pecinta burung lovebird Indonesia

Showing posts with label sex linked. Show all posts
Showing posts with label sex linked. Show all posts

Cara Gampang Memahami Teori Sex Linked Sederhana

Cara Gampang Memahami Teori Sex Linked Sederhana
BELAJAR TERNAK dan Terus Belajar. Biar gak diBodohin orang Terus. bilangnya split nyatanya splot. akhirnya gagal maning gagal maning mempunyai lovebird yang bagus.  hehehe,,
Siap - siap Catat.. Baca dengan Teliti.. jangan Lupa Ngopi Biar kuat menghadapi kenyataan. hehehe,,
Teori Sex Linked memang sedikit rumit, tapi secara gampangnya kurang lebih seperti ini :
  • Teori GEN BIOLA
GEN Biola sangat tergantung atau Berpengaruh dengan Jenis Kelaminnya..
  • Anaknya Biola, jika Kluar (non Biola) Betina, Maka Sudah Putus GEN Biolanya
Gampang kan ??
Masak Masih gak Paham ??
Cara Gampang Memahami Teori Sex Linked Sederhana
  •  Teori GEN PARBLUE [PB]
  1. Jika ada indukan > PB x Paruh Putih (apa aja pokoknya Paruh putih), jika anaknya Kluar Paruh Putih Maka Anaknya itu sama aja dengan Paruh Putih Biasa (sama dengan Paruh Putih yang diPasar pasar itu) hehehe..
  2. Jika induk PB x PB (Double Faktor) keluar Paruh putih, Maka Kemungkinan Besar (bisa jadi) 95% itu Bisa Nyetak Parblue [PB]
  3. Jika induk PB x Paruh Merah, dan Anaknya Keluar Paruh Merah (Apa aja Pokoknya Paruh Merah) itu Juga Kemungkinan Bisa Nyetak Parblue (PB) dan juga Bisa Nyetak Paruh Putih.
Cara Gampang Memahami Teori Sex Linked Sederhana
  • Teori GEN PALE FALLOW [PF] beda lagi
  1. PF x PF = Anaknya 100% PF
  2. PF x non PF (bukan split PF) = Anaknya gak Bakalan Keluar PF, Namun Meskipun itu Bukan PF (Pasti itu Split)
  3. PF x Split PF = Anakanya Bisa Jadi PF dan Bisa Jadi Split PF (bukan PF tapi Tetep Split)
  4. Split PF x Split PF = Anaknya Bisa Kluar PF dan klo Kluar Non PF itu Namanya Possible (Kemungkinan Bisa Nyetak PF)
Cara Gampang Memahami Teori Sex Linked Sederhana
Pasti masih banyak kekurangannya. boleh ditambahkan oleh para master master disini.
Kurang lebih bahkan mungkin banyak kurangnya. hehehe.. begitulah sederhananya memahami teori sex linked. walau hasil tetap di tangan Tuhan, tapi kita sebagai breeder harus tetap berusaha dalam menghasilkan mutasi mutasi yang terbaik.

Salam Breeder Lovebird Lover

Sex Linked mutasi (sifat : recessive)

Sex Linked mutasi (sifat : recessive)
Apabila sebuah mutasi terdapat di dalam kromosom sex maka kita akan berhadapan dengan metode pewarisan sifat Sex-Linked (SL) resesif atau Sex-Linked (SL) Dominant. Agar pembahasan tidak terlalu melebar kita tidak akan membahas Sex-Linked (SL) Recessive, dikarenakan mutasi Sex linked (SL) dominat telah dibahas di artikel sebelumnya.

Pada burung, jantan memiliki kromosom X dan X (sepasang), sedangkan pada betina X dan Y (sepasang juga). Jika suatu mutasi SL ingin tampak terlihat (visual) pada anak jantan KEDUA INDUKNYA harus menurunkan gen mutasi SL yang sama di kedua kromosom X anak jantan. Namun apabila anak jantan hanya menerima satu kromosom mutasi SL dari salah satu induknya, maka anak jantan tersebut hanya SPLIT mutasi SL.

Sex linked mutasi biasanya terjadi pada lovebird jenis non klep

(contoh mutasi : Ino, Cinnamon, Pallid  & Opaline (pada A. roseicollis)
Sex Linked mutasi (sifat : recessive)
Ini berarti bahwa :
gen pembawa mutasi terletak di kromosom X.
Love bird  jantan memiliki dua kromosom X-   (XX)
dan betina  memiliki kromosom X    dan kromosom Y
jadi  jadi individu betina memiliki kombinasi : (XY).

Karena mutasi ini  bersifat resesif ,
Love Bird jantan harus memiliki dua gen ino (satu di setiap X-kromosom)
agar karakter mutasi ino tampak secara visual.

Dilain pihak
karena Love Bird betina hanya memiliki satu kromosom X-,
dan jika X-kromosom pasangan nya memiliki gen Ino,
mereka akan tampak secara visual sebagai Ino.

Ini disebabkan karena betina hanya perlu satu gen
untuk mengekspresikan sifat mutasi sex-linked
karenanya Sex Linked Ino lebih sering terjadi pada Love Bird betina.

Jika  kita tuliskan gen ino pada  kromosom X sebagai "Xi"
dan kromosom X dengan gen normal sebagai "X".

Ada tiga kemungkinan genotipe untuk LoveBird  jantan:  

XX - Dua gen yang normal menghasilkan LoveBird  jantan normal.  
XXi - Satu gen normal dan satu gen ino menghasilkan LoveBird jantan normal split Ino.  
XiXi - Dua ino gen yang mengakibatkan jantan LoveBird Ino.

semoga bermanfaat


Sumber: https://www.facebook.com/notes/lovebirds-lover-balikpapan-east-borneo/mutasi-sex-linked-sl-mutasi-/240836876066685

Strategi Berternak Lovebird Opalin Non Klep

Strategi Berternak Lovebird Opalin Non Klep
yang dimaksud skenario dalam tulisan ini adalah "cara"
menghasilkan Opaline  hanya dengan salah satu induk Opaline atau split Opaline. Penjabaran ini khusus ditujukan bagi yg mau memulai breed Opaline, Silahkan bisa memulai dengan skenario 1,2 atau 3 semoga bermanfaat

1. Modal awal : Jantan Non Opal x Betina Opal
Anakan betina pada tahap ini tidak dapat dipakai lanjut .
Selanjut-nya lakukan back cross : Anakan jantan split Opal X induk betina Opal :

Akan diperoleh anakan sbb:
= 50% anakan betina Opal,…50% betina non Opal
= 50%  anakan jantan Opal ,…50%  jantan split Opal

“jangan lupa ,..pada mutasi Sex Linked ,..tidak ada betina split Opal “

Bisa dilanjutkan dg skenario (inbreed, jika modal awal di atas hanya satu pasang saja)  :

a  Jantan Opal X Betina Opal ,................akan menghasilkan anakan 100% Opal
b  Jantan Split Opal x Betina Opal,......... akan dihasilkan anakan (lihat diagram di atas ):
              = 50% anakan betina Opal,…...50% betina non Opal
              =50%  anakan jantan Opal ,….50%  jantan split Opal

Selanjutnya, silahkan dilanjut dengan fokus pada Jantan Opal X Betina Opal = anakan akan 100% Opaline

 2.  Modal awal :  Jantan  Opal   x Betina Non  Opal
Pada tahap awal ini sdh langsung diperoleh anakan betina Opaline

Dapat dilanjutkan dg alternatif:
a.   Back Cross (inbreed) : anakan betina Opal x Jantan Opal (bapaknya)
                                         Anakan akan Opal semua  100%...

b.   Inbreed antar anakan : Jantan split Opal  X betina Opal
      Anakan yg dihasilkan :    
= 50% anakan betina Opal,…50% betina non Opal
=50%  anakan jantan Opal ,…50%  jantan split Opal

Tahap breeding  selanjutnya ,…untuk efisiensi produksi
betina Non Opal.& jantan Split Opal,..boleh tidak digunakan

lanjut fokus pada Opal (Jantan & Betina),…agar anakan 100% Opaline

3. Modal Awal :  Jantan Split Opaline  X betina Non Opaline
Ini adalah skenario yg paling murah modal awal Rupiah-nya ,…

Akan dihasilkan anakan sebagai berikut :
Pada tahap pertama kemungkinan menghasilkan opaline = 50%  ( betina Opal)

Alternatif breeding selanjutnya :
a.       Back Cross  : Bapak-Jantan Split Opal X anakan Btina Opal
b.       Inbreed       :  Jantan Split Opal   X Btina Opal

Prediksi anakan yg dihasilkan :
= 50% anakan betina Opal,…..50% betina non Opal
=50%  anakan jantan Opal ,…50%  jantan split Opal

Tahap breed selanjutnya ,…untuk efisiensi produksi,…
betina Non Opal dan jantan split Opal boleh tidak digunakan,..
focus pada Opal jantan dan btina ,..agar anakan 100% Opaline ,…

Dari pola  sifat menurun  Opaline ( SexLinked),
tampak bahwa indikasi "peluang" jumlah individu jantan yg dihasilkan
relatif lebih sedikit dibanding betina ,…

Selamat memulai ,..semoga sukses ,…..Happy Breeding ,..:)


sumber :
https://www.facebook.com/notes/275929915890714/


Lutino NSL dan Lutino SL

Lutino NSL dan Lutino SL
Karena yang dibahas memiliki persamaan, yaitu mengenai Albinisme (mutasi Ino), maka artikel mengenai dua mutasi tersebut Saya gabung saja.
Untuk perbedaan antara kedua, silahkan simak penjelasan dibawah.
Namun sebelumnya, secara umum kita bahas dahulu mengenai Albinisme.

1. ALBINISME
Albinisme terjadi ketika kandungan pigmen Eumelanin benar-benar hilang secara total.
Albinisme terbagi dalam 2 golongan, yaitu Sex Linked Ino (SL Ino) dan Non Sex Linked Ino (NSL Ino).
Dampak dari mutasi ini adalah menjadikan tampilan fisik burung nampak "Bule".
Tidak hanya tampilan bulunya saja, namun pada mata, kaki, dan kuku juga turut terkena dampak dari mutasi tersebut.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Hijau, maka terciptalah Lutino.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Biru, maka terciptalah Albino.
Ketika mutasi Ino terjadi pada burung Seri Parblue, maka terciptalah Creamino.
Agar lebih menarik dan variatif, Anda dapat mengombinasikan mutasi Ino dengan mutasi lain.

2. NSL INO
NSL Ino pertama kali terjadi pada spesies Nyasa, lalu ditransmutasi ke Personata.
Lalu dari Personata ke Fischeri dan Blackcheeked. Jadi NSL Ino ini mutasinya terdapat pada Lovebird golongan Eyering/kacamata saja.
Mengapa disebut NON SEX LINKED INO?
Penyebabnya adalah karena sifat dari pewarisan mutasi ini adalah resesif dan TIDAK TERKAIT KELAMIN.
Maksudnya? Jantan maupun betina, memiliki kans dan mekanisme mewariskan yang sama kepada keturunannya.
Lutino NSL
Contoh:
  • Jantan Lutino x Betina Hijau (tanpa split) = apapun jenis kelamin anaknya, Hijau split Ino.
  • Jantan Hijau (tanpa split) x Betina Lutino = apapun jenis kelamin anaknya, Hijau split Ino.
Walaupun ditukar, hasilnya sama saja toh? Karena tidak terkait kelamin.

3. SL INO
Mekasime mutasinya hampir sama saja dengan NSL Ino, namun bedanya SL Ino ini terjadi pada spesies Roseicollis (nonklep).
Mengapa disebut SEX LINKED INO?
Penyebabnya adalah karena sifat dari pewarisan mutasi ini adalah resesif dan TERKAIT KELAMIN.
Maksudnya? Jantan dan betina memiliki kans dan mekanisme berbeda dalam mewariskan yang sama kepada keturunannya.
Lutino SL
Contoh:
  • Jantan Lutino x Betina Hijau (tanpa split) = anak JANTAN pasti HIJAU SPLIT INO, dan anak BETINA pasti LUTINO.
  • Jantan Hijau (tanpa split) x Betina Lutino = anak JANTAN pasti HIJAU SPLIT INO, dan anak BETINA pasti HIJAU tanpa split.
Perbedaan dalam penentuan jenis kelamin indukan, bisa sangat berpengaruh pada mutasi anakannya nanti, dan jenis kelaminnya bisa ditebak.
Jadi, pemilihan induk sangat berpengaruh banyak dalam hasil yg didapat nantinya.


Sumber :
https://www.facebook.com/groups/lovebirdsloversindo/permalink/454537361376832/
Copyright © Lovebird lover Indonesia . All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design