si anak ini mengidap Gynandromorph, suatu kelainan dimana nantinya burung ini tersebut membawa genetik dan fisik antara jantan dan betina dalam satu tubuh.

Salahkah hibrida ini? Tergantung Anda sebagai peternak dan penangkar.
Kalau untuk kepertluan transfer mutasi dari spesies A ke spesies B, tidak masalah (kalau menurut Saya).

Yang agak disayangkan kalau hibrida yg steril. kalau mandul kasihan juga ya, makhluk tersebut tidak bs berkembang biak untuk generasi selanjutnya.
Saya cuma bisa bilang, untung saja dibuat mandul! Kalau tidak, bayangkan makhluk di dunia ini setiap harinya bertambah jenis spesiesnya! Kapan rapinya penggolongan taksonomi kalau terus bertambah.


sumber :
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/370268153137087/

Apa Itu Lovebird Barong ???

Apa Itu Lovebird Barong ???
LOVEBIRD  BARONG / INFERTILE LOVEBIRD

Sering kali dibeberapa forum sobat Lovebird Lover mendengar istilah Lovebird Barong, sebenarnya apa itu Lovebird Barong?? apakah jenis mutasi baru atau species baru??

Lovebird Barong sebenarnya adalah Lovebird HYBRID  atau Lovebird Silangan dari Lovebird KLEP  (biasanya Ficshery atau personata) dan Lovebird NON KLEP (muka salem)
Menghasilkan keturunan yang disebut Lovebird Semi Klep atau Lovebird BARONG

Adapun Ciri ciri Lovebird Barong adalah sebagai berikut :
Lovebird Barong
  • Klep dimata tipis
  • Paruh berwarna orange
  • Seperti memakai topeng dibagian wajah 
Lovebird Barong
99 % MANDUL (Hasil penelitian  dan pengalaman)
1% (Kuasa Sang Pencipta)

Secara ilmu Genetika
Lovebird Klep memiliki 62 kromosom
Lovebird Non Klep  memiliki 64 Kromosom
Jadi Kalau silangkan Lovebird Klep + Lovebird Non Klep = 31 + 32 = 63 (Ganjil)
Karena jumlah kromosom anaknya 63  mengakibatkan Mandul. Alias Barong

Jadi jelas Lovebird barong merupakan lovebird hybrid yang mandul / infertil karena memiliki kromosom yang ganjil dan bukan merupakan bagian dari Lovebird Klep ataupun Lovebird Non Klep.

Lovebird Barong pun sebenarnya dapat beraktifitas sexual seperti lovebird pada umumnya, lovebird jantan akan tetap mengawini lovebird betina dan lovebird betina pun akan bertelur tapi hasilnya tetap kosong dan tidak memiliki embrio.

Karena hal ini pula lah yang menjadikan Harga Lovebird Barong menjadi rendah dipasaran karena tidak bisa diternakan. walaupun sebenarnya lovebird barong ini masih bisa dilombakan untuk kelas suara.

Jadi sobat Lovebird Lover jangan coba coba ber eksperimen untuk mengawinkan Lovebird Klep dan Non Klep hanya sekedar untuk membuktikan teori ini.

Hanya sekedar saran jika berniat untuk breeding alangkah lebih baik untuk mencari indukan dari species yang sama walaupun berbeda jenis mutasi. seperti ficshery misty masih aman jika disilangkan dengan ficshery violet atau personata wild color disilangkan dengan personata pied. jika kita beruntung tidak menutup kemungkinan untuk mencetak mutasi baru yang memiliki harga jual tinggi.

Tetap Semangat Lovebird Lover
Salam Breeding
Copyright © Lovebird lover Indonesia . All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design