pecinta burung lovebird Indonesia

Showing posts with label opaline. Show all posts
Showing posts with label opaline. Show all posts

Mengetahui Usia Lovebird Biola dari Kaki

Mengetahui Usia Lovebird Biola dari Kaki
Belajar mengenali warna kuku opaline / biola dari waktu ke waktu

Warna dan pola kuku biola dapat kita gunakan sebagai indikator usia dari burung tersebut. Pada awal menetasnya kuku masih berwarna putih. Pada usia 2 mingguan, ketika mata baru mulai membuka, muncul hitam tipis di pangkal kuku. Lihat pada foto.
Lovebird Usia 2 minggu

Lovebird Usia 2 minggu
Menginjak usia 3 minggu, warna hitam di pangkal kuku semakin pekat dan panjang ke bawah, sampai hampir setengah kuku. Lebar warna hitam kuku ini tidak berubah. Tapi akan turun dan semakin turun menginjak usia 2 bulan smapai 3 bulan.
Lovebird Usia 3 minggu

Lovebird Usia 3 minggu

Lovebird Usia 4 minggu

Diusia 4 bulan, warna hitam kuku ini akan semakin turun sampai ke ujung kuku bawah, dan sepenuhnya akan hilang warna hitamnya di usia 4,5-5 bulan.
Lovebird Usia 3 - 4 bulan

Lovebird Usia 3 - 4 bulan
Usia 5-6 bulan, kuku sepenuhnya putih walau belum bersih benar. Masih ada bayangan hitam.
Lovebird Usia 8 bulan

Lovebird Usia 8 bulan
Menginjak usia 8 bulan ke atas, kuku akan semakin putih bersih. Tanda burung siap untuk diternak.
Lovebird Usia 1 tahun

Lovebird Usia 2 tahun
Warna dan pola perubahan warna hitam ini hanya berlaku untuk biola warna solid dan biola euwing, baik green atau blue. Jadi, kl skg ada yg jual biola "dewasa" tapi kukunya masih hitam, mungkin bidan yg bantu kelahirannya salah catat tanggal lahirnya.

sumber : FB Yudi Purwanto

Tips Mencetak Biola Grade A

Tips Mencetak Biola Grade A
Biola, salah satu varian pada jenis Fischeri ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Selain warnanya hijaunya yang boleh dibilang "khas Opaline" kalau menurut Saya, karena tidak sama dengan warna hijau varian lainnya, warna merah pada bagian kepala dan leher-pun sangat kontras, yakni merah menyala.

Entah karena alasan apa lovebird jenis ini lebih familiar dengan istilah Biola. mungkin karena warnanya yang aduhai,, hehehe. tapi memang faktanya saat ini Biola sedang menjadi primadonanya untuk para Lovebird Lover.

Lovebird Biola semakin memperlihatkan pesonanya, semakin banyak pula para breeder yang mencoba peruntukannya dalam budidaya biola, namun tidak semua biola tampak cantik dengan kepala merah pekat dan tembus sampai pangkal ekor. adapula yang warnanya sedikit cemong, maka dikenal lah Biola Grade A, Grade B dan seterusnya. Dengan adanya pembagian grade ini maka otomatis harga biola pun menyesuaikan dengan Grade nya.

Tips cetak anakan Biola Grade A dan Tips memilih bahan indukan biola kualitas TOP :
  1. Kenapa om indukan grade A x grade A ko anaknya cemong? 
  2. Kenapa om indukan cemong x cemong ko anakannya Grade A?
Terkadang anak cemong ketika dewasa jado bersih dibilang grade A pas produksi beranak cemong??? Jangan heran wong pas anak induknya juga cemong!!!

Pas anak grade A pas Dewasa Grade A begitu produksi anaknya Grade A juga ya jangan heran!!!

Gambar 1,2 dan 3 Berikut berdasarkan pengalaman saya, pencetakan anakan biola grade A perhatikan bagian ekor sampe dewasa ekor nya tembus warna merah. Jangan heran Biola Dewasa ga semerah biola pas masih anak
biola grade a
Gambar 4,5 dan 6 Itu indukan aga cemong perhatikan bulu bagian ekornya jauh berbeda dengan biola jantan yang pertama.
biola grade b
Boleh nanya atau sharring monggo di isi di kolom komentar biar rapih.
Postingan boleh di share

Salam Guyub Rukun
KLI PVJ Bandung.
anak biola


Penulis : Junot LB
Sumber : Grup Face Book Komunitas Lovebird Indonesia Paris Van Java

Sex Linked mutasi (sifat : recessive)

Sex Linked mutasi (sifat : recessive)
Apabila sebuah mutasi terdapat di dalam kromosom sex maka kita akan berhadapan dengan metode pewarisan sifat Sex-Linked (SL) resesif atau Sex-Linked (SL) Dominant. Agar pembahasan tidak terlalu melebar kita tidak akan membahas Sex-Linked (SL) Recessive, dikarenakan mutasi Sex linked (SL) dominat telah dibahas di artikel sebelumnya.

Pada burung, jantan memiliki kromosom X dan X (sepasang), sedangkan pada betina X dan Y (sepasang juga). Jika suatu mutasi SL ingin tampak terlihat (visual) pada anak jantan KEDUA INDUKNYA harus menurunkan gen mutasi SL yang sama di kedua kromosom X anak jantan. Namun apabila anak jantan hanya menerima satu kromosom mutasi SL dari salah satu induknya, maka anak jantan tersebut hanya SPLIT mutasi SL.

Sex linked mutasi biasanya terjadi pada lovebird jenis non klep

(contoh mutasi : Ino, Cinnamon, Pallid  & Opaline (pada A. roseicollis)
Sex Linked mutasi (sifat : recessive)
Ini berarti bahwa :
gen pembawa mutasi terletak di kromosom X.
Love bird  jantan memiliki dua kromosom X-   (XX)
dan betina  memiliki kromosom X    dan kromosom Y
jadi  jadi individu betina memiliki kombinasi : (XY).

Karena mutasi ini  bersifat resesif ,
Love Bird jantan harus memiliki dua gen ino (satu di setiap X-kromosom)
agar karakter mutasi ino tampak secara visual.

Dilain pihak
karena Love Bird betina hanya memiliki satu kromosom X-,
dan jika X-kromosom pasangan nya memiliki gen Ino,
mereka akan tampak secara visual sebagai Ino.

Ini disebabkan karena betina hanya perlu satu gen
untuk mengekspresikan sifat mutasi sex-linked
karenanya Sex Linked Ino lebih sering terjadi pada Love Bird betina.

Jika  kita tuliskan gen ino pada  kromosom X sebagai "Xi"
dan kromosom X dengan gen normal sebagai "X".

Ada tiga kemungkinan genotipe untuk LoveBird  jantan:  

XX - Dua gen yang normal menghasilkan LoveBird  jantan normal.  
XXi - Satu gen normal dan satu gen ino menghasilkan LoveBird jantan normal split Ino.  
XiXi - Dua ino gen yang mengakibatkan jantan LoveBird Ino.

semoga bermanfaat


Sumber: https://www.facebook.com/notes/lovebirds-lover-balikpapan-east-borneo/mutasi-sex-linked-sl-mutasi-/240836876066685

Apakah opaline x opaline = 100% opaline

Apakah opaline x opaline = 100% opaline
Apakah opaline x opaline = 100% opaline?
Menurut rumus, opaline x opaline = 100% opaline. Adakah kemungkinan perkawinan opaline x opaline menghasilkan warna hijau alias wild colour alias “josan”? Beberapa kali kita melihat postingan dari rekan rekan yang mengatakan bahwa mereka mendapatkan burung berwarna hijau biasa (non opaline) dari hasil silangan opaline x opaline. Postingan seperti ini biasanya langsung ramai ditanggapi dan terjadi perdebatan berkepanjangan bahkan sering ditanggapi dengan sinis: “anak yang tertukar”, “telor yang tertukar”, “indukannya selingkuh”, “peternaknya kurang piknik” hingga “bakul tukang tipu”.

Kembali ke pertanyaan diatas. Apakah ada kemungkinan perkawinan opaline x opaline menghasilkan warna hijau alias wild colour alias “josan”? Jawabannya ADA! Walaupun sangat jarang tapi kemungkinan itu memang ada. Bagaimana penyimpangan ini bisa terjadi? Berikut penjelasannya.

A.    Jawaban sinis yang mengatakan bahwa “indukannya selingkuh” adalah salah satu faktor penyebab terjadinya penyimpangan diatas. Menurut artikel yang ditulis oleh Dirk Van den Abeele, burung betina memiliki kemampuan menyimpan sperma jantan hingga jangka waktu tertentu dimana sperma tersebut disimpan disebuah saluran kecil yang berada diarea kloaka (sperm-storage tubules). Jangka waktu penyimpanan tersebut berbeda antara spesies yang satu dengan lainnya dan bisa mencapai hingga 30 hari. Jadi bisa saja betina opaline sebelum dikawini oleh jantan opaline sudah pernah “ditiduri” oleh jantan yang bukan opaline dan spermanya disimpan oleh sang betina hingga terjadi pembuahan pada saat dikawinkan dengan jantan opaline. Jadi memang benar terjadi “indukannya selingkuh”.

B.     Kemungkinan kedua adalah pada saat pembentukan sel reproduksi, ada bagian dari Z kromosom yang mengandung informasi mutasi yang bersangkutan mengalami kerusakan atau hilang (jantan memiliki 2 kromosom Z sedangkan betina memiliki 1 kromosom Z dan 1 kromosom W). Perlu anda ketahui bahwa pada saat proses meiosis sedang berlangsung, bisa tedapat beberapa kali kegiatan crossing over. Crossing over ini terjadi pada kromosom Z jantan yang secara keseluruhan memiliki empat kromatid dan pada kromosom Z betina yang memiliki dua kromatid. Istilah crossing over ini sebenarnya lebih rumit dari sekedar pertukaran antara dua kromosom. Jika ada bagian dari Z kromosom yang bermasalah (rusak atau hilang) maka ada dua kemungkinan yang bisa terjadi:
  • Embrio tidak berkembang dan mati dalam cangkang (Dead in Shell).
  • Embrio berkembang dan bertahan hidup tapi tidak mewarisi sifat mutasi dari kedua indukannya (dalam contoh kasus ini opaline) dan terlihat berwarna hijau alias wild colour alias “josan” dan diyakini burung seperti ini mandul.

Dari penjelasan diatas, walaupun kemungkinannya sangat kecil tapi memang bisa terjadi bahwa opaline x opaline = non opaline. Di dunia ini, satu satunya yang konstan hanya perubahan. Jika tidak ada penyimpangan maka dunia genetika bukanlah dunia genetika.
Salam,
Ben KLI

Disadur dari artikel Dirk Van den Abeele di http://www.ornitho-genetics.info/
PS: Jangan tanya saya apa itu kromosom, meiosis, kromatid dan istilah lainnya. Silahkan tanya google. 


Mengenal Ciri Fisik Burung Split Opaline

Mengenal Ciri Fisik Burung Split Opaline
Biola, salah satu varian pada jenis Fischeri ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Selain warnanya hijaunya yang boleh dibilang "khas Opaline" kalau menurut Saya, karena tidak sama dengan warna hijau varian lainnya, warna merah pada bagian kepala dan leher-pun sangat kontras, yakni merah menyala.

Dengan ramainya penggemar Fischeri Opaline (Biola) maka semakin ramai topik “Burung split” menjadi topic pembicaraan akhir akhir ini. Tetapi rupanya banyak juga rekan rekan senior yang belum paham benar soal burung split, meskipun penggunaan burung split itu merupakan ilmu dasar dari beternak Lovebird

Split di-symbolkan dengan tanda “/”
Contoh: Hijau split Biru bisa dituliskan Hijau/Biru.
Burung split tidak bisa dibedakan dengan burung normal, secara visual bentuk fisik, warna & kondisi nya sama dengan burung2 normal. Hanya secara genetik, burung split membawa genetik mutasi lainnya.

Namun apakah burung split opaline bisa terlihat dari segi fisik?? sebenarnya sangat sulit membedakan burung split dari segi fisiknya, tapi ternyata ada metode untuk mengenalinya.

Berikut ini saya jelaskan kembali lewat gambar yang lebih detail. Jika anda menemukan hal yang berbeda dari penjelasan pada gambar ini, mohon koreksinya. Ingat, ini hanya berlaku untuk mutasi opaline.
Mengenal Ciri Fisik Burung Split Opaline
Karena mutasi biola bersifat sex linked maka anakan yang berfisik hijau standart pun banyak dicari karena memiliki split biola walaupun hanya berlaku untuk anakan jantan saja. untuk para breeder yang bermodal kecil banyak pula yang mencoba mengawinkan hijau standart split biola ini dengan burung non biola, jika jackpot maka akan mendapatkan anakan biola dari indukan paket hemat split biola x non biola, walapun persentasinya lumayan kecil.

Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin berinvestasi split opaline. Dan semoga hari ini tidak menjadi hari cabut bulu nasional. 😃

Seperti yang sudah saya pelajari dari peternak peternak Eropa, bahwa transaksi Burung split itu adalah transaksi kepercayaan! Artinya: kalau Anda percaya dengan penjual/peternak tersebut maka silakan dibeli burung split nya, kalau Anda ada sedikit keraguan maka segera lupakan transaksi tersebut.

Happy breeding dan salam
Ben KLI


Sumber : Grup Facebook  Komunitas Lovebird Indonesia

Strategi Berternak Lovebird Opalin Non Klep

Strategi Berternak Lovebird Opalin Non Klep
yang dimaksud skenario dalam tulisan ini adalah "cara"
menghasilkan Opaline  hanya dengan salah satu induk Opaline atau split Opaline. Penjabaran ini khusus ditujukan bagi yg mau memulai breed Opaline, Silahkan bisa memulai dengan skenario 1,2 atau 3 semoga bermanfaat

1. Modal awal : Jantan Non Opal x Betina Opal
Anakan betina pada tahap ini tidak dapat dipakai lanjut .
Selanjut-nya lakukan back cross : Anakan jantan split Opal X induk betina Opal :

Akan diperoleh anakan sbb:
= 50% anakan betina Opal,…50% betina non Opal
= 50%  anakan jantan Opal ,…50%  jantan split Opal

“jangan lupa ,..pada mutasi Sex Linked ,..tidak ada betina split Opal “

Bisa dilanjutkan dg skenario (inbreed, jika modal awal di atas hanya satu pasang saja)  :

a  Jantan Opal X Betina Opal ,................akan menghasilkan anakan 100% Opal
b  Jantan Split Opal x Betina Opal,......... akan dihasilkan anakan (lihat diagram di atas ):
              = 50% anakan betina Opal,…...50% betina non Opal
              =50%  anakan jantan Opal ,….50%  jantan split Opal

Selanjutnya, silahkan dilanjut dengan fokus pada Jantan Opal X Betina Opal = anakan akan 100% Opaline

 2.  Modal awal :  Jantan  Opal   x Betina Non  Opal
Pada tahap awal ini sdh langsung diperoleh anakan betina Opaline

Dapat dilanjutkan dg alternatif:
a.   Back Cross (inbreed) : anakan betina Opal x Jantan Opal (bapaknya)
                                         Anakan akan Opal semua  100%...

b.   Inbreed antar anakan : Jantan split Opal  X betina Opal
      Anakan yg dihasilkan :    
= 50% anakan betina Opal,…50% betina non Opal
=50%  anakan jantan Opal ,…50%  jantan split Opal

Tahap breeding  selanjutnya ,…untuk efisiensi produksi
betina Non Opal.& jantan Split Opal,..boleh tidak digunakan

lanjut fokus pada Opal (Jantan & Betina),…agar anakan 100% Opaline

3. Modal Awal :  Jantan Split Opaline  X betina Non Opaline
Ini adalah skenario yg paling murah modal awal Rupiah-nya ,…

Akan dihasilkan anakan sebagai berikut :
Pada tahap pertama kemungkinan menghasilkan opaline = 50%  ( betina Opal)

Alternatif breeding selanjutnya :
a.       Back Cross  : Bapak-Jantan Split Opal X anakan Btina Opal
b.       Inbreed       :  Jantan Split Opal   X Btina Opal

Prediksi anakan yg dihasilkan :
= 50% anakan betina Opal,…..50% betina non Opal
=50%  anakan jantan Opal ,…50%  jantan split Opal

Tahap breed selanjutnya ,…untuk efisiensi produksi,…
betina Non Opal dan jantan split Opal boleh tidak digunakan,..
focus pada Opal jantan dan btina ,..agar anakan 100% Opaline ,…

Dari pola  sifat menurun  Opaline ( SexLinked),
tampak bahwa indikasi "peluang" jumlah individu jantan yg dihasilkan
relatif lebih sedikit dibanding betina ,…

Selamat memulai ,..semoga sukses ,…..Happy Breeding ,..:)


sumber :
https://www.facebook.com/notes/275929915890714/


Perbedaan Lovebird Muka Salem / Agapornis Roseicollis Non Opaline vs Opaline

Perbedaan Lovebird Muka Salem / Agapornis Roseicollis Non Opaline vs Opaline
Perbedaan Lovebird Muka Salem / Agapornis Roseicollis Non Opaline vs Opaline berdasarkan grup facebook Lovebird Non Klep Indonesia Malang

orange face ino opaline

dominant pied dark green opaline

DD Green opaline

aquaturquoise opaline

pallid aqua opaline

lutino opaline

green opaline

dominant pied dd aqua opaline

aqua ino opaline

Orange face D green opaline






sumber :
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.655843231198096&type=1

OPALINE PALE FALLOW GREEN ROSEICOLLIS

OPALINE PALE FALLOW GREEN ROSEICOLLIS
Permasalahan utama dalam breeding Pale Fallow adalah tingkat kehidupannya yang sangat rendah. Perlu kesabaran, keseriusan dan sedikit keberuntungan untuk berhasil. Dalam kesempatan ini kita ingin membahas bagaimana cara mendapatkan opaline pale fallow green.
OPALINE PALE FALLOW GREEN ROSEICOLLIS

Sebelum memulai beternak, pengetahuan mengenai jenis mutasi burung yang akan kita ternak sangat diperlukan. Tanpa pengetahuan ini maka breeding yang kita lakukan hanya sebatas breeding tanpa arah dan tujuan yang jelas.
Opaline adalah mutasi SL recessive, yang artinya hanya jantan yang split opaline (betina tidak).

Pale fallow adalah autosomal recessive, yang artinya jantan dan betina bisa split pale fallow.

Dari kenyataan diatas, sangat disarankan agar memilih opaline sebagai pejantannya dan betinanya pale fallow. Berikut adalah langkah untuk mendapatkan opaline pale fallow green (yang disebut duluan adalah jantan).

Catatan : Sangat disarankan untuk melakukan breeding minimal dengan dua pasangan.

Materi alternatif 1
Opaline green X pale fallow green
50% green/opaline/pale fallow (jantan)
50% opaline green/pale fallow (betina)

Cara membaca hasil diatas adalah sebagai berikut:
Semua anakan jantan split pale fallow dan split opaline sementara semua anakan betina split pale fallow dengan probablitias 50 – 50. Point yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa semua anakannya split pale fallow.

Langkah berikutnya adalah menyilangkan pasangan dibawah ini (sesuai saran diatas, usahakan jantan dan betina bukan pasangan yang sedarah) :
green/opaline/pale fallow X opaline green/pale fallow
Jantan :
Betina :
6,25% opaline green
6,25% green
12,5% opaline green/pale fallow
12,5% green/pale fallow
6,25% opaline pale fallow green
6,25% pale fallow green
6,25% green/opaline
6,25% opaline green
12,5% green/opaline/pale fallow
12,5% opaline green/pale fallow
6,25% pale fallow green/opaline
6,25% opaline pale fallow green
Dari experimen diatas, terlihat jelas kita sudah mendapatkan opaline pale fallow green baik jantan maupun betina.

Materi alternatif 2
Jika jantan opaline green tidak ada, maka pasangan jantan dan betina bisa dibalik dimana jantan adalah pale fallow green sementara betina adalah opaline green.

pale fallow green X opaline green
50% green/opaline/pale fallow (jantan)
50% green/pale fallow (betina)

Cara membaca hasil diatas adalah sebagai berikut :
Semua anakan jantan split pale fallow dan split opaline sementara semua anakan betina split pale fallow. Point yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa semua anakannya split pale fallow namun tidak menghasilkan opaline betina.

Langkah berikutnya adalah menyilangkan pasangan dibawah ini (sesuai saran diatas, usahakan jantan dan betina bukan pasangan yang sedarah):
green/opaline/pale fallow X green/pale fallow
Jantan :
Betina :
6,25% green
6,25% green
12,5% green/pale fallow
12,5% green/pale fallow
6,25% green opaline
6,25% pale fallow green
12,5% green/opaline/pale fallow
6,25% opaline green
6,25% pale fallow/green
6,25% opaline pale fallow green
6,25% pale fallow green/opaline
12,5% opaline green/ pale fallow
Dari hasil diatas, terlihat jelas kita hanya mendapatkan opaline pale fallow green betina.

Pilihan pasangan lain dari Materi alternatif 2 adalah :
green/opaline/pale fallow X pale fallow green
Jantan :
Betina :
12,5% green/pale fallow
12,5% green/pale fallow
12,5% green/opaline/pale fallow
12,5% opaline green/pale fallow
12,5% pale fallow green
12,5% pale fallow green
12,5% pale fallow green/opaline
12,5% opaline pale fallow green
Untuk probabilitas yang lebih besar dalam mendapatkan opaline pale fallow green, kita bisa menyilangkan pasangan dibawah ini:
green/opaline/pale fallow X opaline pale fallow green
Jantan :
Betina :
12,5% green/opaline/pale fallow
12,5% green/pale fallow
12,5% pale fallow green/opaline
12,5% pale fallow green
12,5% opaline green/pale fallow
12,5% opaline green/pale fallow
12,5% opaline pale fallow green
12,5% opaline pale fallow green
Dalam waktu yang sangat singkat kita sudah mendapatkan opaline pale falolow green sesuai dengan arah dan tujuan kita beternak.

Salah satu alasan mengapa disarankan agar tidak menyilangkan burung yang sedarah adalah karena rendahnya tingkat hidup pale fallow. Diyakini bahwa perkawinan sedarah bisa semakin memperlemah tingkat kehidupan pale fallow terlepas dari masih banyak yang suka berdebat tentang hal ini. Bagaimana? Mudah bukan? Ya, sangat mudah jika pengetahuan dasar tentang mutasi sudah kita pahami.

Tulisan ini disadur dari majalah BVA dengan harapan agar hasil breeding para peternak di tanah air memiliki kualitas yang lebih bagus dan memiliki daya saing sehingga
ketergantungan pada import bisa berkurang. Semoga.


sumber : majalah BVA

OPALINE FISCHERI - LOVEBIRD BIOLA

OPALINE FISCHERI - LOVEBIRD BIOLA
OPALINE FISCHERI - Fischer Biola

Biola, salah satu varian pada jenis Fischeri ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Selain warnanya hijaunya yang boleh dibilang "khas Opaline" kalau menurut Saya, karena tidak sama dengan warna hijau varian lainnya, warna merah pada bagian kepala dan leher-pun sangat kontras, yakni merah menyala.
lovebird biola
Menurut artikel dari Ornitho-Genetics, keberadaan Opaline Fischer (di Indonesia dikenal sebagai Biola) mulai ditemukan pada tahun 2010. Pelapor (pembeli saat itu) melaporkan telah membeli burung tersebut di Hong Kong di pasar hewan lokal setempat.

Beberapa bulan kemudian si Pembeli ini membeli Biola kembali di toko yang sama. Hingga kini, keberadaan penjual di Hong Kong tersebut tidak diketahui.

Namun kabar baik juga, beberapa tahun setelahnya (2012-2013) dilaporkan juga burung jenis Biola ada di Indonesia dan Italia. Pada saat tes kawin dilakukan, sengaja dibiakan untuk mengetahui ini mutasi genetis atau bukan, ternyata Biola bersifat resesif dan Sex-Linked (terkait kelamin), maka diyakini bahwa Biola ini betul mutasi gen yang diwariskan seperti halnya Opaline pada Roseicollis.
lovebird biola
Entah karena alasan apa lovebird jenis ini lebih familiar dengan istilah Biola. mungkin karena warnanya yang aduhai,, hehehe. tapi memang faktanya saat ini Biola sedang menjadi primadonanya untuk para Lovebird Lover.

Awal kemunculannya banyak yang memandang sebelah mata terhadap biola, karena hanya memiliki mutasi biola euwing dan biola lutino saja, tapi dengan kegigihan para breeder tanah air akhirnya banyak varian mutasi biola baru seperti Biola Biru, Bahkan Biola Parblue yang harganya bikin geleng geleng kepala.

Karena mutasi biola bersifat sex linked maka anakan yang berfisik hijau standart pun banyak dicari karena memiliki split biola walaupun hanya berlaku untuk anakan jantan saja. untuk para breeder yang bermodal kecil banyak pula yang mencoba mengawinkan hijau standart split biola ini dengan burung non biola, jika jackpot maka akan mendapatkan anakan biola dari indukan paket hemat split biola x non biola, walapun persentasinya lumayan kecil.


sumber :
https://www.facebook.com/groups/301695919994311/permalink/343631315800771/
Copyright © Lovebird lover Indonesia . All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design